Revisi Perda HIV/AIDS Lindungi Hak ODHA

Anggota Komisi E DPRD Jatim, dr Benyamin Kristianto (Foto : Adi s/SurabayaTIMES)
Anggota Komisi E DPRD Jatim, dr Benyamin Kristianto (Foto : Adi s/SurabayaTIMES)

JATIMTIMES, SURABAYA – Perhatian terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) terus diberikan dengan melakukan revisi terhadap Perda HIV/AIDS. Revisi diperlukan untuk memperjuangkan ODHA agar mendapatkan haknya seperti orang lain.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, dr Benyamin Kristianto mengungkapkan, Perda HIV/AIDS yang sudah ada masih perlu disempurnakan.

Dalam Perda itu nanti akan kita tekankan pada preventif dan promotif, sehingga tidak hanya fokus pada pengobatan yang sulit dan cost yang tinggi.

"Namun kita juga menekankan pada cara pencegahan dan promosi bahaya dan penanganan penyakit itu," ujar dr Benyamin,  dikonfirmasi, Rabu (30/11/2016).

Ditegaskan, penting pula untuk yang sudah terlanjur terjangkit HIV/AIDS tetap bisa bekerja. "ODHA jangan dikucilkan.

Mereka juga tetap punya hal untuk mendapatkan pekerjaan. Banyak kasus ODHA ini ketika ketahuan, akan dikeluarkan oleh perusahaannya. Itu akan kita kawal," tegas politisi Partai Gerindra ini.

Pria yang biasa dipanggil Dokter Beni ini menambahkan, penyebaran HIV/AIDS ini setiap tahun memang semakin memprihatinkan.

Untuk mencegah penyebarannya perlu dilakukan upaya, salah satunya berupa pendidikan seks usia dini. 

"Sebenarnya kalau di luar negeri, pendidikan seks ini sudah diberikan sejak SMP. Anak-anak yang sudah mulai pubertas ini perlu diberitahui jangan melakukan hal-hal yang bisa menyebabkan tertular HIV/AIDS," lanjut dia.

Benyamin sangat prihatin jika ada yang mencari informasi di internet atau malah pada teman-temannya. Informasi yang benar terkait seks ini seharusnya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan.

"Sejak dini, anak-anak harus sudah dikenalkan bagaimana hidup sehat agar tidak neko-neko," pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi E lainnya, M Eksan, juga menilai penyebaran penyakit ini masih tetap terjadi meski kantong-kantong lokalisasi di Jawa Timur sudah tidak ada.

"Lokasasi yang sudah ditutup tidak langsung bisa menyelesaikan masalah. Makanya, kita juga perlu menggandeng tokoh-tokoh masyarakan dan agama menanggulangi masalah ini," kata politisi asal partai Nasdem ini.

Sekadar diketahui, pada 1 Desember ini diperingati Hari HIV/AIDS sedunia. Dinkes Jatim menargetkan zero kasus penyebaran HIV/AIDS pada tahun 2020 seiring dengan intensifnya kegiatan pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut oleh berbagai pihak terkait.

Ada tiga zero yang ingin dicapai dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Jawa Timur. Yakni, zero penularan HIV/AIDS, zero kematian akibat penyakit yang berhubungan dengan HIV/AIDS, dan zero stigma HIV/AIDS bagi ODHA.

Guna mewujudkan tiga zero tersebut, Dinkes Jatim akan menggandeng semua pihak terkait, termasuk Dinkes di tingkat kota/kabupaten beserta jajarannya hingga tingkat desa dan kecamatan untuk aktif melakukan kegiatan pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut.

Jumlah kasus HIV/AIDS di Jawa Timur sejak awal ditemukan hingga pertengahan tahun 2016 sangat tinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya.  Dari estimasi sebanyak 52.000 kasus HIV/AIDS, saat ini baru ditemukan sebanyak 31.000 kasus atau sekitar 50%.(*)

Pewarta : Adi Suprayitno
Editor : Heryanto
Publisher : Abdul Rahman
Sumber : Surabaya TIMES
  • Kakek Ditemukan Tewas saat Cabut Singkong

    Durahman (68), seorang petani warga Desa Sumbersari RT 05 RW 03, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, ditemukan meninggal di sebuah pekarangan rumah di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kamis (23/3/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

  • Camat Blimbingsari Lantik Pj Kades Kaligung

    Camat Blimbingsari A. Latif melantik Showan sebagai penjabat (Pj) kades Kaligung, Kamis )23/2/17).bShowan sendiri merupakan PNS di Kecamatan Blimbingsari yang menjabat sebagai kasi PMD.

  • Komisi B DPRD Jatim Sinyalir Kartel Mainkan Harga Cabai

    Makin meroketnya harga cabai di pasaran yang menembus sampai kisaran Rp 150 ribu per kilogram membuat Komisi B DPRD Jatim gregetan. Komisi yang membidangi perekonomian ini menuding kartel yang memainkan harga dalam menaikkan harga cabai.

  • Cabai Impor Sudah Sebulan Beredar di Blitar

    Cabai impor membanjiri pasar-pasar tradisional di Kota Blitar sejak sebulan terakhir. Cabai impor ini sangat diminati masyarakat karena harganya yang relatif murah dibandingkan cabai lokal. Cabai yang beredar itu berasal dari India, Thailand, dan China.

  • Miris, Vitamin Kadaluarsa Diedarkan di PAUD

    Pemberian Vitamin pada anak-anak sejatinya untuk menambah pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak serta daya tubuh pada anak-anak, namun jika vitamin yang diberikan sudah kadaluarsa maka akan menjadi lain ceritanya, setidaknya hal ini terjadi di PAUD Laskar

  • Arema FC Ingin Jajal Tim yang Punya Basis Suporter Besar

    Menejemen Arema FC mulai memikirkan agenda yang akan dijalankan anak-anak Singo Edan usai menjalani Piala Presiden 2017. Pasalnya, Liga 1 yang dijadwalkan akan bergulir Maret, ternyata mundur sekitar 1 bulan, yakni di bulan April.

  • Usai Transaksi Pil Trex, Warga Dusun Ringinpitu Diciduk Polisi

    Diduga menjadi pengedar pil Trihexyphenidil yang masuk dalam kategori obat daftar G yang tidak disertai ijin edar, Beni Purbaya (27), diciduk Tim Reskrim Polsek Purwoharjo di dekat jembatan Dusun Perangan, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo.

  • AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK Jabat Kasatlantas Polres Banyuwangi

    Kursi orang nomor satu di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Banyuwangi kembali berganti. Belum genap 2 bulan menjabat sebagai Kasatlantas di Polres Banyuwangi, AKP. Supiyan harus digantikan oleh AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK.

  • Isak Tangis Iringi Vonis 1,8 Tahun Penjara untuk Slamet Daroini

    Ratusan petani dari Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar menangis histeris ketika salah satu rekan mereka divonis hukuman berat.

  • BPOM Harus Uji Kandungan Cabai dari China dan India

    Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji kandungan cabai kering impor dari China dan India. Mengingat cabe tersebut sudah beredar di beberapa pasar tradisional di Jatim.

  • Dandim Blitar Minta Penyuluh Aktif Dampingi Petani

    Dandim 0808 Blitar, Letkol Arh Surya Dani mengimbau stakeholder pertanian, khususnya penyuluh dan mantri tani agar aktif mendampingi petani.

  • Anton Bantah Bukan Wacana, Janji Realisasikan Monorel 2018

    Wali Kota Malang, HM Anton membantah jika proyek Monorel yang ia dengungkan ke masyarakat hanya sekadar wacana saja. Dia berjanji akan membuktikan bahwa proyek besar ini tidak hanya sekadar janji kosong pemerintah.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top