PMII Minta Kinerja Jokowi Dievaluasi

PMII menggelar sholat gaib sebagai simbol gagalnya Jokowi mewujudkan bawa cita (Foto: Adi s/surabayaTIMES)
PMII menggelar sholat gaib sebagai simbol gagalnya Jokowi mewujudkan bawa cita (Foto: Adi s/surabayaTIMES)

JATIMTIMES, SURABAYA – Ratusan mahasiswa dari Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jatim menuntut kinerja Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dievaluasi. Mengingat beberapa kebutuhan pokok naik, sehingga membebani masyarakat.

PMII menganggap Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) gagal dalam mewujudkan nawa cita. Untuk itu, sebagai organisasi mahasiswa yang berhaluan 'ahlusunnnah wal jamaah' PMII menyatakan menolak kenaikan ???, dan menolak PP No 60 tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

PMII meminta pemerintah mewujudkan harga pokok murah bagi masyarakat dengan mengendalikan harga pasar, mewujudkan ekonomi kerakyatan secara utuh dan berpihak pada rakyat kecil.

"Kita juga menuntut pemerintah agar mewujudkkan pendidikan dan kesehata gratis, serta mewujudkan nasionalisasi aset agar kekayaan SDA berupa tanah dan air bisa dikelola oleh negara yang diperuntukkan untuk kemakmuran rakyat," katanya, ketika menggelar aksi di depan gedung DPRD Jatim, Rabu (11/1/2017). 

Sementara Anggota Komisi B DPRD Jatim,Noer Soetjipto mengatakan, di masa perekonomian yang belum membaik, pemerintah seharusnya tidak menaikkan harga kebutuhan dalam waktu yang bersamaan. Mengingat pemerintah menaikkan harga tarif dasar listrik, ???, STNK, dan cabe rawit.

"Beban masyarakat sudah berat. Maka kenaikkan jangan bebarengan dalam waktu yang sama. Yang bijak kalau membuat keputusan soal harga. Apalagi menyangkut kebutuhan rakyat," tegasnya.

Menurut politisi asal Partai Gerindra tersebut, demontrasi muncul sebagai sikap atas kekecewaan terhadap pemerintah Joko Widodo, karena harga beberapa kebutuhan masyarakat naik.

Jika pemerintah tidak menaikkan harga kebutuhan dalam waktu yang bersamaan, tentunya rakyat tidak protes. (*)

Pewarta : Adi Suprayitno
Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu Anandhika
  • Wima Brahmantya Resmi Mundur dari Kursi Manajer PSBI Blitar

    Wima Brahmantya resmi mundur sebagai manajer PSBI Blitar, Rabu (23/8/2017). Pengunduran diri ini setalah demo yang dilakukan suporter akibat PSBI terdegradasi ke Liga 3

  • Panic Button Antarkan Polres Malang Kota Wakil Satu-satunya POLRI dalam Pameran Inovasi Kemenpan RB

    Polres Malang Kota menjadi satu-satu wakil POLRI yang ikut dalam pameran inovasi serta terobosan baru yang berhubungan dengan pelayanan terhadap masyarakat yang diadakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

  • Kisruh Bukit Jomblo, Pemkab Tulungagung Akui Tidak Ada Kerja Sama

    Kisruh pengelolaan Bukit Jomblo yang berujung perusakan sejumlah wahana mendapat perhatian serius dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tulungagung. Meski demikian, dinas pariwisata tidak bisa berbuat banyak lantaran belum ada perjanjian kerja sama antara pemka

  • Ditanya Soal Pemeriksaan KPK, Wali Kota Malang Malah Bahas e-Budgeting

    Hadir dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota Malang siang tadi 23/8/2017), Wali Kota Malang Moch. Anton enggan berkomentar soal agenda pemeriksaannya di kantor KPK sebagai saksi terkait kasus rasuah.

  • Abah Anton Sudah Siap Tidur di Emperan

    "Pak Aziz, tolong doakan saya. Saya mau usaha tetes tebu tapi harus ambil tender. Saya sudah spekulasi kalau rumah saya masukkan bank untuk modal. Kalau menang tender, saya akan sejahtera. Tapi kalau saya gagal, saya dan keluarga akan hidup di emperan tok

  • Warga Blitar Meninggal di Toilet Kereta Api dari Jakarta

    Seorang penumpang Kereta Api Majapahit jurusan Jakarta-Blitar ditemukan tewas di toilet. Diduga korban meninggal dalam perjalanan ketika kereta melaju memasuki wilayah Ngantru menuju Stasiun Kota Tulungagung. Korban diketahui bernama Sholeh (57), warga D

  • Bupati Ingatkan Pj Kades Rajin Hadiri Undangan Warga

    Bupati Lumajang Drs As’at melantik dua pejabat (Pj) kepala desa di Pendapa Kabupaten Lumajang, Rabu (23/08). Masing-masing Desa Penanggal dan Desa Tempeh Lor.

  • Tokoh Masyarakat Ini Juga Gelar "Blusukan" ala Abah Anton

    Terobosan yang dilakukan Wali Kota Malang H Moch. Anton sejak awal pemerintahannya lewat program "Sambung Rasa" ke kelurahan memiliki dampak positif bagi masyarakat. Langkah tersebut diikuti tokoh masyarakat.

  • 2018, Kabupaten Malang Jadi Pusat Benih Bawang Nasional

    Hasil produksi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan di wilayah Kabupaten Malang, terutama bawang merah jenis batu ijo, kian meningkat. Karena itu, 2018 mendatang, Kabupaten Malang siap menjadi pusat kawasan perbenihan bawang nasional.

  • Spesialis Curi Motor di Masjid, Jual Barang via Facebook

    Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar Kota menangkap seorang pencuri yang meresahkan warga Kota Blitar. Tersangka yang ditangkap merupakan spesialis pencuri di area masjid.

  • Antisipasi Harga Naik Tak Wajar, Petugas Gabungan Operasi Pasar

    Jelang Hari Raya Idhul Adha 1 September, petugas gabungan yang terdiri dari Polres Malang Kota bersama Dinas Perdagangan(Disdag) Kota Malang, TNI, dan Bulog akan melakukan operasi pasar di Kota Malang. Operasi pasar itu menindaklanjuti kekhawatiran masya

  • Anggota DPRD Surabaya "Numpang Pipis" di Pasuruan

    Perilaku menyimpang anggota DPRD agaknya tidak mudah berubah. Berbagai cara dilakukan hanya demi menambah pundi-pundi penghasilan pribadinya. Seperti yang dilakukan anggota DPRD Kota Surabaya yang berdalih studi banding di Kota Pasuruan.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top