Kembali ke Budaya, Rendra Kresna Dorong Kecintaan Berbusana Tradisi Jawa

Dari kiri, Rendra Kresna (Bupati Malang) dan Hari Sasongko (Ketua DPRD Kabupaten Malang) mengenakan busana tradisi jawa dalam acara HUT Kabupaten Malang (Foto Humas Pemkab Malang for MalangTIMES)
Dari kiri, Rendra Kresna (Bupati Malang) dan Hari Sasongko (Ketua DPRD Kabupaten Malang) mengenakan busana tradisi jawa dalam acara HUT Kabupaten Malang (Foto Humas Pemkab Malang for MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Keunggulan budaya yang dimiliki Indonesia, khususnya budaya berbusana tradisi Jawa membuat Rendra Kresna, Bupati Malang, menggalakkan kembali budaya tersebut dalam berbagai acara.

Lomba Kebaya sampai pemakaian busana tradisi Jawa di setiap acara resmi Kabupaten Malang, seperti HUT Kabupaten Malang dijadikan ajang untuk mendorong masyarakat maupun pegawai negeri sipil kembali mencintai budaya berbusana tradisi Jawa.

"Itu momentum untuk mengembalikan budaya berbusana Jawa. Tidak secara cepat tapi perlahan-lahan. Sayang budaya leluhur kita kalau hilang karena modernisasi,"ujar Rendra Kresna dalam bincang-bincang santai di rumah dinasnya, Rabu (30/11/2016). 

Kecintaan Rendra Kresna dalam ruang budaya yang tidak terekspos masif dikarenakan penugasannya sebagai Bupati, dalam kesempatan tersebut, sedikit terkuak.

"Saya cinta budaya bahkan saya praktekkan dalam kehidupan sehari-hari," terang penulis Buku Tradisi Petekan Tes Keperawanan dari Ngeri Kahyangan ini.

Dalam berbusana jawa, Rendra Kresna seringkali memakai busana Jawa lengkap. Seperti bagian atas tubuh memakai iket, udheng.

Untuk bagian tubuh seperti rasukan atau bisa disebut dengan baju, jarik, sabuk, epek, timang. Bagian belakang tubuh yakni keris, dan bagian bawah kaki yaitu candela.

"Kadang pakai lengkap, terkadang juga tidak melihat acaranya saja,"ujar Rendra Kresna yang selain mencintai budaya juga memiliki pengetahuan cukup dalam tentang budaya Jawa.

"Busana tradisi Jawa memiliki makna yang dalam dan penuh dengan piwulang sinandhi, ajaran tersirat yang terkait dengan filosofi Jawa,"terangnya.

Dia juga menyatakan busana tradisi Jawa ini merupakan ajaran untuk melakukan segala sesuatu di dunia ini secara harmoni yang berkaitan dengan aktifitas sehari-hari, baik dalam hubungannya dengan sesama manusia, dengan diri sendiri, maupun dengan Tuhan Yang Maha Kuasa pencipta segala sesuatu di muka bumi ini. 

"Jadi jangan pandang budaya leluhur kita, semisal berbusana tradisi tidak ada manfaatnya kalau kita pakai dan budayakan ulang saat ini,"pungkasnya.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
  • Kakek Ditemukan Tewas saat Cabut Singkong

    Durahman (68), seorang petani warga Desa Sumbersari RT 05 RW 03, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, ditemukan meninggal di sebuah pekarangan rumah di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kamis (23/3/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

  • Camat Blimbingsari Lantik Pj Kades Kaligung

    Camat Blimbingsari A. Latif melantik Showan sebagai penjabat (Pj) kades Kaligung, Kamis )23/2/17).bShowan sendiri merupakan PNS di Kecamatan Blimbingsari yang menjabat sebagai kasi PMD.

  • Komisi B DPRD Jatim Sinyalir Kartel Mainkan Harga Cabai

    Makin meroketnya harga cabai di pasaran yang menembus sampai kisaran Rp 150 ribu per kilogram membuat Komisi B DPRD Jatim gregetan. Komisi yang membidangi perekonomian ini menuding kartel yang memainkan harga dalam menaikkan harga cabai.

  • Cabai Impor Sudah Sebulan Beredar di Blitar

    Cabai impor membanjiri pasar-pasar tradisional di Kota Blitar sejak sebulan terakhir. Cabai impor ini sangat diminati masyarakat karena harganya yang relatif murah dibandingkan cabai lokal. Cabai yang beredar itu berasal dari India, Thailand, dan China.

  • Miris, Vitamin Kadaluarsa Diedarkan di PAUD

    Pemberian Vitamin pada anak-anak sejatinya untuk menambah pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak serta daya tubuh pada anak-anak, namun jika vitamin yang diberikan sudah kadaluarsa maka akan menjadi lain ceritanya, setidaknya hal ini terjadi di PAUD Laskar

  • Arema FC Ingin Jajal Tim yang Punya Basis Suporter Besar

    Menejemen Arema FC mulai memikirkan agenda yang akan dijalankan anak-anak Singo Edan usai menjalani Piala Presiden 2017. Pasalnya, Liga 1 yang dijadwalkan akan bergulir Maret, ternyata mundur sekitar 1 bulan, yakni di bulan April.

  • Usai Transaksi Pil Trex, Warga Dusun Ringinpitu Diciduk Polisi

    Diduga menjadi pengedar pil Trihexyphenidil yang masuk dalam kategori obat daftar G yang tidak disertai ijin edar, Beni Purbaya (27), diciduk Tim Reskrim Polsek Purwoharjo di dekat jembatan Dusun Perangan, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo.

  • AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK Jabat Kasatlantas Polres Banyuwangi

    Kursi orang nomor satu di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Banyuwangi kembali berganti. Belum genap 2 bulan menjabat sebagai Kasatlantas di Polres Banyuwangi, AKP. Supiyan harus digantikan oleh AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK.

  • Isak Tangis Iringi Vonis 1,8 Tahun Penjara untuk Slamet Daroini

    Ratusan petani dari Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar menangis histeris ketika salah satu rekan mereka divonis hukuman berat.

  • BPOM Harus Uji Kandungan Cabai dari China dan India

    Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji kandungan cabai kering impor dari China dan India. Mengingat cabe tersebut sudah beredar di beberapa pasar tradisional di Jatim.

  • Dandim Blitar Minta Penyuluh Aktif Dampingi Petani

    Dandim 0808 Blitar, Letkol Arh Surya Dani mengimbau stakeholder pertanian, khususnya penyuluh dan mantri tani agar aktif mendampingi petani.

  • Anton Bantah Bukan Wacana, Janji Realisasikan Monorel 2018

    Wali Kota Malang, HM Anton membantah jika proyek Monorel yang ia dengungkan ke masyarakat hanya sekadar wacana saja. Dia berjanji akan membuktikan bahwa proyek besar ini tidak hanya sekadar janji kosong pemerintah.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top