DPRD Jatim: Kebijakan Disperindag Datangkan Cabe dari Gorontalo Ngawur

Muhammad Fawaid (Foto: Adi S/ SurabayaTIMES)
Muhammad Fawaid (Foto: Adi S/ SurabayaTIMES)

JATIMTIMES, SURABAYA – DPRD Jatim menuding Disperindag Jatim membuat kebijakan yang ngawur karena mendatangkan cabe dari Gorontalo untuk menekan tingginya harga cabe di Jatim.

Hal tersebut sangat disayangkan. Mengingat keputusan tersebut tak menghitung kondisi petani cabe di Jatim. Anggota Komisi B DPRD Jatim, Muhammad Fawaid mengatakan apa yang dikatakan pihak Disperindag Jatim dengan mendatangkan cabe asal Gorontalo tersebut bisa dikatakan tak pro rakyat. 

"Mereka tak menghitung secara matang dampak yang dilakukan kebijakannya terhadap nasib petani cabe di Jatim. Ini jelas akan mengganggu ekonomi petani cabe di Jatim," tutur politisi asal partai Gerindra ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (11/1/2017).

Fawaid mengatakan, tak hanya itu, keputusan tersebut juga tak pernah dikoordinasikan dengan DPRD Jatim yang mengetahui kondisi masyarakat di daerah.

Fawaid mengaku kebijakan mendatangkan cabe dari Gorontalo itu menyangkut kesejahteraan rakyat yang notabene adalah bagian dari konstituennya di daerah. 

"Seharusnya kami diajak koordinasi untuk itu. Jangan seenaknya ambil kebijakan yang tidak pro rakyat. Dalam waktu dekat akan kami panggil untuk diminta penjelasannya," jelas pria asal Jember ini.

Sementara Anggota Komisi B DPRD Jatim, Pranaya Yudha mengatakan, kebijakan tersebut ngawur.  Seharusnya, Disperindag Jatim membantu petani di daerah penghasil cabe di Jatim pembinaan bagaimana cara produksi dan meningkatkan kualitas cabe di Jatim.

"Harus ada penyediaan benih menyebar di semua UPT yang dimiliki Disperindag Jatim. Pemerintah harus pro rakyat jangan menyengsarakan rakyat," jelasnya.

Sekedar diketahui,Jatim terpaksa mendatangkan cabe rawit asal Gorontalo untuk mengembalikan stabilitas harga. "Kami gandeng Bulog dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk operasi pasar di Jatim," ungkap Kadisperindag Jatim Ardi Prasetyo.

Mantan Kabiro Ekonomi Pemprov Jatim ini mengatakan cabe rawit asal Gorontalo dibeli dengan harga Rp 67.000 ribu/kg dengan dijual ke masyarakat dengan harga Rp 75.000/kg.

Ardi mengatakan di Jatim kondisi cabe rawit stoknya menipis dan produksinya merosot. Seluruh daerah penghasil cabe rawit, lanjut Ardi, antara lain Bojonegoro,Lamongan, Tuban, Kediri, Mojokerto, Malang, Probolinggo, Jember, Bondowoso, Banyuwangi dan Madura. (*)

Pewarta : Adi Supra
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Surabaya TIMES
  • Panic Button Antarkan Polres Malang Kota Wakil Satu-satunya POLRI dalam Pameran Inovasi Kemenpan RB

    Polres Malang Kota menjadi satu-satu wakil POLRI yang ikut dalam pameran inovasi serta terobosan baru yang berhubungan dengan pelayanan terhadap masyarakat yang diadakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

  • Kisruh Bukit Jomblo, Pemkab Tulungagung Akui Tidak Ada Kerja Sama

    Kisruh pengelolaan Bukit Jomblo yang berujung perusakan sejumlah wahana mendapat perhatian serius dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tulungagung. Meski demikian, dinas pariwisata tidak bisa berbuat banyak lantaran belum ada perjanjian kerja sama antara pemka

  • Ditanya Soal Pemeriksaan KPK, Wali Kota Malang Malah Bahas e-Budgeting

    Hadir dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota Malang siang tadi 23/8/2017), Wali Kota Malang Moch. Anton enggan berkomentar soal agenda pemeriksaannya di kantor KPK sebagai saksi terkait kasus rasuah.

  • Abah Anton Sudah Siap Tidur di Emperan

    "Pak Aziz, tolong doakan saya. Saya mau usaha tetes tebu tapi harus ambil tender. Saya sudah spekulasi kalau rumah saya masukkan bank untuk modal. Kalau menang tender, saya akan sejahtera. Tapi kalau saya gagal, saya dan keluarga akan hidup di emperan tok

  • Warga Blitar Meninggal di Toilet Kereta Api dari Jakarta

    Seorang penumpang Kereta Api Majapahit jurusan Jakarta-Blitar ditemukan tewas di toilet. Diduga korban meninggal dalam perjalanan ketika kereta melaju memasuki wilayah Ngantru menuju Stasiun Kota Tulungagung. Korban diketahui bernama Sholeh (57), warga D

  • Bupati Ingatkan Pj Kades Rajin Hadiri Undangan Warga

    Bupati Lumajang Drs As’at melantik dua pejabat (Pj) kepala desa di Pendapa Kabupaten Lumajang, Rabu (23/08). Masing-masing Desa Penanggal dan Desa Tempeh Lor.

  • Tokoh Masyarakat Ini Juga Gelar "Blusukan" ala Abah Anton

    Terobosan yang dilakukan Wali Kota Malang H Moch. Anton sejak awal pemerintahannya lewat program "Sambung Rasa" ke kelurahan memiliki dampak positif bagi masyarakat. Langkah tersebut diikuti tokoh masyarakat.

  • 2018, Kabupaten Malang Jadi Pusat Benih Bawang Nasional

    Hasil produksi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan di wilayah Kabupaten Malang, terutama bawang merah jenis batu ijo, kian meningkat. Karena itu, 2018 mendatang, Kabupaten Malang siap menjadi pusat kawasan perbenihan bawang nasional.

  • Spesialis Curi Motor di Masjid, Jual Barang via Facebook

    Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar Kota menangkap seorang pencuri yang meresahkan warga Kota Blitar. Tersangka yang ditangkap merupakan spesialis pencuri di area masjid.

  • Antisipasi Harga Naik Tak Wajar, Petugas Gabungan Operasi Pasar

    Jelang Hari Raya Idhul Adha 1 September, petugas gabungan yang terdiri dari Polres Malang Kota bersama Dinas Perdagangan(Disdag) Kota Malang, TNI, dan Bulog akan melakukan operasi pasar di Kota Malang. Operasi pasar itu menindaklanjuti kekhawatiran masya

  • Anggota DPRD Surabaya "Numpang Pipis" di Pasuruan

    Perilaku menyimpang anggota DPRD agaknya tidak mudah berubah. Berbagai cara dilakukan hanya demi menambah pundi-pundi penghasilan pribadinya. Seperti yang dilakukan anggota DPRD Kota Surabaya yang berdalih studi banding di Kota Pasuruan.

  • Delapan Balita di Blitar Dirawat di Rumah Sakit setelah Imunisasi MR

    Sebanyak delapan balita di Kabupaten Blitar justru harus terbaring lemas di rumah sakit setelah mendapat imunisasi Measles Rubela (MR).

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top