Mantan Pegawai PDAM Ini Sukses Bisnis Rempeyek dan Sambel Pecel Berkat Modal dari Bank Jatim Cabang Blitar

Dyah Sri Handayani menunjukkan produk olahannya.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Dyah Sri Handayani menunjukkan produk olahannya.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Berawal dari keisengannya berjualan rempeyek di teras rumahnya, Dyah Sri Handayani (41), warga Jalan Maluku, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar sukses menjadi pengusaha rempeyek dan sambel pecel.

Tak hanya dijual di berbagai kota serta dijadikan oleh-oleh ke luar negeri, rempeyek dan sambel pecel khas Blitar buatannya juga sering dipesan sebagai oleh-oleh  mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan BJ.Habibie, serta putra presiden pertama RI Soekarno, Guruh Soekarno Putra.

Kepada  BLITARTIMES Dyah menegaskan, kesukesannya ini tidak bisa lepas dari Bank Jatim Cabang Blitar yang meminjaminya modal usaha dengan bunga sangat ringan.

Waktu itu tahun 2004, ia keluar dari pekerjaanya sebagai pegawai PDAM Kota Blitar karena memilih untuk menikah dengan suaminya sekarang yang juga pegawai PDAM.

“Di PDAM ada aturan, setiap karyawan yang menikah dengan sesama karyawan diharuskan keluar salah satu, saya pilih keluar agar suami saya tetap bisa bekerja,” katanya, Rabu (11/1/2017).

Usai resign sebagai karyawan PDAM, ia mulai bingung dan mulailah ia iseng berjualan rempeyek di teras rumah. rempeyek dipilihnya karena dalam angan-angannya ingin produk asli Indonesia yang satu ini bisa go internasional.

Dyah Sri Handayani meraih juara 1 Bank Jatim Peduli UMKM (Foto : Dok/BlitarTIMES)

“Saya mulai iseng jualan peyek itu tahun 2004 mas namun baru tahun 2007 peyek itu saya kasih merek setelah secara tiba-tiba saya dicari disperindag untuk diajak ikut pameran, katanya produk saya bagus, saya diikutkan pameran dengan syarat produk saya ini dikasih merek lalu saya kasih saja nama Dita, nama anak saya,” ujarnya.

Setelah ikut pameran bersama disperindag Kota Blitar, pesanan mulai berdatangan. Ia pun  bertekad untuk membesarkan usaha yang dilakoni. Dyah pun mencari informasi kredit bank yang paling murah, dan pilihanpun jatuh kepada Bank Jatim.

“Tahun 2008 saya pinjam modal Kredit Usaha Rakyat di Bank Jatim Cabang Blitar, saya waktu itu pinjam modal Rp.25 juta. Saya tidak ingat berapa persen bunganya, yang jelas sangat ringan,” paparnya.

Perlahan-lahan usaha yang dijalankan Dyah semakin sukses dan berkembang setelah meminjam kredit modal dari Bank Jatim Cabang Blitar. Kredit berlanjut hingga sekarang dimana ia mengambil kredit Pundi Kencana dengan bunga 11% dengan pinjaman Rp.140 juta. Produknya pun tak hanya rempeyek, ia juga memproduksi sambel pecel.

“Suksesnya usaha saya ini ya berkat Bank Jatim Cabang Blitar. Saya mulai dari nol dari tidak memiliki karyawan jadi punya karyawan, saya jadi punya outlet, saya punya kemasan. Saya masih ingin minta tolong Bank Jatim lagi dalam permodalan karena  saya ingin punya tempat produksi dan outlet yang luas dengan usaha yang semakin besar ini,” tegasnya.

Pemasaran yang semula hanya di Blitar Raya, kini merambah luar kota. Bekerjasama dengan orang Cina, produknya dijual di banyak kota mulai Tulungagung, Kediri, Ponorogo, Surabaya, Sidoarjo dan kota-kota lain.

“Kata orang Cina, peyek buatan saya itu gurih, renyah dan terasa kremesnya. Dan banyak orang suka peyek buatan saya ini karena dibuat tanpa pengawet, saya ingin produk saya ini menjadi konsumsi yang sehat,” tukasnya.

Dengan mempekerjakan 9 karyawan, dalam sehari Dyah berhasil memproduksi 300 bungkus rempeyek. 1 bungkus rempeyek dijual dengan harga Rp.11 ribu  per bungus dan Rp.24 ribu per kardus. Sedangkan 1 botol sambel pecel dijual Rp.18 ribu.

Untuk rempeyek ia memproduksi 6 varian rasa yaitu kacang tanah, kacang ijo, iwak teri, udang rebon, kedelai dan lentho.

Mutu, kualitas serta pemasaran produk buatan Dyah yang baik membuat Bank Jatim Cabang Blitar memilih  untuk diikutsertakan dalam lomba Bank Jatim Peduli UMKM Awards 2016. Bersaing dengan kontestas dari banyak daerah, produk milik Dyah berhasil meraih juara 1.

“Hadiahnya berupa uang pembinaan sebesar Rp.25 juta, alhamdulilah bisa untuk tambahan modal,” terang ibu dua anak ini.

Sementara itu, Ketua Forum UKM Blitar Raya, Agung Hidayanto, mengungkapkan rempeyek dan sambel pecel adalah paket kuliner asli khas Blitar yg sangat luar biasa. Produk rempeyek dan sambel pecel dari UKM sebagai ciri khas Blitar ini tetap eksis bahkan berkembang dengan adanya diversifikasi produk.

“Hal inilah salah satu daya saing UKM Blitar sehingga unggul dari daerah lain. Bukan hanya soal rasa yang terjaga kualitasnya namun varian rasa dan kemasan yang menarik terus dilakukan, sehingga menjadikan peyek sebagai salah satu jajanan favorit dan dicari. Dan ini sangat terbantu dengan kepedulian dari Bank Jatim Cabang Blitar,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Aditya Fachril Bayu Anandhika
  • Suporter Bonek dan Jakmania Tewas Akibat Tabrak Lari

    Seorang suporter sepak bola Persebaya atau Bonek dilaporkan tewas akibat kecelakaan. Dia diduga menjadi korban tabrak lari. Bersamaan dengan dia seorang suporter Persija, Jakmania juga dilaporkan tewas. Karena ke duanya mengendarai motor berboncengan.

  • Viral, Hanya dengan Kaleng Bekas Pemuda Ini Mampu Saingi DJ

    Lagu yang menghentak khas DJ kerap sukses membawa penikmat musik bergoyang. Dengan peralatan yang canggih dan teknik yang baik akan menghasilkan musik yang ciamik. Namun bagi pemuda satu ini, untuk menjadi DJ tidak perlu menggunakan alat yang mahal.

  • Hari Jadi Jombang Masih dalam Pembahasan Raperda

    Kabupaten Jombang sebentar lagi akan memiliki regulasi yang mengatur tentang hari jadi kabupaten yang dijuluki sebagai kota santri ini. Regulasi tersebut tertuang pada Peraturan Daerah Kabupaten Jombang yang akan segera diselesaikan pada tahun 2018 ini.

  • Ngabuburit di Karang Menjangan, Emil Dardak Jadi Koki Martabak Mie Madura

    Emil Elestianto Dardak, cawagub Jatim nomor urut satu mengisi kampanye di bulan Ramadhan dengan ngabuburit berburu sajian takjil buka puasa di Pasar kaget takjil Karang Menjangan, Surabaya, Rabu (23/5/2018).

  • Sebanyak 167.839 Kertas Suara Pilgub Dilipat, Target Selesai Besok

    Meski pencoblosan pilkada serentak masih kurang satu bulan lima hari, namun KPU Kota Probolinggo sudah melaksanakan pelipatan kertas suara. Selasa (22/5) puluhan pemuda di Aula KPU Probolinggo tampak sibuk melipat kertas suara. Untuk kali ini, yang dilipa

  • Babak Pertama, Arema FC Unggul 2-0 Atas Bhayangkara FC

    Pertandingan babak pertama antara Arema FC melawan Bhayangkara FC di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Selasa (22/5/2018) malam didominasi Arema FC dengan skor 2-0. Dua gol diciptakan oleh Rivaldi Bawuo pada menit 9 dan Dedik Setiawan pada menit 24.

  • Tersungkur, Bapak Tukang Bakso Ini Bikin Netizen Iba

    Sebuah video viral di media sosial dan sempat membuat netizen iba. Seorang penjual bakso terekam saat terjatuh dan semua dagangannya tumpah di jalanan.

  • Tak Berizin, Galian Pipa Gas Bumi Dihentikan

    Setelah sempat ditutup, Senin (21/5) kemarin, proyek galian pipa gas bumi di Jalan Hayam Wuruk Kota Probolinggo, dilanjutkan lagi. Proyek yang dikerjakan PT Dharma Sumber Pundi Artha itu sempat dihentikan Satpol PP, lantaran diduga belum mengantongi izin.

  • Sekda Kota Kediri Apresiasi Keberadaan Ponpes Di Kota Kediri

    Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu hadiri acara Buka Bersama dan Pemberian Santunan Bagi Anak Yatim yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri, Selasa (22/5) di Pondok Wali Barokah.

  • Safari Ramadhan di Masjid Quba, Pemkot Malang Ingatkan Jamaah Gunakan Hak Pilih

    Safari Ramadhan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang 1439 H berlanjut di Masjid Quba, Kelurahan Bareng. Pada safari ke empat, Selasa (22/5/2018) malam, pemkot menyampaikan beberapa imbauan pada masyarakat. Salah satunya terkait penggunaan hak suara dalam Pilka

  • Dinas Pendidikan Kota Kediri Buka Pendaftaran PPDB Online Jenjang SD

    Jelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bersistem online jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun 2018, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri bakal membuka lebih banyak tempat pendaftaran di masing-masing sekolah.

  • Hibur Para Napi, Polisi Ini Ajak Video Tik Tok di Tahanan

    Aplikasi Tik Tok masih menjadi primadona di berbagai kalangan. Baru-baru ini sebuah video Tik Tok tersebar di media sosial dan bikin netizen ketawa. Sebab, video tersebut dibuat oleh seorang anggota kepolisian di depan sel tahanan bersama para nara pidana

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top