Pasca-Amputasi, Riska: Harga Kaki Buatan Sampai Berapa Ya?

Kondisi Riska Dwi Yuliana Wati, penderita tumor tulang usai diamputasi. (Foto: Achmad Syamsul Arifin/JombangTIMES)
Kondisi Riska Dwi Yuliana Wati, penderita tumor tulang usai diamputasi. (Foto: Achmad Syamsul Arifin/JombangTIMES)

JATIMTIMES, JOMBANGRiska Dwi Yuliana Wati (10) penderita tumor tulang di bagian lutut sudah diamputasi Senin (21/11/2016) lalu di Rumah Sakit (RS) dr Sutomo Surabaya, Jawa Timur. Saat ini siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Denanyar 3 Jombang itu sedang melakukan pemulihan kondisi fisiknya.

Belum pulih sepenuhnya, Riska seakan sudah tak sabar ingin kembali beraktivitas seperti semula, juga segera hendak bersosial di lingkungan sekolahnya dengan bantuan kaki bantuan yang belum ia memiliki.

Kepada keluarganya, Riska sempat menanyakan harga kaki buatan yang hendak dipakai saat sudah pulih dan mau bersekolah. “Riska sempat bertanya kepada saya, ‘harga kaki buatan sampai berapa ya?’,” kata Lamudi, Ayah Riska, Selasa, (29/11/2016).

Saat Riska bertanya demikian, Lamudi mengaku tersentuh dengan ungkapan anaknya itu. Ia berharap permintaan Riska tersebut segera terpenuhi lantaran dirinya seorang yang selama ini merawatnya. Riska adalah anak yatim dhuafa.

“Semoga segera terwujud dan kembali beraktivitas di sekolahnya dan juga dengan teman-temannya,” harap Lamudi.

Sementara itu kondisi Riska sejak beberapa waktu lalu pasca dilakukannya operasi amputasi terus membaik dengan dukungan berbagai pihak, khususnya yang telah membantu meringankan pembiayaan Riska selama ditangani tim medis.

“Alhamdulillah kondisi Riska pasca operasi sudah terus membaik, dan sekarang menjalani proses pemulihan,” tambah Lamudi.

Seperti diberitakan sebelumnya, diantara donatur yang ikut serta memperhatikan kondisi Riska adalah Lazisnu (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah) Jombang, di samping itu para pemuda desa setempat yang tergabung dalam organisasi Karang Taruna juga berupaya menggalang dana untuk pembiayaan Riska.

"Salurkan infaq terbaik anda melalui Bank Syariah Mandiri Cab. Jombang No. Rek : 7019992211 A.N Lazisnu. Konfirmasi Transfer : 0856 4560 8963 / 0813 3272 6812 (SMS/WA)," kata Didin Ahmad Sholihudin, Ketua Lazisnu Jombang melalui postingan yang diambil dari facebooknya Lazisnu Jombang, Rabu (23/11/2016). (*) 

Pewarta : Syamsul Arifin
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Jombang TIMES
  • Kakek Ditemukan Tewas saat Cabut Singkong

    Durahman (68), seorang petani warga Desa Sumbersari RT 05 RW 03, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, ditemukan meninggal di sebuah pekarangan rumah di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kamis (23/3/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

  • Camat Blimbingsari Lantik Pj Kades Kaligung

    Camat Blimbingsari A. Latif melantik Showan sebagai penjabat (Pj) kades Kaligung, Kamis )23/2/17).bShowan sendiri merupakan PNS di Kecamatan Blimbingsari yang menjabat sebagai kasi PMD.

  • Komisi B DPRD Jatim Sinyalir Kartel Mainkan Harga Cabai

    Makin meroketnya harga cabai di pasaran yang menembus sampai kisaran Rp 150 ribu per kilogram membuat Komisi B DPRD Jatim gregetan. Komisi yang membidangi perekonomian ini menuding kartel yang memainkan harga dalam menaikkan harga cabai.

  • Cabai Impor Sudah Sebulan Beredar di Blitar

    Cabai impor membanjiri pasar-pasar tradisional di Kota Blitar sejak sebulan terakhir. Cabai impor ini sangat diminati masyarakat karena harganya yang relatif murah dibandingkan cabai lokal. Cabai yang beredar itu berasal dari India, Thailand, dan China.

  • Miris, Vitamin Kadaluarsa Diedarkan di PAUD

    Pemberian Vitamin pada anak-anak sejatinya untuk menambah pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak serta daya tubuh pada anak-anak, namun jika vitamin yang diberikan sudah kadaluarsa maka akan menjadi lain ceritanya, setidaknya hal ini terjadi di PAUD Laskar

  • Arema FC Ingin Jajal Tim yang Punya Basis Suporter Besar

    Menejemen Arema FC mulai memikirkan agenda yang akan dijalankan anak-anak Singo Edan usai menjalani Piala Presiden 2017. Pasalnya, Liga 1 yang dijadwalkan akan bergulir Maret, ternyata mundur sekitar 1 bulan, yakni di bulan April.

  • Usai Transaksi Pil Trex, Warga Dusun Ringinpitu Diciduk Polisi

    Diduga menjadi pengedar pil Trihexyphenidil yang masuk dalam kategori obat daftar G yang tidak disertai ijin edar, Beni Purbaya (27), diciduk Tim Reskrim Polsek Purwoharjo di dekat jembatan Dusun Perangan, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo.

  • AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK Jabat Kasatlantas Polres Banyuwangi

    Kursi orang nomor satu di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Banyuwangi kembali berganti. Belum genap 2 bulan menjabat sebagai Kasatlantas di Polres Banyuwangi, AKP. Supiyan harus digantikan oleh AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK.

  • Isak Tangis Iringi Vonis 1,8 Tahun Penjara untuk Slamet Daroini

    Ratusan petani dari Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar menangis histeris ketika salah satu rekan mereka divonis hukuman berat.

  • BPOM Harus Uji Kandungan Cabai dari China dan India

    Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji kandungan cabai kering impor dari China dan India. Mengingat cabe tersebut sudah beredar di beberapa pasar tradisional di Jatim.

  • Dandim Blitar Minta Penyuluh Aktif Dampingi Petani

    Dandim 0808 Blitar, Letkol Arh Surya Dani mengimbau stakeholder pertanian, khususnya penyuluh dan mantri tani agar aktif mendampingi petani.

  • Anton Bantah Bukan Wacana, Janji Realisasikan Monorel 2018

    Wali Kota Malang, HM Anton membantah jika proyek Monorel yang ia dengungkan ke masyarakat hanya sekadar wacana saja. Dia berjanji akan membuktikan bahwa proyek besar ini tidak hanya sekadar janji kosong pemerintah.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top