Status Tanah Tidak Jelas, Pemdes Sambigede Kena Getahnya

Jalan Pangeran Diponegoro Desa Sambigede Sumberpucung yang statusnya belum jelas, telah membuat Pemdes kena getahnya, Jumat (02/12/2016) (Foto : Nana/MalangTIMES)
Jalan Pangeran Diponegoro Desa Sambigede Sumberpucung yang statusnya belum jelas, telah membuat Pemdes kena getahnya, Jumat (02/12/2016) (Foto : Nana/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Status tanah di Jalan Pangeran Diponegoro RT 15 sampai dengan RT 18 Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang sampai saat ini belum jelas.

Ketidakjelasan status jalan tersebut, apakah jalan desa atau jalan Kabupaten, telah membuat Pemerintahan Desa (Pemdes) Sambigede kena getahnya.

"Kondisinya rusak sejak tiga tahun lalu sampai sekarang. Masyarakat di tiga RT sudah berkali-kali meminta untuk diperbaiki kepada kita,"kata Dedik Supriadi, Sekretaris Desa (Sekdes) Sambigede, Jum'at (02/11/2016) di balai desa.

"Tetapi kami belum bisa memperbaikinya. Akhirnya ya kita ini yang kena getahnya,"lanjutnya.

Bagian ruas Jalan dengan panjang 1,5 kilometer di desa Sambigede yang rusak parah

Dedik menyatakan bahwa Pemdes Sambigede bukan tidak mau memperbaiki jalan yang panjangnya 1,5 Kilometer dengan lebar sekitar 3 meter tersebut yang kondisinya serupa langit dan bumi dengan jalan desa lainnya.

"Kita terkendala dengan status jalan tersebut. Apa masuk jalan desa atau jalan Kabupaten,"imbuhnya yang juga menyatakan bahwa kalau dibangun memakai dana desa takutnya itu adalah jalan Kabupaten.

"Kendalanya seperti itu, kita juga pernah menghadap Dinas Bina Marga Kabupaten untuk menanyakan status jalan tersebut,"kata Samudji, Kelapa Desa Sambigede.

Samudji dan perangkat desa, waktu itu, ditemui Kasie. Pemanfaatan dan Pengendalian Rumija, Suwignyo.

"Beliaunya mengarahkan kita kepada Moh. Anwar (Kepala Dinas,red) yang menyatakan itu jalan Kabupaten,"lanjut Samudji.

Permasalahan yang mencuat di warga Desa Sambigede adalah bahwa masyarakat terkadang tidak mau mengetahui status jalan tersebut.

"Masyarakat tahunya jalan itu ada di desa, kalau rusak tanggungjawab desa,"ujar Dedik yang juga berdomisili di jalur jalan tersebut.

Dia juga mengatakan kalau memang jalan tersebut adalah jalan Kabupaten, maka Pemdes meminta untuk segera diprioritaskan oleh Dinas Bina Marga Kab. Malang.

"Setiap tahun kita ajukan usulan perbaikan jalan tersebut di dalam Musrenbang Kecamatan, tapi tidak pernah direalisasikan,"kata Dedik yang mengatakan tahun ini Dinas Bina Marga malah membangun di lokasi lain dalam desa.

"Padahal lokasi tersebut tidak kita usulkan sesuai alur perencanaan pembangunan ke kabupaten,"ujarnya lagi.

Samudji juga berharap kepada Dinas Bina Marga agar segera menyatakan secara jelas status jalan tersebut.

"Kalau memang jalan kabupaten, kita mohon diprioritaskan. Kalau bukan, kami akan anggarkan tahun depan lewat dana desa. Biar kita tidak terbebani dan dipersalahkan oleh warga,"harapnya.

Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
  • Ajak Lembaga Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup Bentuk Generasi yang Melek Lingkungan

    Menjaga kelestarian lingkungan ternyata tidak hanya urusan menanam pohon atau memperbanyak ruang terbuka hijau. Menjaga lingkungan juga terkait dengan upaya memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya program ini.

  • Pertahankan Kesejukan Kota, Dinas Lingkungan Hidup Ubah Dua Bekas Pembuangan Sampah Jadi Kebun

    Berbagai upaya konkret dilakukan Pemkot Malang untuk mempertahankan citra kotanya yang dulu terkenal dingin dengan hawanya yang sejuk. Selain terus menata dan memperindah taman kota, Pemkot Malang melalui Dinas Linglungan Hidup (DLH) sebagai salah sat

  • Berkas Anggota Tujuh Parpol di Kabupaten Malang Diperiksa Ulang, Hasilnya?

    Sebanyak tujuh partai politik (parpol) di Kabupaten Malang akhirnya lolos melenggang dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

  • Pemkot Batu Kebut Penambalan Jalan, Ini Titik-Titik Jalan Berlubang di Kota Batu

    Beberapa ruas jalan yang memiliki tingkat kerawanan di Kelurahan Dadaprejo, Desa Junrejo, Desa Beji, Desa Oro-Oro Ombo, Desa Tlekung dan Desa Sidomulyo. Terutma daerah yang memang sering dilewati volume kendaraan yang cukup tinggi.

  • Kota Pronbolinggo Masih Terbebas dari Difteri

    Jika di sejumlah kota diramaikan dengan penyakit difteri, lain halnya dengan Kota Probolinggo. Di kota seribu taman tersebut, sampai hari ini masih terbebas dari penyakit difteri. Mengingat, belum ada satupun warga yang terjangkit penyakit yang mematikan

  • Waduh, Bangunan TK Roboh, Beruntung Waktu Libur

    Hanya saja diketahui bangunan tersebut sudah tua dengan kayu-kayu penyangga atap sudah lapuk. Ditambah lagi akhir-akhir ini hujan lagi deras-derasnya membuat kayu tak kuat menyangga hingga akhirnya roboh.

  • Polres Beri Hadiah Timah Panas Pada Pelaku Curanmor

    Polres Tulungagung kembali berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor. Pelaku, HR berhasil ditangkap oleh Reskrim Tulungagung dan diberi hadiah timah panas pada kedua kaki pelaku. Hal ini dilakukan lantaran pelku mencoba melarikan diri saat di

  • Pemilik Warung Kopi Tak Menyangka Sepeda Motornya Dicuri Pelanggan

    Seorang maling motor Herianto alias Sutono (37) warga Kelurahan/Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung berhasil dibekuk polisi. Dia mencuri sepeda motor AG 3916 PW milik Nuryati warga RT 01 RW 06 Desa Bangsri Kecamatan Nglegok, yang memiliki usaha warun

  • Polrestabes Surabaya Raih WBK dari Kemenpan RB

    Polrestabes Surabaya Berhasil Meraih Predikat WBK (wilayah bebas korupsi) dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Redivasi Birokrasi(Kemenpan RB). Penghargaan langsung diterima Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan, Selasa (12/12) di Ja

  • Wanita Asal Malang Ini Suka Desain Busana dan Sepatu Sendiri

    Gaya berpakaian tidak melulu produk busana ready to wear dari label mode. Ide dan kreativitas dibidang mode dapat diasah melalui rancangan busana buatan sendiri.

  • Koramil Sananwetan Beri Pelatihan Ilmu Navigasi Untuk Pelajar

    Ilmu Navigasi adalah suatu teknik untuk menentukan kedudukan dan arah lintasan perjalanan secara tepat, atau suatu kegiatan mengontrol arah perjalanan baik di peta maupun di medan sebenarnya dengan tepat hingga sampai tujuan.

  • Rambu Kurang, Pengendara Terobos Larangan

    Meski sudah ada larangan masuk, namun masih ada saja kendaraan roda empat yang melintas di Jalan dr. Muhammad Saleh, Kota Probolinggo. Alasannya, para pengendara kendaraan roda empat yang menerobos rambu larangan mengaku, tidak mengetahui kalau ada rambu

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top