Teater Sederhana, Energi Bangun Pagi Bahagia

Penampilan Teater Sederhana di atas panggung di Laboratorium Drama Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, Rabu (12/10/2016) malam. (Foto : Ajeng Mutiara Tomy/MalangTIMES)
Penampilan Teater Sederhana di atas panggung di Laboratorium Drama Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, Rabu (12/10/2016) malam. (Foto : Ajeng Mutiara Tomy/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Setelah sore harinya menggelar launching buku puisi berjudul Energi Bangun Pagi Bahagia, Andy Sri Wahyudi selaku penulis juga menggelar teater sederhana pada malam hari di Laboratorium Drama Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, Rabu (12/10/2016) malam.

Teater ini berbeda dengan teater-teater umumnya, dimana seharusnya ada banyak pemeran, tata artistik yang mewah, dan aula yang luas dengan kapasitas penonton tak terhitung.

Namun sangat berbeda, teater ini adalah teater pengiring launching buku puisi Andy Sri Wahyudi.

Sudah kedua kalinya Andy menggelar teater setiap peluncuran buku puisi. Kali ini bersamaan dengan launching bukunya, Energi Bangun Pagi bahagia, pun digelar teater dengan judul yang sama.

Mengapa judul buku dan teaternya adalah Energi Bangun Pagi Bahagia? Penulis sekaligus pantomimer kelahiran 13 Desember 1980 ini mengaku bahwa itu adalah judul puisi dalam kumpulan tersebut.

“Sejujurnya saya hendak mengatakan bahwa ada sebuah energi bangun tidur yang dapat menghidupkan banyak hal. Sebab di sanalah awal sebuah semangat, tekad, dan niat.” ujarnya.

Teater ini menceritakan tentang tugas seorang pemimpin seharusnya adalah membuat rakyatnya bangun pagi bahagia.

Sebuah kisah tiga remaja jalanan di masa pemerintahan orde baru (Soeharto). Pemerintahan yang mengajari mereka untuk mencintai tanah air dan bangga menjadi bangsa Indonesia.

Namun sayang mereka tidak tahu bagaimana caranya mencintai dan bangga dengan negaranya, sebab hari-hari mereka hanya di jalanan.

Yang mereka tahu hanyalah bertahan hidup. Hingga saat reformasi dikumandangkan, mereka terbawa arus reformasi, namun tetap pada dunia kecil mereka karena mereka tidak tahu dan tidak peduli dengan apa yang terjadi dalam pemerintahan Indonesia.

Mereka hanya mendidik diri mereka sendiri untuk bangun pagi bahagia dengan segala cinta dan cita-cita.

Teater tersebut berlangsung sederhana namun menarik dan indah dengan selipan puisi-puisi dari Andy selaku penulis dan pemeran dalam teater tersebut.

Sebelumnya, launching dan teater ini juga sudah digelar di beberapa kota, dan masih akan digelar di kota-kota lainnya di Jawa, termasuk juga di Bali dan di Lombok. Pagelaran seni ini adalah yang kesembilan di Malang.

“Berproses dengan mas Andy SW membuat saya belajar akan kesabaran, lebih banyak membaca dan mendengarkan.” kata Dinarto Ayub Marandhi, salah satu pemeran dalam teater Energi Bangung Pagi Bahagia.

Pewarta : Ajeng Mutiara Tomy
Editor : Heryanto
Publisher : Abdul Hanan
Sumber : Malang TIMES
  • Wima Brahmantya Resmi Mundur dari Kursi Manajer PSBI Blitar

    Wima Brahmantya resmi mundur sebagai manajer PSBI Blitar, Rabu (23/8/2017). Pengunduran diri ini setalah demo yang dilakukan suporter akibat PSBI terdegradasi ke Liga 3

  • Panic Button Antarkan Polres Malang Kota Wakil Satu-satunya POLRI dalam Pameran Inovasi Kemenpan RB

    Polres Malang Kota menjadi satu-satu wakil POLRI yang ikut dalam pameran inovasi serta terobosan baru yang berhubungan dengan pelayanan terhadap masyarakat yang diadakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

  • Kisruh Bukit Jomblo, Pemkab Tulungagung Akui Tidak Ada Kerja Sama

    Kisruh pengelolaan Bukit Jomblo yang berujung perusakan sejumlah wahana mendapat perhatian serius dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tulungagung. Meski demikian, dinas pariwisata tidak bisa berbuat banyak lantaran belum ada perjanjian kerja sama antara pemka

  • Ditanya Soal Pemeriksaan KPK, Wali Kota Malang Malah Bahas e-Budgeting

    Hadir dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota Malang siang tadi 23/8/2017), Wali Kota Malang Moch. Anton enggan berkomentar soal agenda pemeriksaannya di kantor KPK sebagai saksi terkait kasus rasuah.

  • Abah Anton Sudah Siap Tidur di Emperan

    "Pak Aziz, tolong doakan saya. Saya mau usaha tetes tebu tapi harus ambil tender. Saya sudah spekulasi kalau rumah saya masukkan bank untuk modal. Kalau menang tender, saya akan sejahtera. Tapi kalau saya gagal, saya dan keluarga akan hidup di emperan tok

  • Warga Blitar Meninggal di Toilet Kereta Api dari Jakarta

    Seorang penumpang Kereta Api Majapahit jurusan Jakarta-Blitar ditemukan tewas di toilet. Diduga korban meninggal dalam perjalanan ketika kereta melaju memasuki wilayah Ngantru menuju Stasiun Kota Tulungagung. Korban diketahui bernama Sholeh (57), warga D

  • Bupati Ingatkan Pj Kades Rajin Hadiri Undangan Warga

    Bupati Lumajang Drs As’at melantik dua pejabat (Pj) kepala desa di Pendapa Kabupaten Lumajang, Rabu (23/08). Masing-masing Desa Penanggal dan Desa Tempeh Lor.

  • Tokoh Masyarakat Ini Juga Gelar "Blusukan" ala Abah Anton

    Terobosan yang dilakukan Wali Kota Malang H Moch. Anton sejak awal pemerintahannya lewat program "Sambung Rasa" ke kelurahan memiliki dampak positif bagi masyarakat. Langkah tersebut diikuti tokoh masyarakat.

  • 2018, Kabupaten Malang Jadi Pusat Benih Bawang Nasional

    Hasil produksi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan di wilayah Kabupaten Malang, terutama bawang merah jenis batu ijo, kian meningkat. Karena itu, 2018 mendatang, Kabupaten Malang siap menjadi pusat kawasan perbenihan bawang nasional.

  • Spesialis Curi Motor di Masjid, Jual Barang via Facebook

    Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar Kota menangkap seorang pencuri yang meresahkan warga Kota Blitar. Tersangka yang ditangkap merupakan spesialis pencuri di area masjid.

  • Antisipasi Harga Naik Tak Wajar, Petugas Gabungan Operasi Pasar

    Jelang Hari Raya Idhul Adha 1 September, petugas gabungan yang terdiri dari Polres Malang Kota bersama Dinas Perdagangan(Disdag) Kota Malang, TNI, dan Bulog akan melakukan operasi pasar di Kota Malang. Operasi pasar itu menindaklanjuti kekhawatiran masya

  • Anggota DPRD Surabaya "Numpang Pipis" di Pasuruan

    Perilaku menyimpang anggota DPRD agaknya tidak mudah berubah. Berbagai cara dilakukan hanya demi menambah pundi-pundi penghasilan pribadinya. Seperti yang dilakukan anggota DPRD Kota Surabaya yang berdalih studi banding di Kota Pasuruan.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top