Penyebaran HIV-AIDS Tak Pandang Umur dan Profesi

Muhammad Fuad, Pengurus JCC (Jombang Care Center) bagian KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi). (Foto: Syamsul Arifin/JombangTIMES)
Muhammad Fuad, Pengurus JCC (Jombang Care Center) bagian KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi). (Foto: Syamsul Arifin/JombangTIMES)

JATIMTIMES, JOMBANG – HIV-AIDS menyerang berbagai kalangan usia dan sejumlah profesi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hal ini sesuai data ODHA (Orang dengan HIV-AIDS) yang ditangani JCC (Jombang Care Center), sebuah organisasi penanggulangan dan peduli HIV/AIDS di Jombang. 

"ODHA di Jombang beragam, dari sisi profesinya, ada yang dokter, guru, TNI juga ada dan ibu rumah tangga juga ada, sementara dari sisi usia, mulai dari kalangan anak-anak hingga kalangan dewasa," kata Muhammad Fuad, Pengurus JCC bagian KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi), Kamis (1/12/2016).

Hal itu ditemui hingga akhir tahun 2016 ini. Sementara penyebaran virus HIV-AIDS di Kota Santri itu diketahui sudah merata, terhitung 21 dari semua kecamatan terdapat penderita virus HIV-AIDS/ODHA. 

"Kabupaten Jombang dalam 21 kecamatan itu semua ada ODHAnya," imbuh pria yang juga menjadi penyiar radio suara warga Jombang itu. 

Namun demikian, seperti yang diberitakan JombangTimes.com sebelumnya, keberadaan ODHA bukan sesuatu yang harus ditakuti apalagi didiskriminasi oleh kalangan masyarakat yang lain, meskipun selama ini tak sedikit masyarakat yang masih mempunyai anggapan negatif terhadap ODHA. 

Secara kemanusiaan, mereka membutuhkan pendampingan dan edukasi dari berbagai pihak untuk membuang virus mematikan itu. 

Dijelaskan, ada tiga pemicu utama penularan virus HIV-AIDS yang memang bisa bergerak cepat, diantaranya cairan klamin, darah dan Asi. "Jika tidak berintraksi diantara yang tiga itu, no, tidak akan menular," jelasnya. 

Meski keringat dan ludah ODHA yang menyebar, lanjut dia, juga akan menjadi penyebab proses menularnya virus HIV-AIDS. "Namun tidak cukup untuk bisa menular begitu saja, kecuali secara kuantitas lebih dari banyak, misalkan satu galon, tapi kan tidak mungkin," pungkasnya. (*)

Pewarta : Ahmad Syamsul Arifin
Editor : Heryanto
Publisher : Abdul Hanan
Sumber : Jombang TIMES
  • Kakek Ditemukan Tewas saat Cabut Singkong

    Durahman (68), seorang petani warga Desa Sumbersari RT 05 RW 03, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, ditemukan meninggal di sebuah pekarangan rumah di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kamis (23/3/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

  • Camat Blimbingsari Lantik Pj Kades Kaligung

    Camat Blimbingsari A. Latif melantik Showan sebagai penjabat (Pj) kades Kaligung, Kamis )23/2/17).bShowan sendiri merupakan PNS di Kecamatan Blimbingsari yang menjabat sebagai kasi PMD.

  • Komisi B DPRD Jatim Sinyalir Kartel Mainkan Harga Cabai

    Makin meroketnya harga cabai di pasaran yang menembus sampai kisaran Rp 150 ribu per kilogram membuat Komisi B DPRD Jatim gregetan. Komisi yang membidangi perekonomian ini menuding kartel yang memainkan harga dalam menaikkan harga cabai.

  • Cabai Impor Sudah Sebulan Beredar di Blitar

    Cabai impor membanjiri pasar-pasar tradisional di Kota Blitar sejak sebulan terakhir. Cabai impor ini sangat diminati masyarakat karena harganya yang relatif murah dibandingkan cabai lokal. Cabai yang beredar itu berasal dari India, Thailand, dan China.

  • Miris, Vitamin Kadaluarsa Diedarkan di PAUD

    Pemberian Vitamin pada anak-anak sejatinya untuk menambah pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak serta daya tubuh pada anak-anak, namun jika vitamin yang diberikan sudah kadaluarsa maka akan menjadi lain ceritanya, setidaknya hal ini terjadi di PAUD Laskar

  • Arema FC Ingin Jajal Tim yang Punya Basis Suporter Besar

    Menejemen Arema FC mulai memikirkan agenda yang akan dijalankan anak-anak Singo Edan usai menjalani Piala Presiden 2017. Pasalnya, Liga 1 yang dijadwalkan akan bergulir Maret, ternyata mundur sekitar 1 bulan, yakni di bulan April.

  • Usai Transaksi Pil Trex, Warga Dusun Ringinpitu Diciduk Polisi

    Diduga menjadi pengedar pil Trihexyphenidil yang masuk dalam kategori obat daftar G yang tidak disertai ijin edar, Beni Purbaya (27), diciduk Tim Reskrim Polsek Purwoharjo di dekat jembatan Dusun Perangan, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo.

  • AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK Jabat Kasatlantas Polres Banyuwangi

    Kursi orang nomor satu di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Banyuwangi kembali berganti. Belum genap 2 bulan menjabat sebagai Kasatlantas di Polres Banyuwangi, AKP. Supiyan harus digantikan oleh AKP. Ries Andriyanto Nugroho, SIK.

  • Isak Tangis Iringi Vonis 1,8 Tahun Penjara untuk Slamet Daroini

    Ratusan petani dari Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar menangis histeris ketika salah satu rekan mereka divonis hukuman berat.

  • BPOM Harus Uji Kandungan Cabai dari China dan India

    Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji kandungan cabai kering impor dari China dan India. Mengingat cabe tersebut sudah beredar di beberapa pasar tradisional di Jatim.

  • Dandim Blitar Minta Penyuluh Aktif Dampingi Petani

    Dandim 0808 Blitar, Letkol Arh Surya Dani mengimbau stakeholder pertanian, khususnya penyuluh dan mantri tani agar aktif mendampingi petani.

  • Anton Bantah Bukan Wacana, Janji Realisasikan Monorel 2018

    Wali Kota Malang, HM Anton membantah jika proyek Monorel yang ia dengungkan ke masyarakat hanya sekadar wacana saja. Dia berjanji akan membuktikan bahwa proyek besar ini tidak hanya sekadar janji kosong pemerintah.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top