Tenaga Konstruksi Bersertifikat Indonesia Minim, Terancam Pekerja Asing

Pembekalan dan fasilitasi uji kompetensi tukang bangunan umum dengan MTU (mobile training unit) di Kabupaten Pekalongan belum lama ini (Foto : Istimewa)
Pembekalan dan fasilitasi uji kompetensi tukang bangunan umum dengan MTU (mobile training unit) di Kabupaten Pekalongan belum lama ini (Foto : Istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Pekerja asli Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi terancam eksistensinya. Bakan, jika tak segera diantisipasi, para pekerja konstruksi Indonesia bisa kehilangan mata pencariannya. Ancaman tersebut terjadi karena sampai saat ini hanya sedikit pekerja konstruksi Indonesia yang memiliki sertifikat.

Berdasarkan data yang ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat, pekerja konstruksi yang mempunyai sertifikat kurang dari 10 persen. Dalam era global ini, minimnya tenaga kerja yang bersertifikat ini tentu akan sangat membuka peluang bagi pekerja asing untuk menggarap konstruksi di Indonesia.

Dan dampaknya, pelerja konstruksi yang tak bersertifikat ini dianggap kurang berkompetensi dan bisa tersingkir dari persaingan kerja.

 "Saat ini pekerja konstruksi yang bersertifikat baru mencapai 6,55 persen dari total 7,3 juta tenaga konstruksi. Tentu jumlah ini sangat kurang dibandingkan dengan besarnya pekerjaan konstruksi yang ada. Kami berharap, pekerjaan konstruksi harus mampu menyerap tenaga Indonesia," kata Agus Muryanto, Kasubdit Pemberdayaan Wilayah 2 Direktorat Kerjasama dan Pemberdayaan, Selasa (29/11/2016) lalu di Kabupaten Pekalongan.

Untuk diketahui, pembangunan infrastruktur nasional menjadi salah satu prioritas Presiden Republik Indonesia dalam periode 2015-2019. Terbukti dengan target pembangunan dalam periode tersebut antara lain pembangunan jalan baru sepanjang 2.350 kilometer, jalan tol sepanjang 1.000 kilometer, pembangunan 65 waduk atau bendungan, serta penyediaan 1 juta rumah.

Dengan banyak pembangunan infrastruktur tersebut, pemerintah berharap agar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat,  salah satunya dengan memberdayakan dan melibatkan sebanyak-banyaknya pelaku usaha dan tenaga kerja konstruksi lokal.

Jangan sampai terjadi banyaknya garapan infrastruktur ini  menjadi makanan empuk bagi tenaga kerja asing gara-gara pekerja konstruksi lokal tak mempunyai sertifikat.

Nah, agar para tenaga lokal mampu bersaing, Kemeterian PUPR melalui Direktorat Bina Konstruksi bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Pemprov Jawa Tengah, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi, Tim Pembina Jasa Konstruksi Kabupaten Pekalongan, serta Paguyuban Tukang Konstruksi Indonesia melaksanakan pembekalan dan fasilitasi uji kompetensi tukang bangunan umum dengan MTU (mobile training unit) di Kabupaten Pekalongan.

Uji ini berlangsung dari 29  November sampai dengan 1 Desember 2016, dan diikuti oleh 280 peserta.

Pemberian pelatihan ini juga sesuai arahan Menteri PUPR beberapa waktu lalu saat memberi arahan pada kegiatan Uji Kompetensi dan sertifikasi masal, bahwa salah satu upaya menghadapi persaingan global adalah dengan peningkatan sumber daya manusia jasa konstruksi, yaitu dengan melakukan uji dan sertifikasi serta sosialisasi terkait pentingnya tenaga kerja konstruksi bersertifikat.

Dirjen Bina Konstruksi Yusid Toyib pada saat membuka Lomba Pekerja Konstruksi 2016 beberapa waktu lalu  juga mengatakan bahwa sertifikasi merupakan hal yang sangat krusial.

Karena di masa mendatang, tantangan pembangunan infrastruktur terus meningkat, di mana diperlukan ketersediaan infrastruktur berkualitas dan kinerja pekerja harus dapat handal dan terbukti. Bukti ini tidak lain adalah sertifikat.

Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR mempunyai beberapa strategi kebijakan untuk percepatan pencetakan tenaga kerja konstruksi yang kompeten.

Strategi tersebut di antaranya adalah mendorong penciptaan instruktur pelatihan, asesor pelatihan dan mandor calon instruktur terlatih seryta tersertifikasi, pembenahan skema sertifikasi, standarisasi USTK (unit sertifikasi tenaga kerja) sama/setara dengan lembaga sertifikasi profesi yang dibentuk oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), pelaksanaan program binjakonda (Pembinaan Jasa Konstruksi Daerah).


Pembekalan dan fasilitasi uji kompetensi tukang bangunan umum dengan MTU (mobile training unit) di Kabupaten Pekalongan belum lama ini (Foto : Istimewa)

Strategi berikutnya adalah dengan link and match antara dunia pendidikan, industri dan pemerintah, di antaranya menciptakan akses pelaksanaan on job training pada proyek-proyek konstruksi, Program pelatihan mandiri/plasma, dengan melatih para mandor yang bekerja pada proyek-proyek konstruksi untuk dapat menjadi trainer bagi tenaga-tenaga terampil yang menjadi anggotanya, serta program pelatihan dan uji kompetensi dengan kendaraan pelatihan keliling atau mobile training unit (MTU).

Pemerintah menyadari, untuk bisa mencetak tenaga kerja konstruksi bersertifikat tersebut perlu adanya sinergi antara para pelaku dan stakeholder (pemangku kepentingan) dibidang jasa konstruksi.

Untuk di masa mendatang akan lebih banyak dilakukan kerja sama dengan stakeholders untuk menciptakan tenaga kerja konstruksi kompeten dan bersertifikat.

Pewarta : Heryanto
Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu Anandhika
  • Melihat Batik Khas Desa Tlogo Kabupaten Blitar, Keunikannya Diminati Warga Australia

    Batik merupakan budaya warisan nenek moyang Indonesia. Dan hampir setiap daerah di Indonesia punya batik yang berbeda-beda pola dan motif gambarnya.

  • Pilkada, Azan Pun Jadi Persoalan Bagi Bawaslu

    Ada yang menarik dari paparan yang disampaikan Bawaslu Provinsi Jawa Timur dalam sosialisasi Pengawasan Pemilu Bagi Ormas, LSM dan media. Komisioner Bawaslu, Aang Khunaifi memberikan contoh adanya calon yang melakukan azan dan ditayangkan di sebuah media.

  • Karena Foto, Panwaslu Tulungagung Putuskan Tiga ASN Bersalah, Kadis Tidak

    Tiga ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung dinyatakan bersalah oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tulungagung.Tiga ASN yang terdiri dari dua Camat yaitu Camat Sumbergempol dan Camat Ngunut serta seorang Kepala Bidang (Kabid) di Di

  • Jalur On The Spot Pakusari, Masuk Penilaian OK BOS Dirlantas Polda Jatim

    Jalur tengkorak timur terminal Pakusari tepatnya di depan PTPN Kebun Kertosari Pakusari Jember jadi penilaian kegiatan “Open Karo Black On The Spot” (OK BOS) Daerah rawan kecelakaan lalu lintas (Blakcspot) dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim. Jalur di

  • Coba Gaya Foto OOTD Dengan Bantal

    Tidak bisa dipungkiri, gaya foto di media sosial Instagram jadi bukti eksistensi diri. Banyak cara eksis di media sosial. Salah satunya adalah mengunggah foto OOTD (Outfit of the Day) yang menarik. Buat kamu kawula muda, pasti dong tidak ingin tampil itu-

  • KPU Batu Mudahkan Pemilih Disabilitas

    Komisi Pemilihan Umum Kota Batu memberikan perhatian khusus kepada para disabilitas di Kota Batu untuk pelaksanaan coblosan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018, pada Juni mendatang.

  • Suket Khusus Untuk Nyoblos Pilkada Dicetak Mulai 20 Mei

    Calon pemilih yang belum memiliki KTP elektronik tak perlu khawatir untuk menggunakan hak pilihnya. Karena untuk pilkada 2018, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerbi

  • Tingkatkan Mutu Pendidikan Pemkot Latih 1.343 Kepala PAUD

    Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya. Salah satunya dengan menggelar kegiatan workshop kemampuan kepada para guru pendidik PAUD (Pendidikan Anak Usia Di

  • Tekan Angka Kriminalitas, Sita Ratusan Botol Miras

    Sedikitnya, 13 krat miras berbagai ukuran dan merek diamankan petugas saat razia, Senin (23/4) malam kemarin. Selain itu petugas juga mengamankan 4 pemandu lagu yang sedang menemani pengunjung di salah satu tempat karaoke. Petugas juga mengamankan 4 unit

  • Pasangan Calon SAE Pilih Kampanye Senyap

    Pengerahan massa dalam jumlah banyak tidak selalu dilakukan pasangan calon kepala daerah. Seperti halnya yang dilakukan pasangan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (SAE).

  • Tanah Kavling Warga Dijual Oknum Pensiunan Lurah

    Pensiunan PNS Pemkot Probolinggo, diduga telah menjual tanah milik warga. Tanah kavling berukuran 5 X 22 meter yang berlokasi di Jalan Letjen Sutoyo Gang II, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, milik almarhum Ali Sumar orang tua Nur Eva Arimami (

  • Malaikat Maut Kembali Jemput Tiga Pemabuk Di Surabaya

    Korban terus berjatuhan akibat minuman keras (Miras). Sebelumnya tiga warga Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari tewas akibat menenggak miras. Terbaru, dua nyawa melayang diduga kuat karena miras oplosan.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top