Owner d'Kroos BC Malang : Akan Kami Pertahankan Gelar Tinju Juara Dunia Ini

Owner sekaligus Promotor d
Owner sekaligus Promotor d'Kross BC, Ir H Ade Herawanto MT, (tengah), beserta rentetan gelar sabuk emas saat menggelar press conference di Rumah Makan Ocean Garden, Rabu (30/11/2016). (Foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Kemenangan petinju besutan d'Kroos BC Malang, Hero Tito dan Rivo Rengkung di ajang Kejuaraan Tinju Dunia Sabuk Emas Xanana 2016 di Lospalos Gymnasium, Timor Leste. Minggu (27/11/2016) lalu menjadi hadiah besar bagi kebanggaan Kota Malang.

Demikian disampaikan Owner sekaligus Promotor d'Kross BC, Ir H Ade Herawanto MT,saat menggelar press conference menyambut kemenangan kedua petinju asal Bhumi Arema di Rumah Makan Ocean Garden, Malang, Rabu (30/11/2016).

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir petinju d'Kross BC, Hero Tito dan Rivo Rengkung, perwakilan Asisten III Pemkot Malang, Wahyudi, dan komunitas d'Kross.

Owner sekaligus Promotor d'Kross BC, Ir H Ade Herawanto MT dalam sambutannya dia membeberkan sejarah tinju di Kota Malang.  

Bahwa Bhumi Arema kembali memiliki seorang juara tinju dunia setelah era Nurhuda, Monod, Wongso Suseno hingga Thomas Americo beberapa dekade lalu.

"Kita semua melihat masa depan tinju Malang yang gemilang. Kini kembali terang, seiring keberhasilan Hero mengamankan gelar juara dunia kelas ringan versi World Professional Boxing Federation (WPBF)," kata Sam Ade dihadapan awak media.

Kesuksesan tersebut, menjadi cambuk semangat ke depan dengan melihat prestasi yang diraih tinju dunia  pada era 2002 silam.

Lanjut dia, dirinya yang notabene pengelola d’Kross Boxing Camp (BC) dan mencetuskan lahirnya kejuaraan Malang Super Fight (MSF) telah menyelenggarakan kejuaraan tinju hingga 22 edisi. 

"Nyatanya, para petinju Malang Raya tak berhenti melahirkan petinju-petinju hebat dan pantang menyerah sejak berdiri tahun 2008 silam. Mereka, memiliki ambisi dan semangat yang besar," tegasnya.

Dia ingin mengembalikan kejayaan tinju Malang seperti era 70 sampai  80-an. Semua itu, berangkat dari rasa keprihatinan akan terpuruknya olahraga tinju di Malang.

Pria kelahiran 17 Oktober 1968 ini mengungkapkan awal mula kecintaanya dengan dunia olahraga tumbuh setelah ada gelaran tinju di Lapangan Rampal Agustus 2002 silam. 

“Semua orang saat itu larut dalam euforia sepakbola. Sampai-sampai tinju pada acara Expo Rampal tidak ada yang menonton. Miris sekali melihatnya. Saya ingin melihat ada seorang juara tinju dunia asal Malang. Saya berusaha keras bisa jadi promotor untuk mewujudkannya,” kata pria dua anak tersebut bernada semangat.

Kemudian, ia mendirikan d’Kross BC Malang menjadi sasana ikonik baru Kota Malang pasca melahirkan petinju hebat macam Kirno Armase, Sis Morales, Victor Mausul, Mosin Khadafi hingga Hero Tito dan Rivo Rengkung yang kini berstatus juara dunia. 

Disamping itu, Hero Tito berhasil melibas lawannya dari Thailand, Thongchai Kunram partai kelas ringan 61,2 kilogram. Kemudian, Rivo Rengkung berhasil mengalahkan Anusom Chaisura kelas ringan junior 58,9 kilogram.

Pewarta : imam syafii
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
  • Kakek Ditemukan Tewas saat Cabut Singkong

    Durahman (68), seorang petani warga Desa Sumbersari RT 05 RW 03, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, ditemukan meninggal di sebuah pekarangan rumah di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kamis (23/3/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

  • Camat Blimbingsari Lantik Pj Kades Kaligung

    Camat Blimbingsari A. Latif melantik Showan sebagai penjabat (Pj) kades Kaligung, Kamis )23/2/17).bShowan sendiri merupakan PNS di Kecamatan Blimbingsari yang menjabat sebagai kasi PMD.

  • Komisi B DPRD Jatim Sinyalir Kartel Mainkan Harga Cabai

    Makin meroketnya harga cabai di pasaran yang menembus sampai kisaran Rp 150 ribu per kilogram membuat Komisi B DPRD Jatim gregetan. Komisi yang membidangi perekonomian ini menuding kartel yang memainkan harga dalam menaikkan harga cabai.

  • Cabai Impor Sudah Sebulan Beredar di Blitar

    Cabai impor membanjiri pasar-pasar tradisional di Kota Blitar sejak sebulan terakhir. Cabai impor ini sangat diminati masyarakat karena harganya yang relatif murah dibandingkan cabai lokal. Cabai yang beredar itu berasal dari India, Thailand, dan China.

  • Miris, Vitamin Kadaluarsa Diedarkan di PAUD

    Pemberian Vitamin pada anak-anak sejatinya untuk menambah pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak serta daya tubuh pada anak-anak, namun jika vitamin yang diberikan sudah kadaluarsa maka akan menjadi lain ceritanya, setidaknya hal ini terjadi di PAUD Laskar

  • Arema FC Ingin Jajal Tim yang Punya Basis Suporter Besar

    Menejemen Arema FC mulai memikirkan agenda yang akan dijalankan anak-anak Singo Edan usai menjalani Piala Presiden 2017. Pasalnya, Liga 1 yang dijadwalkan akan bergulir Maret, ternyata mundur sekitar 1 bulan, yakni di bulan April.

  • Usai Transaksi Pil Trex, Warga Dusun Ringinpitu Diciduk Polisi

    Diduga menjadi pengedar pil Trihexyphenidil yang masuk dalam kategori obat daftar G yang tidak disertai ijin edar, Beni Purbaya (27), diciduk Tim Reskrim Polsek Purwoharjo di dekat jembatan Dusun Perangan, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo.

  • AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK Jabat Kasatlantas Polres Banyuwangi

    Kursi orang nomor satu di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Banyuwangi kembali berganti. Belum genap 2 bulan menjabat sebagai Kasatlantas di Polres Banyuwangi, AKP. Supiyan harus digantikan oleh AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK.

  • Isak Tangis Iringi Vonis 1,8 Tahun Penjara untuk Slamet Daroini

    Ratusan petani dari Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar menangis histeris ketika salah satu rekan mereka divonis hukuman berat.

  • BPOM Harus Uji Kandungan Cabai dari China dan India

    Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji kandungan cabai kering impor dari China dan India. Mengingat cabe tersebut sudah beredar di beberapa pasar tradisional di Jatim.

  • Dandim Blitar Minta Penyuluh Aktif Dampingi Petani

    Dandim 0808 Blitar, Letkol Arh Surya Dani mengimbau stakeholder pertanian, khususnya penyuluh dan mantri tani agar aktif mendampingi petani.

  • Anton Bantah Bukan Wacana, Janji Realisasikan Monorel 2018

    Wali Kota Malang, HM Anton membantah jika proyek Monorel yang ia dengungkan ke masyarakat hanya sekadar wacana saja. Dia berjanji akan membuktikan bahwa proyek besar ini tidak hanya sekadar janji kosong pemerintah.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top