Sungai Meluap, 4 Rumah Di Desa Selorejo Kritis

Kondisi bibir sungai yang berdekatan dengan rumah warga di Dusun Mlaten Desa Selorejo, Mojowarno, Jombang. (Foto: Muhammad Syafi
Kondisi bibir sungai yang berdekatan dengan rumah warga di Dusun Mlaten Desa Selorejo, Mojowarno, Jombang. (Foto: Muhammad Syafi'i/JombangTIMES)

JATIMTIMES, JOMBANG – Kali putih di Desa Selorejo meluap. Akibatnya, kawasan perkampungan warga yang berada di wilayah Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang itu tergenang air.

Banjir dengan ketinggian 50 - 100 centimeter melanda Dusun Mlaten, Dusun Mojodadi dan Dusun Selorejo, Desa Selorejo pada Selasa (29/11/2016) malam. "Habis shalat isya saya dikabari warga ada banjir, saya cek ternyata memang banjir," ungkap Ilyas, kepala Dusun Selorejo.

Ditemui di lokasi banjir, Ilyas menyebut wilayah yang terdampak banjir berpenduduk 600-an Kepala Keluarga (KK). "Kalau jumlah berdasarkan hitungan KK, ada 600 KK. Separuh lebih yang terkena banjir ini," sebutnya.

Di Dusun Mlaten Desa Selorejo, luapan kali putih yang melintasi Desa Selorejo dan sejumlah Desa di Kecamatan Mojowarno, menyebabkan bibir sungai mengalami abrasi. Derasnya air sungai menyebabkan abrasi dan mengancam sedikitnya 4 rumah warga.

"Kalau yang bahaya ada empat rumah. Pinggiran sungai yang longsor ini ya sekitar 5 meter," ujar Ngatiman (40), warga Dusun Mlaten, kepada JombangTIMES, Rabu (30/11/2016) pagi.

Pemilik salah satu rumah yang kritis tergerus sungai tersebut menuturkan, tergerusnya bantaran sungai disebelah rumahnya diketahui setelah banjir yang melanda perkampungannya surut. 

"Sekitar jam dua belas tadi malam banjir kan surut, saya lalu lihat ternyata ambles 2 meteran. Jadi dari yang ambles sampai sekarang 5 meter yang ambles," ungkap Ngatiman. 

Berdasarkan pantauan, jarak antara 4 rumah warga dengan bibir sungai sangat berdekatan. Bahkan, salah satu rumah warga memiliki jarak kurang dari 1 meter dari batas tanah stabil. 

Selebihnya, kondisi tanah sudah ambles akibat abrasi ke sungai. "Harapan kami, agar pemerintah memperhatikan kondisi kami," kata Ngatiman.

Banjir yang melanda tiga Dusun di Desa Selorejo Kecamatan Mojowarno, surut pada tengah malam. Hingga berita ini diunggah, tidak dilaporkan adanya barang-barang hanyut ataupun adanya korban jiwa. "Alhamdulillah, tidak ada. Kami juga tidak mengungsi karena banjirnya masih aman," kata Sholihin, warga Dusun Mlaten Desa Selorejo.

Sementara itu, bersamaan dengan banjir di Desa Selorejo, banjir juga melanda Desa Catak Gayam dan Dusun Tegalsari Desa Wringin Pitu Kecamatan Mojowarno. Berdasarkan pantauan, ketinggian air antara 30-50 cm dan hanya menggenangi area jalan pekarangan rumah warga.

Banjir juga melanda Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang. Ketinggian air antara 30 - 100 centimeter dan hingga tengah malam terdapat beberapa anak yang mengungsi ke Balai Desa. (*)

Pewarta : Muhammad Syafi'i
Editor : Heryanto
Publisher : Akhmad Prayogi
Sumber : Jombang TIMES
  • Kakek Ditemukan Tewas saat Cabut Singkong

    Durahman (68), seorang petani warga Desa Sumbersari RT 05 RW 03, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, ditemukan meninggal di sebuah pekarangan rumah di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kamis (23/3/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

  • Camat Blimbingsari Lantik Pj Kades Kaligung

    Camat Blimbingsari A. Latif melantik Showan sebagai penjabat (Pj) kades Kaligung, Kamis )23/2/17).bShowan sendiri merupakan PNS di Kecamatan Blimbingsari yang menjabat sebagai kasi PMD.

  • Komisi B DPRD Jatim Sinyalir Kartel Mainkan Harga Cabai

    Makin meroketnya harga cabai di pasaran yang menembus sampai kisaran Rp 150 ribu per kilogram membuat Komisi B DPRD Jatim gregetan. Komisi yang membidangi perekonomian ini menuding kartel yang memainkan harga dalam menaikkan harga cabai.

  • Cabai Impor Sudah Sebulan Beredar di Blitar

    Cabai impor membanjiri pasar-pasar tradisional di Kota Blitar sejak sebulan terakhir. Cabai impor ini sangat diminati masyarakat karena harganya yang relatif murah dibandingkan cabai lokal. Cabai yang beredar itu berasal dari India, Thailand, dan China.

  • Miris, Vitamin Kadaluarsa Diedarkan di PAUD

    Pemberian Vitamin pada anak-anak sejatinya untuk menambah pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak serta daya tubuh pada anak-anak, namun jika vitamin yang diberikan sudah kadaluarsa maka akan menjadi lain ceritanya, setidaknya hal ini terjadi di PAUD Laskar

  • Arema FC Ingin Jajal Tim yang Punya Basis Suporter Besar

    Menejemen Arema FC mulai memikirkan agenda yang akan dijalankan anak-anak Singo Edan usai menjalani Piala Presiden 2017. Pasalnya, Liga 1 yang dijadwalkan akan bergulir Maret, ternyata mundur sekitar 1 bulan, yakni di bulan April.

  • Usai Transaksi Pil Trex, Warga Dusun Ringinpitu Diciduk Polisi

    Diduga menjadi pengedar pil Trihexyphenidil yang masuk dalam kategori obat daftar G yang tidak disertai ijin edar, Beni Purbaya (27), diciduk Tim Reskrim Polsek Purwoharjo di dekat jembatan Dusun Perangan, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo.

  • AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK Jabat Kasatlantas Polres Banyuwangi

    Kursi orang nomor satu di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Banyuwangi kembali berganti. Belum genap 2 bulan menjabat sebagai Kasatlantas di Polres Banyuwangi, AKP. Supiyan harus digantikan oleh AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK.

  • Isak Tangis Iringi Vonis 1,8 Tahun Penjara untuk Slamet Daroini

    Ratusan petani dari Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar menangis histeris ketika salah satu rekan mereka divonis hukuman berat.

  • BPOM Harus Uji Kandungan Cabai dari China dan India

    Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji kandungan cabai kering impor dari China dan India. Mengingat cabe tersebut sudah beredar di beberapa pasar tradisional di Jatim.

  • Dandim Blitar Minta Penyuluh Aktif Dampingi Petani

    Dandim 0808 Blitar, Letkol Arh Surya Dani mengimbau stakeholder pertanian, khususnya penyuluh dan mantri tani agar aktif mendampingi petani.

  • Anton Bantah Bukan Wacana, Janji Realisasikan Monorel 2018

    Wali Kota Malang, HM Anton membantah jika proyek Monorel yang ia dengungkan ke masyarakat hanya sekadar wacana saja. Dia berjanji akan membuktikan bahwa proyek besar ini tidak hanya sekadar janji kosong pemerintah.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top