Cerbung MENGELUPAS BERSAMAMU (1)

Ilustrasi cerbung (istimewa)
Ilustrasi cerbung (istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Mendesislah, kekasih. Mendesislah kalau kau tak mampu melawan kenyataan hidup yang begitu rakus memotong tubuhmu. Keping demi keping. 

Mendesislah, hingga liurmu menjadi senjata pertahanan tubuh. Meski desis sekadar ucap lirih tapi percayalah kekasih, itu lebih dari cukup sekadar menahan sakitnya tubuh. 

Jangan, jangan kau menangis dulu sebelum kau mengetahui makna sakit yang ditanggung tubuh. Air mata akan mengaburkan penglihatanmu, sehingga segala yang berada di luarmu, yang mengancammu, tidak akan tertangkap sempurna. Saat itu terjadi, percayalah kau akan musnah seketika. 

Maka, angkat kepalamu dan siagakan sepasang matamu baik-baik. Awasi semua yang bergerak, baik yang lembut maupun yang kasar. 

Sekali lagi aku bilang, hapus air matamu !! Lebih baik kau mendesis daripada menangis. 

Ya, seperti itu. Setelah itu sembunyikan seluruh kelemahan tubuhmu dalam rimbun alam. Biarkan alam menyelimuti lekuk-lekuk terlemah tubuhmu. Hiruplah segenap unsur yang dikirimkan alam ketubuhmu. 

Jangan serakah, buang keinginan manusiamu yang terus meminta. Rauplah sekedar yang dibutuhkan tubuhmu.

Ya, itu lebih baik. Maaf kalau aku harus berucap dengan intonasi tinggi. Semua untuk kebaikanmu. Sekarang melatalah.

“Aku lelah…..”

"Kamu memang harus lelah, agar keluargamu cerah. Bukan begitu ?”

“Lantas, apa yang tersisa untuk tubuh ini ?”

“Yang tersisa untuk tubuhmu ? Ah…Sudahlah, buang jauh-jauh segala rengekan cengeng itu. Mari kita kembali kerja sebelum mandor itu kembali datang…”

“Kawan, kita dilahirkan untuk bekerja, hanya bekerja, bukan bertanya. Maka telanlah takdir kita tak guna bertanya”

“Kau bukan nabi, wali ataupun filosof yang terus bertanya tentang segala yang ada. Dan jawaban selalu disediakan disuatu tempat. Ingatlah…kau Samin, lelaki yang dibayar karena tenagamu melimpah. Kau buruh kasar sama dengan kami. Maka berhentilah bertanya”.
“Tapi…..”

Dan kaupun kembali menjadi boneka yang tak utuh. Kembali pecah dalam ritme kerja yang tak bertepi. Mengulang penyaliban demi penyaliban yang tak pernah kau inginkan. 

Lawanlah, lawanlah kekasih meski itu sekedar lewat desisan. Seperti Sisipus yang mengejek setiap hukuman abadi dari para dewa yang murka.

Lawanlah, agar kau tahu keberadaanmu di sini bukan sekadar untuk menerima segala yang telah dikemas orang-orang, tanpa daya.  

Kekasih, kalau kau tak mampu lagi menahan pedih itu dan tubuhmu meminta pelepasan, maka muntahkanlah segala amarah yang ada. Itupun adalah bagian perlawanan, meskipun harus kukatakan itu adalah perlawanan yang lemah.  

“Muntah adalah perlawanan….?”. (bersambung).

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
  • Wima Brahmantya Resmi Mundur dari Kursi Manajer PSBI Blitar

    Wima Brahmantya resmi mundur sebagai manajer PSBI Blitar, Rabu (23/8/2017). Pengunduran diri ini setalah demo yang dilakukan suporter akibat PSBI terdegradasi ke Liga 3

  • Panic Button Antarkan Polres Malang Kota Wakil Satu-satunya POLRI dalam Pameran Inovasi Kemenpan RB

    Polres Malang Kota menjadi satu-satu wakil POLRI yang ikut dalam pameran inovasi serta terobosan baru yang berhubungan dengan pelayanan terhadap masyarakat yang diadakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

  • Kisruh Bukit Jomblo, Pemkab Tulungagung Akui Tidak Ada Kerja Sama

    Kisruh pengelolaan Bukit Jomblo yang berujung perusakan sejumlah wahana mendapat perhatian serius dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tulungagung. Meski demikian, dinas pariwisata tidak bisa berbuat banyak lantaran belum ada perjanjian kerja sama antara pemka

  • Ditanya Soal Pemeriksaan KPK, Wali Kota Malang Malah Bahas e-Budgeting

    Hadir dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota Malang siang tadi 23/8/2017), Wali Kota Malang Moch. Anton enggan berkomentar soal agenda pemeriksaannya di kantor KPK sebagai saksi terkait kasus rasuah.

  • Abah Anton Sudah Siap Tidur di Emperan

    "Pak Aziz, tolong doakan saya. Saya mau usaha tetes tebu tapi harus ambil tender. Saya sudah spekulasi kalau rumah saya masukkan bank untuk modal. Kalau menang tender, saya akan sejahtera. Tapi kalau saya gagal, saya dan keluarga akan hidup di emperan tok

  • Warga Blitar Meninggal di Toilet Kereta Api dari Jakarta

    Seorang penumpang Kereta Api Majapahit jurusan Jakarta-Blitar ditemukan tewas di toilet. Diduga korban meninggal dalam perjalanan ketika kereta melaju memasuki wilayah Ngantru menuju Stasiun Kota Tulungagung. Korban diketahui bernama Sholeh (57), warga D

  • Bupati Ingatkan Pj Kades Rajin Hadiri Undangan Warga

    Bupati Lumajang Drs As’at melantik dua pejabat (Pj) kepala desa di Pendapa Kabupaten Lumajang, Rabu (23/08). Masing-masing Desa Penanggal dan Desa Tempeh Lor.

  • Tokoh Masyarakat Ini Juga Gelar "Blusukan" ala Abah Anton

    Terobosan yang dilakukan Wali Kota Malang H Moch. Anton sejak awal pemerintahannya lewat program "Sambung Rasa" ke kelurahan memiliki dampak positif bagi masyarakat. Langkah tersebut diikuti tokoh masyarakat.

  • 2018, Kabupaten Malang Jadi Pusat Benih Bawang Nasional

    Hasil produksi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan di wilayah Kabupaten Malang, terutama bawang merah jenis batu ijo, kian meningkat. Karena itu, 2018 mendatang, Kabupaten Malang siap menjadi pusat kawasan perbenihan bawang nasional.

  • Spesialis Curi Motor di Masjid, Jual Barang via Facebook

    Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar Kota menangkap seorang pencuri yang meresahkan warga Kota Blitar. Tersangka yang ditangkap merupakan spesialis pencuri di area masjid.

  • Antisipasi Harga Naik Tak Wajar, Petugas Gabungan Operasi Pasar

    Jelang Hari Raya Idhul Adha 1 September, petugas gabungan yang terdiri dari Polres Malang Kota bersama Dinas Perdagangan(Disdag) Kota Malang, TNI, dan Bulog akan melakukan operasi pasar di Kota Malang. Operasi pasar itu menindaklanjuti kekhawatiran masya

  • Anggota DPRD Surabaya "Numpang Pipis" di Pasuruan

    Perilaku menyimpang anggota DPRD agaknya tidak mudah berubah. Berbagai cara dilakukan hanya demi menambah pundi-pundi penghasilan pribadinya. Seperti yang dilakukan anggota DPRD Kota Surabaya yang berdalih studi banding di Kota Pasuruan.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top