Menkes Buka Kegiatan Bakti Kesehatan Nasional Telinga, Pendengaran dan Mata di Tebuireng

Menkes RI (dua dari kanan) membuka secara resmi kegiatan bakti kesehatan nasional telinga, pendengaran dan mata di Tebuireng Jombang (Foto/A Syamsul Arifin/JombangTIMES.com)
Menkes RI (dua dari kanan) membuka secara resmi kegiatan bakti kesehatan nasional telinga, pendengaran dan mata di Tebuireng Jombang (Foto/A Syamsul Arifin/JombangTIMES.com)

JATIMTIMES, JOMBANG – Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Prof. dr. Nila Juwita Moloek, Sp.M (K) membuka secara resmi Bakti Kesehatan Nasional Telinga, Pendengaran dan Mata bagi para santri dan calon santri dan warga Jombang di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (11/3/2017). 

Acara yang akan berlangsung pada 11 -  13 Maret 2017 bertujuan untuk mendeteksi dini terhadap anak-anak pesantren dan anak anak sekolah, apabila terdapat gangguan pendengaran. Sehingga dapat segera diobati agar tidak mengganggu proses belajar mereka.

Turut hadir dalam acara ini Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH. Salahudin Wahid dan segenap jajarannya, Wakil Bupati Jombang, Hj Munjidah Wahab, Kepala Dinas Kesehatan yang mewakili Gubernur Jawa Timur, sejumlah pegawai RSUD Jombang serta para santri Tebuireng. 

Dalam pidatonya Menkes menyoroti mengenai masalah gangguan ketulian pada masyarakat Indonesia. Prevalensi ketulian di Indonesia, ujar Menkes, diperkirakan 4,5% (11,5 juta) dengan penyebab penyakit telinga 18,5%, gangguan pendengaran 16,8%, dan tuli berat 0,4%.  Angka ini tertinggi pada usia 7-18 tahun atau pada anak SD, SMP, dan SMA.

Berdasarkan hasil Riskesdas 2013, lanjut Menkes, menunjukkan 2,6% penduduk Indonesia berusia 5 tahun mengalami gangguan pendengaran; 0,09% ketulian; 18,8% serumen prop (gumpalan kotoran pada telinga yang mengeras), dan 2,4% sekret (cairan) di liang telinga.

“Di Kabupaten Jombang, prevalensi serumen bilateral pada anak usia 6-12 tahun tergolong masih cukup tinggi yaitu 14%” tandas Menkes.

Di hadapan para undangan dan para santri Menkes berharap kegiatan Bakti Kesehatan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para calon santri, santri dan masyarakat Kabupaten Jombang.

“Begitu pentingnya telinga dan pendengaran dalam agama Islam dengan diterimanya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW adalah dengan menggunakan pendengaran”, ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Menkes juga menyerahkan bantuan pemberian makanan tambahan sebanyak 2,5 ton kepada Pesantren Tebuireng. Selain itu juga Masyarakat Jombang juga menerima bantuan berupa Alat Bantu Dengar dari Starkey Foundation dan THT Promotif Kit untuk Puskesmas dan Tenaga Kesehatan dari BPJS Kesehatan.

Setelah acara, Menkes dan rombongan melanjutkan kunjugan ke RSUD Kabupaten Jombang untuk meninjau Hearing Center di Poliklinik THT dan kegiatan bedah mikro telinga dan katarak di Instalasi Bedah Saraf. (*) 

Pewarta : Syamsul Arifin
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Jombang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top