Ternyata, Lima Ahli Matematika Meracik Rumus Secangkir Kopi Nikmat

Ahli Matematika menghitung rumus yang tepat untuk membuat mesin kopi agar menghasilkan kopi yang nikmat. (Foto: istimewa)
Ahli Matematika menghitung rumus yang tepat untuk membuat mesin kopi agar menghasilkan kopi yang nikmat. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Setiap penikmat kopi memiliki taste racikan kopi yang berbeda-beda, mulai rasa hingga takarannya.

Ada yang suka dengan tiga sendok bubuk kopi plus sesendok gula, ada juga yang suka dengan kopi yang lebih ringan dan rasa yang lebih manis atau pahit. Karena, semua tergantung selera kopi dan mood setiap orang. 

Perlu Anda ketahui ada rumus meracik secangkir kopi dengan sempurna. Ada lima orang ahli bidang Matematika mencoba meramu resep khusus soal kopi. 

Mereka melakukan serangkaian penghitungan akurat untuk mendesain sebuah mesin kopi, yang nantinya bisa menghasilkan perfect cup of drip coffee. Penelitian ini, dipublikasikan dalam SIAM Journal of Applied Mathematics. 

Dikutip dari The Daily Meal, sebelumnya penelitian melibatkan kopi dan matematika hanya berdasar pada pembuatan ekstrak kopi dari mesin drip filter. Selama proses drip, gaya gravitasi akan menarik air melalui filter. 

Ekstrak kopi akan terlarut dari biji-bijian yang memiliki 1800 komponen kimia di dalamnya.

"Ide kami secara keseluruhan adalah untuk mendapatkan model pembuatan kopi sesuai rumus Matematika. Supaya bisa diterapkan untuk merancang mesin kopi, seperti teori tentang cairan dan mekanik solid yang dipakai untuk merancang mobil balap," kata salah satu ahli Matematika yang terlibat dalam penelitian, William T. Lee.  

Dalam dunia kopi, diketahui bahwa biji kopi yang digiling terlalu halus akan menyebabkan over-ekstraksi. Hasilnya, kopi akan terasa sangat pahit. Studi terebut melihat dan meneliti soal pengaruh ukuran butiran kopi dan produk akhir kopinya. 

Studi tersebut juga diklaim bisa membantu para peminum kopi untuk berpikir soal proses ekstraksi kopi. Berapa banyak kopi yang mereka ingin produksi berdasar ukuran butiran kopi.

Studi ini juga diklaim bisa digunakan untuk mengoptimalkan mesin kopi dari sudut pandang industri. Perhitungan selanjutnya yang dilakukan adalah dengan memperhitungkan bentuk coffee bed saat air kopi mengalir melalui filter. 

"Coffee bed akan berubah bentuk seiring proses penyeduhan kopi. Ketika mulai masuk mesin, kopi akan berada di bagian paling bawah yang datar di filter. Tapi pada akhirnya (saat penyeduhan), kopi akan melapisi seluruh bagian dinding filter. Ini tampaknya juga memainkan peran tentang rasa akhir kopi yang diminum," tungkasnya.

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
  • Wima Brahmantya Resmi Mundur dari Kursi Manajer PSBI Blitar

    Wima Brahmantya resmi mundur sebagai manajer PSBI Blitar, Rabu (23/8/2017). Pengunduran diri ini setalah demo yang dilakukan suporter akibat PSBI terdegradasi ke Liga 3

  • Panic Button Antarkan Polres Malang Kota Wakil Satu-satunya POLRI dalam Pameran Inovasi Kemenpan RB

    Polres Malang Kota menjadi satu-satu wakil POLRI yang ikut dalam pameran inovasi serta terobosan baru yang berhubungan dengan pelayanan terhadap masyarakat yang diadakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

  • Kisruh Bukit Jomblo, Pemkab Tulungagung Akui Tidak Ada Kerja Sama

    Kisruh pengelolaan Bukit Jomblo yang berujung perusakan sejumlah wahana mendapat perhatian serius dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tulungagung. Meski demikian, dinas pariwisata tidak bisa berbuat banyak lantaran belum ada perjanjian kerja sama antara pemka

  • Ditanya Soal Pemeriksaan KPK, Wali Kota Malang Malah Bahas e-Budgeting

    Hadir dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota Malang siang tadi 23/8/2017), Wali Kota Malang Moch. Anton enggan berkomentar soal agenda pemeriksaannya di kantor KPK sebagai saksi terkait kasus rasuah.

  • Abah Anton Sudah Siap Tidur di Emperan

    "Pak Aziz, tolong doakan saya. Saya mau usaha tetes tebu tapi harus ambil tender. Saya sudah spekulasi kalau rumah saya masukkan bank untuk modal. Kalau menang tender, saya akan sejahtera. Tapi kalau saya gagal, saya dan keluarga akan hidup di emperan tok

  • Warga Blitar Meninggal di Toilet Kereta Api dari Jakarta

    Seorang penumpang Kereta Api Majapahit jurusan Jakarta-Blitar ditemukan tewas di toilet. Diduga korban meninggal dalam perjalanan ketika kereta melaju memasuki wilayah Ngantru menuju Stasiun Kota Tulungagung. Korban diketahui bernama Sholeh (57), warga D

  • Bupati Ingatkan Pj Kades Rajin Hadiri Undangan Warga

    Bupati Lumajang Drs As’at melantik dua pejabat (Pj) kepala desa di Pendapa Kabupaten Lumajang, Rabu (23/08). Masing-masing Desa Penanggal dan Desa Tempeh Lor.

  • Tokoh Masyarakat Ini Juga Gelar "Blusukan" ala Abah Anton

    Terobosan yang dilakukan Wali Kota Malang H Moch. Anton sejak awal pemerintahannya lewat program "Sambung Rasa" ke kelurahan memiliki dampak positif bagi masyarakat. Langkah tersebut diikuti tokoh masyarakat.

  • 2018, Kabupaten Malang Jadi Pusat Benih Bawang Nasional

    Hasil produksi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan di wilayah Kabupaten Malang, terutama bawang merah jenis batu ijo, kian meningkat. Karena itu, 2018 mendatang, Kabupaten Malang siap menjadi pusat kawasan perbenihan bawang nasional.

  • Spesialis Curi Motor di Masjid, Jual Barang via Facebook

    Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar Kota menangkap seorang pencuri yang meresahkan warga Kota Blitar. Tersangka yang ditangkap merupakan spesialis pencuri di area masjid.

  • Antisipasi Harga Naik Tak Wajar, Petugas Gabungan Operasi Pasar

    Jelang Hari Raya Idhul Adha 1 September, petugas gabungan yang terdiri dari Polres Malang Kota bersama Dinas Perdagangan(Disdag) Kota Malang, TNI, dan Bulog akan melakukan operasi pasar di Kota Malang. Operasi pasar itu menindaklanjuti kekhawatiran masya

  • Anggota DPRD Surabaya "Numpang Pipis" di Pasuruan

    Perilaku menyimpang anggota DPRD agaknya tidak mudah berubah. Berbagai cara dilakukan hanya demi menambah pundi-pundi penghasilan pribadinya. Seperti yang dilakukan anggota DPRD Kota Surabaya yang berdalih studi banding di Kota Pasuruan.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top