Berkas Slamet Daroini Dilimpahkan ke Kejaksaan

 Slamet Daroini (paling kanan) di Lapas Kelas II B Blitar (Foto: Istimewa)
Slamet Daroini (paling kanan) di Lapas Kelas II B Blitar (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES, SURABAYA – Berkas kasus Slamet Daroini (55), tersangka penghasutan warga untuk menanam pohon ketela di perkebunan PT Dewi Sri, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlinggi sudah sampai pada tahap dua. Polres Blitar menyerahkan berkas, barang bukti, dan tesangka ke Kejaksaan Negeri Blitar, Selasa (29/11/2016) pagi.

 

Slamet Daroini warga Dusun Sumberarum RT 1 RW X, Desa Tegalsari Kecamatan Wlingi ditetapkan sebagai tersangka dalam penghasutan penamanam pohon oleh 44 orang pada 15 Oktober lalu. Sebanyak 41 warga dikenakan pasal tipiring, dua mahasiswa dibebaskan karena tidak terlibat, dan Slamet Daroini menjadi aktor dalam penanaman pohon ketela di area perkebunan PT Dewi Sri.

 

“Sudah berkasnya sudah masuk tahap kedua, saat ini kami sudah mengirim tersangka ke Kejaksaan Negeri Blitar,” Ungkap Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya, Selasa (29/11/2016).

 

Slamet Daroini ditetapkan sebagai tersangka, karena pada 15 Oktober lalu berpidato mengajak warga yang lainnya untuk menanam pohon ketela di area perkebunan Sengon milik PT Dewi Sri titik 13.  Slamet Daroini diamankan dengan barang bukti berupa enam buah cangkul, 10 buah sabit, satu buah gergaji, empat karung benih ketela, dan satu buah alat mengasah sabit.

 

AKBP Slamet Waloya menjelaskan, karena hasutannya, sehingga membuat orang berbuat melanggar hukum, maka Slamet Daroini dikenakan pasal 160 Kitap Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman enam tahun penjara.

 

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Blitar, Dade Ruskandar menyatakan sudah menerima tersangka kasus penghasutan yang dilimpahkan oleh Polres Blitar. “Sudah kami terima pagi tadi (kemarin pagi, red) dan akan segera kami tindak lanjut untuk menyerahkan ke jaksa penuntut umum,” ungkapnya saat dihubungi melalui tetepon selurer.

 

Dade menegaskan, setelah menerima berkas pihaknya memiliki waktu 20 hari untuk mengajukan jadwal sidang di Pengadilan Negeri Blitar. “Biasanya tidak sampai satu minggu kalau berkas sudah masuk, sudah kita sidangkan,” katanya. (*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
  • Kakek Ditemukan Tewas saat Cabut Singkong

    Durahman (68), seorang petani warga Desa Sumbersari RT 05 RW 03, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, ditemukan meninggal di sebuah pekarangan rumah di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kamis (23/3/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

  • Camat Blimbingsari Lantik Pj Kades Kaligung

    Camat Blimbingsari A. Latif melantik Showan sebagai penjabat (Pj) kades Kaligung, Kamis )23/2/17).bShowan sendiri merupakan PNS di Kecamatan Blimbingsari yang menjabat sebagai kasi PMD.

  • Komisi B DPRD Jatim Sinyalir Kartel Mainkan Harga Cabai

    Makin meroketnya harga cabai di pasaran yang menembus sampai kisaran Rp 150 ribu per kilogram membuat Komisi B DPRD Jatim gregetan. Komisi yang membidangi perekonomian ini menuding kartel yang memainkan harga dalam menaikkan harga cabai.

  • Cabai Impor Sudah Sebulan Beredar di Blitar

    Cabai impor membanjiri pasar-pasar tradisional di Kota Blitar sejak sebulan terakhir. Cabai impor ini sangat diminati masyarakat karena harganya yang relatif murah dibandingkan cabai lokal. Cabai yang beredar itu berasal dari India, Thailand, dan China.

  • Miris, Vitamin Kadaluarsa Diedarkan di PAUD

    Pemberian Vitamin pada anak-anak sejatinya untuk menambah pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak serta daya tubuh pada anak-anak, namun jika vitamin yang diberikan sudah kadaluarsa maka akan menjadi lain ceritanya, setidaknya hal ini terjadi di PAUD Laskar

  • Arema FC Ingin Jajal Tim yang Punya Basis Suporter Besar

    Menejemen Arema FC mulai memikirkan agenda yang akan dijalankan anak-anak Singo Edan usai menjalani Piala Presiden 2017. Pasalnya, Liga 1 yang dijadwalkan akan bergulir Maret, ternyata mundur sekitar 1 bulan, yakni di bulan April.

  • Usai Transaksi Pil Trex, Warga Dusun Ringinpitu Diciduk Polisi

    Diduga menjadi pengedar pil Trihexyphenidil yang masuk dalam kategori obat daftar G yang tidak disertai ijin edar, Beni Purbaya (27), diciduk Tim Reskrim Polsek Purwoharjo di dekat jembatan Dusun Perangan, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo.

  • AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK Jabat Kasatlantas Polres Banyuwangi

    Kursi orang nomor satu di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Banyuwangi kembali berganti. Belum genap 2 bulan menjabat sebagai Kasatlantas di Polres Banyuwangi, AKP. Supiyan harus digantikan oleh AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK.

  • Isak Tangis Iringi Vonis 1,8 Tahun Penjara untuk Slamet Daroini

    Ratusan petani dari Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar menangis histeris ketika salah satu rekan mereka divonis hukuman berat.

  • BPOM Harus Uji Kandungan Cabai dari China dan India

    Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji kandungan cabai kering impor dari China dan India. Mengingat cabe tersebut sudah beredar di beberapa pasar tradisional di Jatim.

  • Dandim Blitar Minta Penyuluh Aktif Dampingi Petani

    Dandim 0808 Blitar, Letkol Arh Surya Dani mengimbau stakeholder pertanian, khususnya penyuluh dan mantri tani agar aktif mendampingi petani.

  • Anton Bantah Bukan Wacana, Janji Realisasikan Monorel 2018

    Wali Kota Malang, HM Anton membantah jika proyek Monorel yang ia dengungkan ke masyarakat hanya sekadar wacana saja. Dia berjanji akan membuktikan bahwa proyek besar ini tidak hanya sekadar janji kosong pemerintah.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top