Surat Edaran Dukungan Habib Rizieq Jadi Imam Besar Umat Islam, Ansor Jombang: Kok Jadi Lucu

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto. (Foto/A Syamsul Arifin/JombangTIMES.com)
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto. (Foto/A Syamsul Arifin/JombangTIMES.com)

JATIMTIMES, JOMBANG – Mulai sepekan lalu, beredar surat dukungan terhadap imam besar FPI Habib Rizieq untuk menjadi imam besar umat Islam di Indonesia. Surat edaran ini diketahui tersebar melalui berbagai media sosial (medsos) seperti Facebook, BBM, atau WhatsAp.

Tak pelak, mengetahui hal tersebut, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto angkat bicara. Surat edaran tersebut dia nilai lucu karena posisi imam seolah dipaksakan dengan menggalang dukungan. Hal itu juga tak sesuai dengan nilai-nilai kerendahhatian yang seharusnya dimiliki seorang imam. 

"Saya sebenarnya ingin tanya konteks surat itu. Isinya kan surat dukungan untuk menjadi imam besar. Dari kecil, saya diajarkan akhlak tentang ketawaduan atau kerendahhatian sekalipun menjadi pimpinan. Nah, ini malah seolah menjadi seorang imam besar itu perlu diopinikan, di-setting melalui surat dukungan. Kok jadi lucu," ungkapnya kepada JombangTIMES.com, Rabu (11/1/2017).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Antok itu, konteks surat dukungan tersebut tepatnya pada pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden yang memang sudah diatur negara. Ia menganalogikan gelar kiai diperoleh bukan karena dukungan masyarakat, tapi karena faktor kharismatik, kedalaman ilmu, serta kontribusi besar yang diberikan kepada masyarakat tanpa pamrih. 

"Kayak bukan nyari imam, tetapi mau pilihan saja semacam pemilu, pileg, pilkades, atau pilkada. Menjadi imam salat saja, apabila sadar bacaannya kurang baik dan perilakunya masih banyak maksiat, harus tahu diri untuk tidak memaksakan kehendak menjadi imam salat. Menjadi kiai juga tidak karena pilihan atau surat dukungan, tetapi oleh karena sumbangsih atau kontribusinya kepada umat, misalnya melalui pendidikan, kerohanian, kebenaran, dan kebatilan atau budi pekerti yang Islami," tutur dia.

Meski demikian, Gus Antok meyakini pengaruh surat tersebut tidak akan akan terlalu berefek kepada masyarakat. Dia menilai dengan berkembangnya zaman yang didukung percepatan fungsi teknologi, masyarakat sudah cukup cerdas memilah dan menganalisis persoalan tersebut.

"Islam di Indonesia berkembang dengan cinta kasih. Masyarakatnya sudah sangat cerdas dan mampu menilai ajaran yang sesuai akidah atau syariat Islam atau tidak. Masyarakat juga memiliki guru, ustad, kiai, dan ulama sebagai tempat bertanya dan meminta nasihat dengan penuh cinta, kasih sayang, dan spirit rahmatan lil alamin," ucap Gus Antok.

Meski begitu, surat dukungan tersebut hingga saat ini masih sekadar tersebar melalui medsos di Jombang. "Andai surat dukungan ini tersebar masif di Jombang, kami sebagai santri, generasi muda NU, memohon kepada para kiai untuk memberikan pencerahan, fatwa dan sikap yang harus diambil untuk kemudian kami, para Ansor/Banser, menindaklanjutinya," ujar dia. 
Gus Anton berharap masyarakat berislam yang rahmatan lil alamin, beragama yang penuh toleransi, saling menghargai dan menghormati. "Mari berdakwah dengan cara yang santun, penuh hikmah dan menggunakan ucapan, kalimat, statemen, seruan  yang hasanah," katanya. (*) 

Pewarta : A. Syamsul Arifin
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Jombang TIMES
  • Wima Brahmantya Resmi Mundur dari Kursi Manajer PSBI Blitar

    Wima Brahmantya resmi mundur sebagai manajer PSBI Blitar, Rabu (23/8/2017). Pengunduran diri ini setalah demo yang dilakukan suporter akibat PSBI terdegradasi ke Liga 3

  • Panic Button Antarkan Polres Malang Kota Wakil Satu-satunya POLRI dalam Pameran Inovasi Kemenpan RB

    Polres Malang Kota menjadi satu-satu wakil POLRI yang ikut dalam pameran inovasi serta terobosan baru yang berhubungan dengan pelayanan terhadap masyarakat yang diadakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

  • Kisruh Bukit Jomblo, Pemkab Tulungagung Akui Tidak Ada Kerja Sama

    Kisruh pengelolaan Bukit Jomblo yang berujung perusakan sejumlah wahana mendapat perhatian serius dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tulungagung. Meski demikian, dinas pariwisata tidak bisa berbuat banyak lantaran belum ada perjanjian kerja sama antara pemka

  • Ditanya Soal Pemeriksaan KPK, Wali Kota Malang Malah Bahas e-Budgeting

    Hadir dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota Malang siang tadi 23/8/2017), Wali Kota Malang Moch. Anton enggan berkomentar soal agenda pemeriksaannya di kantor KPK sebagai saksi terkait kasus rasuah.

  • Abah Anton Sudah Siap Tidur di Emperan

    "Pak Aziz, tolong doakan saya. Saya mau usaha tetes tebu tapi harus ambil tender. Saya sudah spekulasi kalau rumah saya masukkan bank untuk modal. Kalau menang tender, saya akan sejahtera. Tapi kalau saya gagal, saya dan keluarga akan hidup di emperan tok

  • Warga Blitar Meninggal di Toilet Kereta Api dari Jakarta

    Seorang penumpang Kereta Api Majapahit jurusan Jakarta-Blitar ditemukan tewas di toilet. Diduga korban meninggal dalam perjalanan ketika kereta melaju memasuki wilayah Ngantru menuju Stasiun Kota Tulungagung. Korban diketahui bernama Sholeh (57), warga D

  • Bupati Ingatkan Pj Kades Rajin Hadiri Undangan Warga

    Bupati Lumajang Drs As’at melantik dua pejabat (Pj) kepala desa di Pendapa Kabupaten Lumajang, Rabu (23/08). Masing-masing Desa Penanggal dan Desa Tempeh Lor.

  • Tokoh Masyarakat Ini Juga Gelar "Blusukan" ala Abah Anton

    Terobosan yang dilakukan Wali Kota Malang H Moch. Anton sejak awal pemerintahannya lewat program "Sambung Rasa" ke kelurahan memiliki dampak positif bagi masyarakat. Langkah tersebut diikuti tokoh masyarakat.

  • 2018, Kabupaten Malang Jadi Pusat Benih Bawang Nasional

    Hasil produksi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan di wilayah Kabupaten Malang, terutama bawang merah jenis batu ijo, kian meningkat. Karena itu, 2018 mendatang, Kabupaten Malang siap menjadi pusat kawasan perbenihan bawang nasional.

  • Spesialis Curi Motor di Masjid, Jual Barang via Facebook

    Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar Kota menangkap seorang pencuri yang meresahkan warga Kota Blitar. Tersangka yang ditangkap merupakan spesialis pencuri di area masjid.

  • Antisipasi Harga Naik Tak Wajar, Petugas Gabungan Operasi Pasar

    Jelang Hari Raya Idhul Adha 1 September, petugas gabungan yang terdiri dari Polres Malang Kota bersama Dinas Perdagangan(Disdag) Kota Malang, TNI, dan Bulog akan melakukan operasi pasar di Kota Malang. Operasi pasar itu menindaklanjuti kekhawatiran masya

  • Anggota DPRD Surabaya "Numpang Pipis" di Pasuruan

    Perilaku menyimpang anggota DPRD agaknya tidak mudah berubah. Berbagai cara dilakukan hanya demi menambah pundi-pundi penghasilan pribadinya. Seperti yang dilakukan anggota DPRD Kota Surabaya yang berdalih studi banding di Kota Pasuruan.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top