Insentif Bosda GTT/PTT Ditilep?

Sekretaris Dinas Pendidikan Sukowinarno, S.H. S.Pd MSi (Foto: Moh. Ali Mahrus/ JemeberTIMES)
Sekretaris Dinas Pendidikan Sukowinarno, S.H. S.Pd MSi (Foto: Moh. Ali Mahrus/ JemeberTIMES)

JATIMTIMES, JEMBER – Instruksi Bupati Jember terkait pungli agar dihapus dari dunia pendidikan, ternyata tidak sepenuhnya diikuti oleh bawahannya.

Adanya indikasi tersebut tercium dengan beredarnya broadcast dari group Watshapp tentang penarikan kembali tambahan intensif Guru Tidak Tetap (GTT)/ Pegawai Tidak Tetap (PTT) oleh pihak sekolah pada Senin (9/1/2017).

Pesa dalam WA tersebut berbunyi: “Asswb. Mas ada sesuatu yg sgt tidak wajar di Dinas Pendidikan. Mulai januari ini semua Gtt dan Ptt (Guru tdk tetap) dapat HR tambahan dari Bosda yg langsung masuk rekening pribadi Gtt dan Ptt dan dicairkan lewat bank jatim. Tapi ternyata semua uang bantuan insentip itu rata ditarik kembali oleh sekolah masing2 utk kebutuhan sekolah atas dasar keptsan MKKS sementara Juklak dan juknisnya tdk ada. Perlu diketahui jumlah gtt dan ptt se kab jember - sktr 3000 org. Dan insentip yg terbayar selama 3 bln yaitu Okt, Nop dan Des 2016”.

Salah satu PTT di wilayah kecamatan Semboro Jember saat diklarifikasi media ini membenarkan, jika gaji yang baru saja dicairkan di Bank Jatim ada tambahan intensif, tapi dana itu diminta kembali oleh pihak sekolah.

“Benar mas, memang di wilayah kami banyak GTT dan PTT intensifnya sudah diambil di masing-masing rekeningnya, tapi ada intensif tambahan yang diminta pihak sekolah, jadi ya dapatnya masih sama, seperti tidak ada tambahan,” ujar salah satu guru PTT yang tidak mau disebut namanya.

Hal yang sama juga dibenarkan oleh salah satu GTT yang ada di wilayah Rambipuji Jember, bahwa pengembalian honor atau intensif juga dialaminya, “Memang benar itu mas, tapi tolong jangan disebut nama saya,” ujarnya wanti-wanti.

Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Republik Lukman Hakim, kepada media ini menyayangkan jika informasi ini benar, sebab honor atau intensif untuk guru dari dana Bosda sudah dikirim ke masing-masing rekening guru untuk menghindari adanya pungli, tapi kalau masih terjadi, hal ini sangat disayangkan, pihaknya akan menelusuri kebenaran informasi ini.

“Honor atau intensif guru itu kan hak mereka, bupati berkali-kali memberikan peringatan kepada jajaran di bawahnya untuk tidak melakukan pungli sepeserpun, kalau masih terjadi, ini sangat disayangkan,” ujar ketua Ormas Republik Lukman Hakim.

Sementara Dinas Pendidikan Jember melalui Sekretarisnya Sukowinarno, S.H. S.Pd MSi saat diklarifikasi di kantornya mengatkan bahwa dirinya belum mengetahui hal ini, namun dirinya berharap hal ini tidak terjadi, sebab itu hak dari GTT dan PTT.

“Nanti akan kami cek, yang jelas hal ini tidak ada dalam perintah kami selaku Dinas Pendidikan, kalau diambil positifnya, mungkin guru itu punya tanggungan di sekolah, tapi kalau tidak punya tanggungan dan dipotong, silahkan dilaporkan ke UPT Pendidikan setempat, atau ke kami langsung,” ujar Sukowinarno.

Sukowinarno juga menegaskan bahwa tujuan pemkab menyalurkan honor atau intensif langsung ke rekening guru tujuannya untuk memutus pungli yang selama ini sering terjadi, “Jangankan punya GTT atau PTT yang tidak seberapa nilainya mas, milik PNS saja yang jelas-jelas nominalnya lebih besar dari GTT saja tidak boleh ada potongan kok,” tegas Sukowinarno menambahkan.

Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jember TIMES
  • Wima Brahmantya Resmi Mundur dari Kursi Manajer PSBI Blitar

    Wima Brahmantya resmi mundur sebagai manajer PSBI Blitar, Rabu (23/8/2017). Pengunduran diri ini setalah demo yang dilakukan suporter akibat PSBI terdegradasi ke Liga 3

  • Panic Button Antarkan Polres Malang Kota Wakil Satu-satunya POLRI dalam Pameran Inovasi Kemenpan RB

    Polres Malang Kota menjadi satu-satu wakil POLRI yang ikut dalam pameran inovasi serta terobosan baru yang berhubungan dengan pelayanan terhadap masyarakat yang diadakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

  • Kisruh Bukit Jomblo, Pemkab Tulungagung Akui Tidak Ada Kerja Sama

    Kisruh pengelolaan Bukit Jomblo yang berujung perusakan sejumlah wahana mendapat perhatian serius dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tulungagung. Meski demikian, dinas pariwisata tidak bisa berbuat banyak lantaran belum ada perjanjian kerja sama antara pemka

  • Ditanya Soal Pemeriksaan KPK, Wali Kota Malang Malah Bahas e-Budgeting

    Hadir dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota Malang siang tadi 23/8/2017), Wali Kota Malang Moch. Anton enggan berkomentar soal agenda pemeriksaannya di kantor KPK sebagai saksi terkait kasus rasuah.

  • Abah Anton Sudah Siap Tidur di Emperan

    "Pak Aziz, tolong doakan saya. Saya mau usaha tetes tebu tapi harus ambil tender. Saya sudah spekulasi kalau rumah saya masukkan bank untuk modal. Kalau menang tender, saya akan sejahtera. Tapi kalau saya gagal, saya dan keluarga akan hidup di emperan tok

  • Warga Blitar Meninggal di Toilet Kereta Api dari Jakarta

    Seorang penumpang Kereta Api Majapahit jurusan Jakarta-Blitar ditemukan tewas di toilet. Diduga korban meninggal dalam perjalanan ketika kereta melaju memasuki wilayah Ngantru menuju Stasiun Kota Tulungagung. Korban diketahui bernama Sholeh (57), warga D

  • Bupati Ingatkan Pj Kades Rajin Hadiri Undangan Warga

    Bupati Lumajang Drs As’at melantik dua pejabat (Pj) kepala desa di Pendapa Kabupaten Lumajang, Rabu (23/08). Masing-masing Desa Penanggal dan Desa Tempeh Lor.

  • Tokoh Masyarakat Ini Juga Gelar "Blusukan" ala Abah Anton

    Terobosan yang dilakukan Wali Kota Malang H Moch. Anton sejak awal pemerintahannya lewat program "Sambung Rasa" ke kelurahan memiliki dampak positif bagi masyarakat. Langkah tersebut diikuti tokoh masyarakat.

  • 2018, Kabupaten Malang Jadi Pusat Benih Bawang Nasional

    Hasil produksi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan di wilayah Kabupaten Malang, terutama bawang merah jenis batu ijo, kian meningkat. Karena itu, 2018 mendatang, Kabupaten Malang siap menjadi pusat kawasan perbenihan bawang nasional.

  • Spesialis Curi Motor di Masjid, Jual Barang via Facebook

    Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar Kota menangkap seorang pencuri yang meresahkan warga Kota Blitar. Tersangka yang ditangkap merupakan spesialis pencuri di area masjid.

  • Antisipasi Harga Naik Tak Wajar, Petugas Gabungan Operasi Pasar

    Jelang Hari Raya Idhul Adha 1 September, petugas gabungan yang terdiri dari Polres Malang Kota bersama Dinas Perdagangan(Disdag) Kota Malang, TNI, dan Bulog akan melakukan operasi pasar di Kota Malang. Operasi pasar itu menindaklanjuti kekhawatiran masya

  • Anggota DPRD Surabaya "Numpang Pipis" di Pasuruan

    Perilaku menyimpang anggota DPRD agaknya tidak mudah berubah. Berbagai cara dilakukan hanya demi menambah pundi-pundi penghasilan pribadinya. Seperti yang dilakukan anggota DPRD Kota Surabaya yang berdalih studi banding di Kota Pasuruan.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top