170 Ekor Kuda Kencak Menari di Peringatan Harjalu ke-761

 Ratusan kuda bersama pawangnya menari dalam acara festival Djaran Kencak Harjalu ke -761
Ratusan kuda bersama pawangnya menari dalam acara festival Djaran Kencak Harjalu ke -761

JATIMTIMES, LUMAJANG – Sebanyak 170 ekor kuda ikuti Festival Jaran Kencak peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-761, di GOR Wira Bhakti Lumajang, Kamis (01/12).

Festival itu biasanya digelar di ALun-alun, namun karena terkendala renovasi yang tidak kunjung selesai maka lokasinya dipindah.

Pantauan media ini, ratusan kuda bersama pawangnya menari-nari di GOR Whira Bhakti Lumajang. Berbagai asesoris warna-warni yang dikenakan membuat tampilan kuda-kuda itu semakin menarik.

Gerakannya yang atraktif sekaligus lucu membuat penonton terpukau. Kuda-kuda terbaik dan terlatih itu bisa menari, mengangkat kakinya untuk memberikan salam, berjalan sambil berdiri bahkan berputar-putar sambil duduk mengikuti irama tabuhan kenong telok, musik tradisional khas Madura. Tinggal menunggu perintah saja, kuda- kuda itu bisa berkencak-kencak atau berjingkrak-jingrak.

Aksi jaran kencak juga tak hanya dipertontontonkan di GOR saja, namun juga kemudian diarak keliling menuju Jl. HOS Cokroaminoto kemudian ke Jl. PB. Sudirman, dan Jl. Kyai Ilyas. Terakhir kembali lagi ke GOR. Selain itu, ada empat titik disediakan mini panggung untuk penabuh Jaran Kencak sebagai tempat menunjukkan atraksi.

Bupati Lumajang Drs. H. As’at Malik, M.Ag mengatakan, kesenian Jaran Kencak merupakan warisan budaya yang tak benda yang telah diakui oleh pemerintah sebagai kesenian asli Lumajang. "Kita harus bangga, dan harus bersama-sama melestarikannya," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lumajang, Indriyanto mengatakan, total kuda dalam festival ini ada sekitar 170 ekor. Jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya yang diperkirakan ada sekitar 160 ekor.

Kuda-kuda yang dipertunjukkan tersebut, merupakan kuda milik para pelaku senin jaran kenchak yang ada di seluruh Lumajang yang sudah tergabung dalam Paguyuban  Jaran Kenchak. Selain dari kelompok-kelompok, juga ada kuda milik perorangan.

"Satu orang bisa memiliki lebih dari satu kuda. Ada juga yang sudah punya dengan gamelannya," ucapnya.

Dari jumlah tersebut, Indriyanto menyebut berasal dari 15 kecamatan di Lumajang. Seperti dari Kecamatan Klakah, Randuagungm dan  Ranuyoso. Ia mengatakan jumlah keda merata dari 15 kecamatan."Tidak ada kecamatan yang dominan paling banyak," katanya.

Festival Jaran Kencak ini sudah menjadi agenda tahunan dalam rangka Harjalu yang selalu digelar setiap tahunnya. Kali ini merupakan festival yang ke 5 kalinya, sejak pertama digelar dari 2011 silam.

Pewarta : Moh. Imron
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Lumajang TIMES
  • Ajak Lembaga Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup Bentuk Generasi yang Melek Lingkungan

    Menjaga kelestarian lingkungan ternyata tidak hanya urusan menanam pohon atau memperbanyak ruang terbuka hijau. Menjaga lingkungan juga terkait dengan upaya memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya program ini.

  • Pertahankan Kesejukan Kota, Dinas Lingkungan Hidup Ubah Dua Bekas Pembuangan Sampah Jadi Kebun

    Berbagai upaya konkret dilakukan Pemkot Malang untuk mempertahankan citra kotanya yang dulu terkenal dingin dengan hawanya yang sejuk. Selain terus menata dan memperindah taman kota, Pemkot Malang melalui Dinas Linglungan Hidup (DLH) sebagai salah sat

  • Berkas Anggota Tujuh Parpol di Kabupaten Malang Diperiksa Ulang, Hasilnya?

    Sebanyak tujuh partai politik (parpol) di Kabupaten Malang akhirnya lolos melenggang dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

  • Pemkot Batu Kebut Penambalan Jalan, Ini Titik-Titik Jalan Berlubang di Kota Batu

    Beberapa ruas jalan yang memiliki tingkat kerawanan di Kelurahan Dadaprejo, Desa Junrejo, Desa Beji, Desa Oro-Oro Ombo, Desa Tlekung dan Desa Sidomulyo. Terutma daerah yang memang sering dilewati volume kendaraan yang cukup tinggi.

  • Kota Pronbolinggo Masih Terbebas dari Difteri

    Jika di sejumlah kota diramaikan dengan penyakit difteri, lain halnya dengan Kota Probolinggo. Di kota seribu taman tersebut, sampai hari ini masih terbebas dari penyakit difteri. Mengingat, belum ada satupun warga yang terjangkit penyakit yang mematikan

  • Waduh, Bangunan TK Roboh, Beruntung Waktu Libur

    Hanya saja diketahui bangunan tersebut sudah tua dengan kayu-kayu penyangga atap sudah lapuk. Ditambah lagi akhir-akhir ini hujan lagi deras-derasnya membuat kayu tak kuat menyangga hingga akhirnya roboh.

  • Polres Beri Hadiah Timah Panas Pada Pelaku Curanmor

    Polres Tulungagung kembali berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor. Pelaku, HR berhasil ditangkap oleh Reskrim Tulungagung dan diberi hadiah timah panas pada kedua kaki pelaku. Hal ini dilakukan lantaran pelku mencoba melarikan diri saat di

  • Pemilik Warung Kopi Tak Menyangka Sepeda Motornya Dicuri Pelanggan

    Seorang maling motor Herianto alias Sutono (37) warga Kelurahan/Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung berhasil dibekuk polisi. Dia mencuri sepeda motor AG 3916 PW milik Nuryati warga RT 01 RW 06 Desa Bangsri Kecamatan Nglegok, yang memiliki usaha warun

  • Polrestabes Surabaya Raih WBK dari Kemenpan RB

    Polrestabes Surabaya Berhasil Meraih Predikat WBK (wilayah bebas korupsi) dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Redivasi Birokrasi(Kemenpan RB). Penghargaan langsung diterima Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan, Selasa (12/12) di Ja

  • Wanita Asal Malang Ini Suka Desain Busana dan Sepatu Sendiri

    Gaya berpakaian tidak melulu produk busana ready to wear dari label mode. Ide dan kreativitas dibidang mode dapat diasah melalui rancangan busana buatan sendiri.

  • Koramil Sananwetan Beri Pelatihan Ilmu Navigasi Untuk Pelajar

    Ilmu Navigasi adalah suatu teknik untuk menentukan kedudukan dan arah lintasan perjalanan secara tepat, atau suatu kegiatan mengontrol arah perjalanan baik di peta maupun di medan sebenarnya dengan tepat hingga sampai tujuan.

  • Rambu Kurang, Pengendara Terobos Larangan

    Meski sudah ada larangan masuk, namun masih ada saja kendaraan roda empat yang melintas di Jalan dr. Muhammad Saleh, Kota Probolinggo. Alasannya, para pengendara kendaraan roda empat yang menerobos rambu larangan mengaku, tidak mengetahui kalau ada rambu

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top