Pembayaran Ganti Rugi Tol PasPro Sudah Berjalan 70 Persen

Agus Minarno, pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan tol Pasuruan-Probollinggo Kementriean PU–Pera.
Agus Minarno, pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan tol Pasuruan-Probollinggo Kementriean PU–Pera.

JATIMTIMES, MALANGProses pembangunan tol Pasuruan- Probolinggo (PasPro) akan dikerjakan awal 2017 nanti. Saat ini pembebasan lahan dan pembayaran ganti rugi sudah mencapai 70 persen. Sementara, untuk sisanya, akan dilakukan pembayaran sebelum akhir tahun ini.

 

Ditemui PasuruanTimes, Selasa (29/11/2016), pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan tol Pasuruan-Probollinggo Kementerian PU-Pera Agus Minarno mengatakan, saat ini pihaknya akan terus melakukan upaya negosiasi dengan warga yang menolak lahannya dibebaskan untuk pembangunan tol ini.

"Saya besok ke Probolinggo untuk sosialisasi ini. Semoga Desember semua warga mau melepaskan tanahnya untuk pembangunan tol ini," katanya usai membayar ganti rugi pembebasan lahan tol kepada warga di Balai Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Dia mengatakan, sekitar 30 persen warga menolak dengan harga ganti rugi yang diberikannya. Akhirnya, mereka pun bersikukuh dan akan berjuang sampai Mahkamah Agung (MA).

"Kami akan fasilitisi apa kemauan warga yang menolak. Jika mereka ingin menempuh jalur hukum, kami juga siap. Tapi, kami tetap berupaya agar ini bisa selesai tanpa jalur hukum. Sehingga proyek pembangunan tol ini bisa cepat terlaksana," imbuhnya.

Agus mengaku, pihaknya sudah memberikan harga yang lumayan tinggi dan disesuaikan dengan harga tanah di lapangan. Untuk per meternya, pihaknya memberikan harga paling rendah Rp 260.000 dan paling mahal Rp 580.000.

Untuk sekedar diketahui, tol PasPro ini rencananya akan dibangun dengan panjang 31,30 kilometer. Pembangunannya ada tiga sesi. Sesi satu nantinya akan melewati Grati-Nguling sepanjang 8 km. Sesi dua, perbatasan Nguling (Pasuruan)-Sumberasih (Probolinggo) sepanjang 6 km. Dan sesi tiga, Sumberasih-Leces sepanjang 17,30 km. Tol ini diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 271 hektare dan atau sekitar 3.000 bidang. Nantinya, akan ada tiga simpang susun, yakni Tongas, Probolinggo Barat, Leces. (*)

Pewarta : M. Khoiron
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Akhmad Prayogi
Sumber : Pasuruan TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top