Prihatin HIV/AIDS, TNI Kodim Blitar Turun Ke Jalan

Dandim 0808 Blitar (4 dari kanan) ikut turun ke jalan peringati hari HIV/AIDS sedunia.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Dandim 0808 Blitar (4 dari kanan) ikut turun ke jalan peringati hari HIV/AIDS sedunia.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Ratusan masyarakat, relawan dan aktivis HIV-AIDS di Blitar, Jawa Timur, melakukan aksi turun ke jalan memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember.

Mereka membagikan brosur, bunga, dan stiker di jalan dengan mengambil  tempat di Kecamatan Kanigoro, Kecamatan Srengat, Kota Blitar dan Makodim 0808, Jalan Ahmad Yani Kota Blitar.

Keunikan aksi kali ini adalah, selain elemen masyarakat, aksi ini juga diikuti oleh Dinas Keehatan dan personel TNI AD dari Kodim 0808 Blitar.

Anggota TNI nampak paling mencuri perhatian,  dengan baju doreng mereka turut berbaris dengan masyarakat, simpatisan dan relawan. Personel TNI juga berorasi, dan membagikan selebaran imbauan pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat.

Bahkan, Komandan Kodim 0808 Blitar, Letkol Arh Surya Dani juga ikut turun ke jalan membagikan bunga, brosur dan stiker di perempatan lampu merah Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

"Kita turut serta memerangi HIV/AIDS di Blitar. Kita prihatin dengan makin meningkatnya penderita AIDS,” Kata Surya Dani.

Dandim yang masih muda dan bujangan ini berharap dengan keikutsertaan TNI AD dalam aksi kali ini bisa menggugah semangat masyarakat lainnya untuk ikut serta memberantas HIV/AIDS.

“Kami ingin  seluruh elemen sadar dan tahu untuk menjauhi seluruh perilaku yang bisa menyebabkan HIV/AIDS, utamanya adalah menjauhi seks bebas dan narkoba,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan Penyakit Menular (P2MK) Dinkes Kabupaten Blitar, dr.Chistine Indrawati, mengatakan data di Dinkes Kabupaten Blitar sejak tahun 2004 sampai dengan bulan Oktober 2016 di Kabupaten Blitar ada 1072 penderita HIV/AIDS dengan 350 penderita meninggal dunia.

“Dari jumlah ini mayoritas penderita adalah kaum perempuan, bahkan ada juga yang balita akibat tertular dari orang tuanya yang merupakan odha, hingga saat ini ada 11 balita penderita HIV/AIDS yang masih hidup,” terangnya.

Dr.Chistine berharap, aksi yang dilakukan kali ini tak hanya bisa menekan angka HIV/AIDS di Blitar. tapi juga membuat masyarakat bisa mengucilkan  penderita HIV/AIDS  yang ada di sekitar mereka.

"Kami imbau kepada masyarakat bahwa penderita HIV/AIDS itu bukan momok yang harus dijauhi karena mereka tidak berbahaya, odha harus dirangkul dan diberikan semangat untuk hidup,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top