Beda Selfisme Era Lama dan Era Medsos

Nurani Soyomukti, Pengamat Sosial dan Pegiat Literasi.(Foto : dok/BlitarTIMES)
Nurani Soyomukti, Pengamat Sosial dan Pegiat Literasi.(Foto : dok/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR20 OKTOBER 2016

Oleh: Nurani Soyomukti, 
Pengamat Sosial dan Pegiat Literasi

 

Soal narsisme dan selfiesme, terutama perbedaannya antara selfisme era lama dengan era medsos. Nyambung thread mas Airlangga Pribadi di wall-nya. Saya pikir benar juga bahwa tindakan ber-selfie ria di era medsos lebih praktis.

Sedangkan narsisme atau cara menunjukkan eksistensi era lama lebih ribet karena perlu berpindah-pindah tempat untuk menunjukkan diri, misal mengumpulkan barang-barang antik dari berbagai tempat lalu dipajang di rumah agar kalau ada yang datang bisa eksis dan mendapatkan pujian (baik sadar atau tidak). Bahkan foto-foto diri dengan berbagai pose dan berbagai latar tempat dan waktu dipajang di rumah, memenuhi dinding ruang tamu, memenuhi ruang dilemari dan rak. Benar-benar kurang efisien dan kurang praktis.

Ada juga itu tetangga saya dulu, mau memamerkan kecantikannya saja harus keluar rumah dan berkeliling-keliling. Sebelumnya "macak" atau "make up" dari rumah dandan secantik-cantiknya, kadang terlalu menor, lalu tubuh dan wajahnya di bawa keluar rumah. Kalau nggak keluar rumah mana mungkin ia bisa memamerkan kecantikannya. Bahkan kalau punya perhiasan gelang kalung juga dibawa, agar dipuja bahwa dia berharta.

Dan yang paling jengkel itu kalau melihat ibu-ibu yang sebenarnya wajah dan bodinya jelek, kulitnya sudah nggak kenceng dan bahkan sudah keriput, tapi dandannya terlalu menor. Bedaknya terlalu tebal. Dan pas keringatnya keluar, wajahnya seperti "mlonyoh". Ih, menjijikkan sekali. Selfisme semacam itu benar-benar menjijikkan.

Sekarang kan gak gitu lagi. Lebih  praktis lewat medsos. Mengunggah foto lebih praktis dan efisien untuk menunjukkan diri. Foto kamera HP bisa merekayasa, biar kulit lebih mulus halus. Biar yang badan gemuk wajah tembem bisa kelihatan kurus. Perbanyak jeprat-jepret, dipilih foto yang kelihatan paling cantik, seksi, tak gemuk dan tembem. Misal dengan cara me-'menyor-menyor"-kan bibir dan mulut.

Jadi intinya sebenarnya soal narsisme dan selfisme yang terus ada, dari dulu hingga sekarang. Cuman, cara menunjukkan eksistensi dan "self-existence" yang beda. Dulu langsung yang membutuhkan mobilitas tubuh, sekarang cukup lewat media sosial. Jadi, kesimpulannya ya dari dulu sampai sekarang namanya narsisme ya tetap ada.

Hanya saja, karena media sosial itu demokratis dan bisa diakses oleh siapa saja. Akhirnya siapapun bisa menunjukkan eksistensi, narsisme, dan selfisme dengan mudah. Lagian yang wajah dan rupa pas-pasan bisa dibuat lebih kelihatan menarik dengan rekaya bantuan kamera "smartphone" canggih. Belum lagi kalau mau main edit pakai photosop, misalnya.

Tindakan selfisme yang praktis ini sebenarnya punya keuntungan, yaitu tidak membuat orang disibukkan untuk menunjukkan selfisme. Tak perlu memenuhi rumah dengan barang-barang antik dan bingkai.  Praktis ini mempercepat waktu. Sisa waktu bisa digunakan untuk mengerjakan hal hal lain. Tapi nggak tahu juga kalau orang yang cenderung suka selfie dan memajangnya di medsos adalah orang yang menganggur alias tak menggunakan waktu untuk kegiatan produktif.

Memang, ada banyak foto-foto yang dipajang teman medsosmu yang dalam keadaan aktivitas produktif. Tapi, bukankah foto yang dipajang teman medsosmu juga banyak yang hanya foto cantik-cantikan, seksi-seksian, dan tampaknya buka foto aktivitas produktif, tapi hanya memang niat memamerkan poto dalam keadaan cantik,seksi, dan bahkan ada yang vulgar--misal toketnya diperlihatkan.(*)

 

Editor : Heryanto
Publisher : Abdul Hanan
Sumber : Blitar TIMES
  • Wima Brahmantya Resmi Mundur dari Kursi Manajer PSBI Blitar

    Wima Brahmantya resmi mundur sebagai manajer PSBI Blitar, Rabu (23/8/2017). Pengunduran diri ini setalah demo yang dilakukan suporter akibat PSBI terdegradasi ke Liga 3

  • Panic Button Antarkan Polres Malang Kota Wakil Satu-satunya POLRI dalam Pameran Inovasi Kemenpan RB

    Polres Malang Kota menjadi satu-satu wakil POLRI yang ikut dalam pameran inovasi serta terobosan baru yang berhubungan dengan pelayanan terhadap masyarakat yang diadakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

  • Kisruh Bukit Jomblo, Pemkab Tulungagung Akui Tidak Ada Kerja Sama

    Kisruh pengelolaan Bukit Jomblo yang berujung perusakan sejumlah wahana mendapat perhatian serius dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tulungagung. Meski demikian, dinas pariwisata tidak bisa berbuat banyak lantaran belum ada perjanjian kerja sama antara pemka

  • Ditanya Soal Pemeriksaan KPK, Wali Kota Malang Malah Bahas e-Budgeting

    Hadir dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota Malang siang tadi 23/8/2017), Wali Kota Malang Moch. Anton enggan berkomentar soal agenda pemeriksaannya di kantor KPK sebagai saksi terkait kasus rasuah.

  • Abah Anton Sudah Siap Tidur di Emperan

    "Pak Aziz, tolong doakan saya. Saya mau usaha tetes tebu tapi harus ambil tender. Saya sudah spekulasi kalau rumah saya masukkan bank untuk modal. Kalau menang tender, saya akan sejahtera. Tapi kalau saya gagal, saya dan keluarga akan hidup di emperan tok

  • Warga Blitar Meninggal di Toilet Kereta Api dari Jakarta

    Seorang penumpang Kereta Api Majapahit jurusan Jakarta-Blitar ditemukan tewas di toilet. Diduga korban meninggal dalam perjalanan ketika kereta melaju memasuki wilayah Ngantru menuju Stasiun Kota Tulungagung. Korban diketahui bernama Sholeh (57), warga D

  • Bupati Ingatkan Pj Kades Rajin Hadiri Undangan Warga

    Bupati Lumajang Drs As’at melantik dua pejabat (Pj) kepala desa di Pendapa Kabupaten Lumajang, Rabu (23/08). Masing-masing Desa Penanggal dan Desa Tempeh Lor.

  • Tokoh Masyarakat Ini Juga Gelar "Blusukan" ala Abah Anton

    Terobosan yang dilakukan Wali Kota Malang H Moch. Anton sejak awal pemerintahannya lewat program "Sambung Rasa" ke kelurahan memiliki dampak positif bagi masyarakat. Langkah tersebut diikuti tokoh masyarakat.

  • 2018, Kabupaten Malang Jadi Pusat Benih Bawang Nasional

    Hasil produksi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan di wilayah Kabupaten Malang, terutama bawang merah jenis batu ijo, kian meningkat. Karena itu, 2018 mendatang, Kabupaten Malang siap menjadi pusat kawasan perbenihan bawang nasional.

  • Spesialis Curi Motor di Masjid, Jual Barang via Facebook

    Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar Kota menangkap seorang pencuri yang meresahkan warga Kota Blitar. Tersangka yang ditangkap merupakan spesialis pencuri di area masjid.

  • Antisipasi Harga Naik Tak Wajar, Petugas Gabungan Operasi Pasar

    Jelang Hari Raya Idhul Adha 1 September, petugas gabungan yang terdiri dari Polres Malang Kota bersama Dinas Perdagangan(Disdag) Kota Malang, TNI, dan Bulog akan melakukan operasi pasar di Kota Malang. Operasi pasar itu menindaklanjuti kekhawatiran masya

  • Anggota DPRD Surabaya "Numpang Pipis" di Pasuruan

    Perilaku menyimpang anggota DPRD agaknya tidak mudah berubah. Berbagai cara dilakukan hanya demi menambah pundi-pundi penghasilan pribadinya. Seperti yang dilakukan anggota DPRD Kota Surabaya yang berdalih studi banding di Kota Pasuruan.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top