Kabupaten Blitar Krisis Pemanjat Nira Kelapa

Salah satu pemanjat nira kelapa di Blitar yang masih eksis.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Salah satu pemanjat nira kelapa di Blitar yang masih eksis.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Gula kelapa adalah gula yang dibuat dari bahan nira kelapa yang disebut-sebut lebih bergizi dan mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan gula pasir yang terbuat dari tebu.

Gula kelapa juga disebut gula aren kelapa. Gula kelapa dibuat dari getah, yang merupakan cairan manis dari tanaman kelapa.

Gula kelapa sering disalah artikan dengan Gula Aren, yang mirip namun dibuat dari tipe pohon palem yang berbeda.

Kabupaten Blitar bagian utara sejak jaman kuno dikenal sebagai penghasil gula kelapa terbesar di wilayah eks Karesidenan Kediri.

Salah satu wilayah penghasil gula kelapa terbaik di Blitar adalah Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Dulu di Desa Ngoran cukup terkenal karena mayoritas warganya merupakan petani gula kelapa. Namun dewasa ini petani gula kelapa di Desa Ngoran semakin berkurang.

Saat ini hanya puluhan warga saja yang tetap menekuni usaha pembuatan gula kelapa yang terkenal berwarna coklat kemerahan ini.

Perkembangan dinamika sosial ekonomi masyarakat yang pesat di Blitar utara banyak mempengaruhi perkembangan gula nya orang jawa ini.

“Saat ini tak banyak lagi orang membuat gula kelapa karena sulitnya mencari pemanjat nira kelapa atau orang jawa menyebutnya tukang nderes,” kata Sri Rahayu (58), salah satu warga Desa Ngoran, Rabu (30/11/2016).

Menurut Sri yang sudah puluhan tahun membuat gula kelapa, saat ini banyak pemanjat nira kelapa yang beralih profesi menjadi penambang pasir karena hasilnya lebih banyak dan  menjanjikan.

Ini karena Blitar utara yang  dialiri sungai lahar Gunung Kelud menjadi sentra utama pertambangan pasir di wilayah Eks Karesidenan Kediri usai Gunung Kelud meletus beberapa tahun yang lalu.

Begitu pula, mencari tukang nderes juga sulitnya bukan main, karena banyak anak muda yang tak berminat menjalankan profesi ini. kondisi ini menurut Sri, terjadi di seluruh wilayah Blitar.

“Profesi tukang nderes tak lagi diminati karena resikonya yang sangat besar, setiap hari memanjat pohon yang tinggi. Apabila hujan deras banyak yang tak berani kerja karena resikonya nyawa,” jelasnya.

Ibu dua anak ini mengaku sekitar lima tahun yang lalu pernah memiliki 3 pemanjat nira kelapa. Kini ia hanya memiliki satu orang pemanjat. Agar usaha perekonomiannya tetap jalan system kerja pun dirubah agar tetap bisa sama-sama hidup.

“Sistem kerjanya bagi hasil karena kami tidak bisa memanjat sendiri, jika dulu 10 hari hasil nira kelapa untuk saya dan 10 hari untuk mereka, kini dirubah, pemanjat 10 hari hasil nira kelapa untuk pemanjat dan 8 hari hasilnya untuk saya.

Itupun saya masih memfasilitasi alat produksi seperti komplong, tali raffia, obat dan tambang. Kami mengalah agar tukang nderes ini merasa nyaman,” jelasnya.

Dijelaskannya, semakin langkanya profesi pemanjat nira kepala ini  membuat banyak warga meninggalkan usaha memproduksi gula kelapa.

Meski begitu ia meyakinkan diri apapun kondisinya akan tetap bertahan, karena hanya itulah yang menghidupinya selama puluhan tahun, terlebih setelah suaminya meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.

Untuk saat ini disaat harga gula menembus angka Rp.13.800, Sri mengaku masih bisa untung cukup lumayan. Dalam waktu 3 hari ia masih bisa memproduksi 24 kilo gula kelapa. (*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Heryanto
Publisher : Abdul Rahman
Sumber : Blitar TIMES
  • Kakek Ditemukan Tewas saat Cabut Singkong

    Durahman (68), seorang petani warga Desa Sumbersari RT 05 RW 03, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, ditemukan meninggal di sebuah pekarangan rumah di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kamis (23/3/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

  • Camat Blimbingsari Lantik Pj Kades Kaligung

    Camat Blimbingsari A. Latif melantik Showan sebagai penjabat (Pj) kades Kaligung, Kamis )23/2/17).bShowan sendiri merupakan PNS di Kecamatan Blimbingsari yang menjabat sebagai kasi PMD.

  • Komisi B DPRD Jatim Sinyalir Kartel Mainkan Harga Cabai

    Makin meroketnya harga cabai di pasaran yang menembus sampai kisaran Rp 150 ribu per kilogram membuat Komisi B DPRD Jatim gregetan. Komisi yang membidangi perekonomian ini menuding kartel yang memainkan harga dalam menaikkan harga cabai.

  • Cabai Impor Sudah Sebulan Beredar di Blitar

    Cabai impor membanjiri pasar-pasar tradisional di Kota Blitar sejak sebulan terakhir. Cabai impor ini sangat diminati masyarakat karena harganya yang relatif murah dibandingkan cabai lokal. Cabai yang beredar itu berasal dari India, Thailand, dan China.

  • Miris, Vitamin Kadaluarsa Diedarkan di PAUD

    Pemberian Vitamin pada anak-anak sejatinya untuk menambah pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak serta daya tubuh pada anak-anak, namun jika vitamin yang diberikan sudah kadaluarsa maka akan menjadi lain ceritanya, setidaknya hal ini terjadi di PAUD Laskar

  • Arema FC Ingin Jajal Tim yang Punya Basis Suporter Besar

    Menejemen Arema FC mulai memikirkan agenda yang akan dijalankan anak-anak Singo Edan usai menjalani Piala Presiden 2017. Pasalnya, Liga 1 yang dijadwalkan akan bergulir Maret, ternyata mundur sekitar 1 bulan, yakni di bulan April.

  • Usai Transaksi Pil Trex, Warga Dusun Ringinpitu Diciduk Polisi

    Diduga menjadi pengedar pil Trihexyphenidil yang masuk dalam kategori obat daftar G yang tidak disertai ijin edar, Beni Purbaya (27), diciduk Tim Reskrim Polsek Purwoharjo di dekat jembatan Dusun Perangan, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo.

  • AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK Jabat Kasatlantas Polres Banyuwangi

    Kursi orang nomor satu di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Banyuwangi kembali berganti. Belum genap 2 bulan menjabat sebagai Kasatlantas di Polres Banyuwangi, AKP. Supiyan harus digantikan oleh AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK.

  • Isak Tangis Iringi Vonis 1,8 Tahun Penjara untuk Slamet Daroini

    Ratusan petani dari Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar menangis histeris ketika salah satu rekan mereka divonis hukuman berat.

  • BPOM Harus Uji Kandungan Cabai dari China dan India

    Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji kandungan cabai kering impor dari China dan India. Mengingat cabe tersebut sudah beredar di beberapa pasar tradisional di Jatim.

  • Dandim Blitar Minta Penyuluh Aktif Dampingi Petani

    Dandim 0808 Blitar, Letkol Arh Surya Dani mengimbau stakeholder pertanian, khususnya penyuluh dan mantri tani agar aktif mendampingi petani.

  • Anton Bantah Bukan Wacana, Janji Realisasikan Monorel 2018

    Wali Kota Malang, HM Anton membantah jika proyek Monorel yang ia dengungkan ke masyarakat hanya sekadar wacana saja. Dia berjanji akan membuktikan bahwa proyek besar ini tidak hanya sekadar janji kosong pemerintah.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top