Cegah Perpecahan Bangsa, Kodim Blitar Gelar Gerakan Nusantara Bersatu

Gerakan Nusantara Bersatu di Alun-Alun Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Gerakan Nusantara Bersatu di Alun-Alun Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITARKomando Distrik Militer (Kodim) 0808 Blitar menggelar Gerakan Nusantara Bersatu di Alun-Alun Blitar, Rabu (30/11/2016) pukul 07.00 WIB. Acara ini dihadiri Forkopimda Blitar Raya, para tokoh agama, tokoh pemuda pemuda, FKPPI, serta TNI-Polri.

 

Tema gerakan ini adalah Nusantara Bersatu, Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita Bersama, Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan ini dimeriahkan aksi seniman Blitar raya dan  siswa sekolah yang menampilkan pentas seni.

Bupati Blitar Rijanto dan Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar serta tokoh masyarakat yang hadir dalam acara ini juga melakukan orasi kebangsaan.

Komandan Kodim 0808 Blitar Letkol Arh Surya Dani mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui kegiatan ini, ribuan orang yang hadir diajak untuk melihat dari dekat bahwa Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika yang penuh keanekaragaman terdiri atas berbagai ras dan suku bangsa.

“Kita harus bersatu agar Indonesia ini tetap bediri. Sejarah membuktikan, Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya itu hancur karena dihasut akibat terjadi perpecahan dari dalam. Ini yang tidak kita inginkan,” kata Surya Dani di sela-sela acara kepada wartawan.

Dijelaskannya, kegiatan Gerakan Nusantara Bersatu ini merupakan instruksi dari panglima TNI dan dilaksanakan serentak se-Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan melibatkan seluruh komponen. “Melalui Nusantara Bersatu ini, kita ingin mengigatkan bahwa kita itu berbeda tapi kita harus bersatu. Negara kita itu kaya akan sumber daya alam. Salah satunya  minyak yang menjadi incaran negara asing,” imbuhnya.

Sementara, Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar mengatakan, dengan kegiatan Gerakan Nusantara Bersatu ini, Indonesia tetap utuh dan tidak ada yang mengganggu Indonesia. “Semoga dengan kegiatan ini, rakyat mendengar bahwa NKRI harga mati. Rakyat kuat dan Indonesia tetap utuh,” ungkapnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Bupati Blitar Rijanto menegaskan, seluruh warga Negara Indonesia harus memegang teguh prinsip kebhinekaan. “Meskipun kita berbeda-beda suku, berbeda ras, berbeda agama, tapi kita tetap Indonesia agar negara ini kuat,” tandasnya. (*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Abdul Rahman
Sumber : Blitar TIMES
  • Kakek Ditemukan Tewas saat Cabut Singkong

    Durahman (68), seorang petani warga Desa Sumbersari RT 05 RW 03, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, ditemukan meninggal di sebuah pekarangan rumah di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kamis (23/3/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

  • Camat Blimbingsari Lantik Pj Kades Kaligung

    Camat Blimbingsari A. Latif melantik Showan sebagai penjabat (Pj) kades Kaligung, Kamis )23/2/17).bShowan sendiri merupakan PNS di Kecamatan Blimbingsari yang menjabat sebagai kasi PMD.

  • Komisi B DPRD Jatim Sinyalir Kartel Mainkan Harga Cabai

    Makin meroketnya harga cabai di pasaran yang menembus sampai kisaran Rp 150 ribu per kilogram membuat Komisi B DPRD Jatim gregetan. Komisi yang membidangi perekonomian ini menuding kartel yang memainkan harga dalam menaikkan harga cabai.

  • Cabai Impor Sudah Sebulan Beredar di Blitar

    Cabai impor membanjiri pasar-pasar tradisional di Kota Blitar sejak sebulan terakhir. Cabai impor ini sangat diminati masyarakat karena harganya yang relatif murah dibandingkan cabai lokal. Cabai yang beredar itu berasal dari India, Thailand, dan China.

  • Miris, Vitamin Kadaluarsa Diedarkan di PAUD

    Pemberian Vitamin pada anak-anak sejatinya untuk menambah pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak serta daya tubuh pada anak-anak, namun jika vitamin yang diberikan sudah kadaluarsa maka akan menjadi lain ceritanya, setidaknya hal ini terjadi di PAUD Laskar

  • Arema FC Ingin Jajal Tim yang Punya Basis Suporter Besar

    Menejemen Arema FC mulai memikirkan agenda yang akan dijalankan anak-anak Singo Edan usai menjalani Piala Presiden 2017. Pasalnya, Liga 1 yang dijadwalkan akan bergulir Maret, ternyata mundur sekitar 1 bulan, yakni di bulan April.

  • Usai Transaksi Pil Trex, Warga Dusun Ringinpitu Diciduk Polisi

    Diduga menjadi pengedar pil Trihexyphenidil yang masuk dalam kategori obat daftar G yang tidak disertai ijin edar, Beni Purbaya (27), diciduk Tim Reskrim Polsek Purwoharjo di dekat jembatan Dusun Perangan, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo.

  • AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK Jabat Kasatlantas Polres Banyuwangi

    Kursi orang nomor satu di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Banyuwangi kembali berganti. Belum genap 2 bulan menjabat sebagai Kasatlantas di Polres Banyuwangi, AKP. Supiyan harus digantikan oleh AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK.

  • Isak Tangis Iringi Vonis 1,8 Tahun Penjara untuk Slamet Daroini

    Ratusan petani dari Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar menangis histeris ketika salah satu rekan mereka divonis hukuman berat.

  • BPOM Harus Uji Kandungan Cabai dari China dan India

    Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji kandungan cabai kering impor dari China dan India. Mengingat cabe tersebut sudah beredar di beberapa pasar tradisional di Jatim.

  • Dandim Blitar Minta Penyuluh Aktif Dampingi Petani

    Dandim 0808 Blitar, Letkol Arh Surya Dani mengimbau stakeholder pertanian, khususnya penyuluh dan mantri tani agar aktif mendampingi petani.

  • Anton Bantah Bukan Wacana, Janji Realisasikan Monorel 2018

    Wali Kota Malang, HM Anton membantah jika proyek Monorel yang ia dengungkan ke masyarakat hanya sekadar wacana saja. Dia berjanji akan membuktikan bahwa proyek besar ini tidak hanya sekadar janji kosong pemerintah.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top