Revolusi Mental, Guru Madin Harus Diperhatikan

Gunawan (foto: adi s/surabayaTIMES)
Gunawan (foto: adi s/surabayaTIMES)

JATIMTIMES, SURABAYA – Pendidikan agama merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi bangsa, namun hingga saat ini belum ada perhatian besar pada guru madrasah diniyah (madin). Padahal ini sangat penting untuk mendukung revolusi mental yang dicanangkan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).
Anggota Komisi E DPRD Jatim Gunawan mengakui, Presiden Jokowi menginginkan revolusi mental yang pondasinya adalah pendidikan agama tapi sayangnya tidak ada perhatian dari pemerintah kota/kabupaten untuk guru madin.  Imbasnya, kondisi ekonomi para guru madin jauh dari sejahtera. 


"Miris melihat ekonomi para guru madin jauh dari sejahtera, bahkan gaji yang didapat per bulannya sangat jauh dari layak hanya di kisaran Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu. Tidak tunjangan atau sebagainya," kata Gunawan, Selasa (29/11/2016)

Kondisi guru madin ini sangat jauh dibandingkan guru sekolah umum, terutama yang sudah pegawai negeri.
Ia mengungkapkan, sebenarnya Gubernur Jatim, Soekarwo pernah menyatakan sebetulnya Pemprov Jatim sudah menawarkan pada kota/kabupaten untuk sharing anggaran guru madin.

"Untuk gaji guru madin ini enam bulan akan ditanggung Pemprov, enam bulan selanjutnya ditanggung pemerintah kabupaten/kota. Namun faktanya ada yang bersedia, ada juga yang tidak," kata wakil rakyat dari Dapil V (Malang Raya).


Ditambahkan, kondisi ini sangat tergantung pada pendapat masing-masing daerah. Ia mencontohkan, Kota Batu sanggup mengalokasikan dana untuk guru madin karena PAD-nya besar. Sedangkan untuk Kabupaten Malang, karena wilayah terlalu luas dan PAD-nya tidak tinggi, maka tidak bisa mengalokasikan dana tersebut.


Gunawan menegaskan, untuk itu Komisi E akan memperjuangkan pengadaan alokasi anggaran untuk guru madin.  "Pemerintah harus memberikan perhatian lebih pada guru madin, dengan meningkatkan pendapatan mereka dan meningkatkan angka tunjangan untuk guru madin agar ekonomi para guru madin lebih baik," tegas politisi PDI Perjuangan ini.
Senada, persoalan ini juga mencuat di Dapil VIII (Mojokerto, Jombang, Madiun, Nganjuk).

"Keluhan yang juga banyak disampaikan berasal dari para guru madin juga guru tidak tetap lainnya," kata anggota DPRD Jatim dari Dapil VIII Achmad Silahuddin.
Anggota Komisi E ini menerangkan, para pengajar tersebut mengeluhkan nasib mereka yang tidak jelas akan masa depan hidupnya.


Salah satunya disampaikan oleh guru tidak tetap yang ada di Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun. Hal serupa juga dikeluhkan para guru tidak tetap di kabupaten/kota lainnya di Dapil VIII.


"Kalau dilihat dari kasat mata, penampilan guru tidak tetap (GTT) memang keren dan seperti orang berduit karena pekerjaan mereka menuntut untuk berpakaian rapi, bersih dan memakai sepatu (mengkilap). Namun kenyataan di balik itu, mereka menjerit karena sesungguhnya tunjangan mereka tidak lebih dari kata layak," kata politisi asal PPP ini.


Bahkan tunjangan yang diterima, lanjut dia, masih jauh lebih kecil dibanding pendapatan pekerja serabutan lain. Sedangkan selama ini mereka sudah mengamalkan ilmu dan mendarma baktikan hidupnya untuk mengajar dan mencerdaskan anak bangsa.


"Sebab itu kami mohon adanya perhatian dari pemerintah, baik Pemprov/pemkab untuk dapat memperjuangkan kesejahteraan para guru agar lebih layak," tegas dia. (*)

Pewarta : Adi Supra
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Surabaya TIMES
  • Rendra Kresna Berharap Petani Tidak Beralih Profesi

    Bupati Malang Rendra Kresna memiliki harapan besar terhadap petani agar tidak meninggalkan ladangnya dan berganti profesi. Harapan besar orang nomor satu di Kabupaten Malang itu disampaikan dalam penutupan Hari Krida Tani Ke-44 yang diselenggarakan di dep

  • Disuntik Penghargaan, Kelompok Tani Siap Kembangkan Inovasi Pertanian

    Berbagai penghargaan tingkat nasional dan provinsi Jawa Timur yang diperoleh Kelompok Tani (Poktan) melalui berbagai produksi pertanian, diganjar hadiah yang secara simbolis diserahkan oleh Bupati Malang.

  • Tindakan Korupsi, Merusak Mental Anak Bangsa

    Memperingati Hari Anti Korupsi Internasional yang jatuh 9 Desember ini. Pemerintah Kota Malang bersama Polres Malang Kota, Kejaksaan Negeri Malang Kodim, Perwosi Kota Malang dan pelajar melakukan Apel Gabungan Dalam Rangka Peringatan Hari Anti Korupsi Int

  • Bermodus Sandiwara, Kawanan Begal Mojowarno Diringkus Polisi

    Kawanan begal asal Mojowarno diringkus Jajaran Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Jombang pada Kamis (8/12/2016). Dio Albar Santoso (23) bersama 5 anggota komplotannya harus mendekam di sel tahanan setelah drama pembegalan yang mereka lakukan kepada S

  • Usung Berbagai Keunggulan, Petani Kabupaten Malang Diganjar Apresiasi Nasional

    Rentang tahun 2016 telah mengantarkan Kabupaten Malang sebagai daerah unggulan dalam bidang pertanian tingkat nasional dan provinsi.

  • Dukung Stabilitas Harga Bawang, Nota Kesepakatan Ditandatangani

    Tidak stabilnya harga bawang di pasaran dalam tahun ini, telah membuat pemerintah sedini mungkin meluncurkan berbagai kebijakan untuk meredamnya.

  • DPRD Minta Kawal Pembangunan Jalan Tembus Pasuruan-Batu

    Komisi D, bidang Pembangunan DPRD Jatim meminta kepada tiga kepala daerah yakni Bupati Pasuruan, Bupati Malang dan Wali Kota Batu supaya ikut mengawal rencana pembangunan jalan tembus Pasuruan-Batu sepanjang 33,91 kilometer yang akan dimulai pada triwulan

  • LazisNU Jombang Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh

    Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LazisNU) cabang Kabupaten Jombang galang bantuan untuk korban gempa Aceh yang terjadi Rabu (7/12/2016) lalu pukul 05.03 WIB.

  • Wanita Cantik Terjerat Jaring Korupsi, Siapa Saja Mereka?

    Politik dan wanita cantik seolah sulit dipisahkan. Tidak sedikit wanita dengan paras menawan dari jagad selebritas terjerat jaring korupsi. Siapa saja mereka? Simak ulasan MALANGTIMES berikut ini.

  • Gambar Kakek Nenek Ini Menjelaskan Arti Cinta Sejati

    Mampu bertahan dan menjalani kehidupan kehidupan di usia senja adalah impian semua pasangan. Apakah itu namanya cinta sejati? Melewati suka dan duka bersama sejumlah foto kakek-nenek yang dirangkum MALANGTIMES ini akan menjelaskan apa itu cinta sejati.

  • LSM Tuding Perhutani Blitar Lakukan Pungli

    LSM Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) Blitar menuding banyak instansi pemerintah di wilayah Kabupaten Blitar yang melakukan pungutan liar (pungli). Salah satunya di lingkup Perhutani KPH Blitar.

  • Dicari Menantu, Ditemukan Tak Bernyawa di Samping Kolam

    Seorang kakek ditemukan tak bernyawa dalam keadaan terbaring di samping kolam di Kelurahan Wlingi, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Kamis (8/12/2016).

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top