Tuna Sendang Biru Menu Primadona Restoran Bergengsi di Ibu Kota dan Mancanegara

Ikan tuna hasil tangkapan nelayan Sendang Biru, Sumbermanjing Wetan, yang telah menjadi primadona menu di berbagai restoran dalam dan luar negeri. (dok. Nana)
Ikan tuna hasil tangkapan nelayan Sendang Biru, Sumbermanjing Wetan, yang telah menjadi primadona menu di berbagai restoran dalam dan luar negeri. (dok. Nana)

JATIMTIMES, MALANGKabupaten Malang telah lama terkenal dengan keindahan pantainya. Tentunya yang tidak kalah tenar adalah kekayaan alam bahari yang terkandung di dalam lautan tersebut.

Ikan tuna (Thunnini) adalah bagian kekayaan yang hidup berlimpah di salah satu pantai di Kabupaten Malang, yaitu Pantai Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Bahkan, karena melimpahnya ikan tuna ini, Sendang Biru menjadi daerah penghasil tuna terbesar di Jawa Timur.

Data dari Dinas Perikanan Kabupaten Malang akhir tahun 2016 lalu, hasil tuna tangkapan nelayan Sendang Biru tak kurang 100 ton  setiap hari. Mulai dari jenis bluefin (sirip biru) hingga yellowfin (sirip kuning). 

Hasil tangkapan nelayan Sendang Biru dengan teknik pancing ulur (handline) merupakan bentuk penerapan kegiatan berkelanjutan perikanan tuna berbasis ekosistem (ecosystem approach to fisheries management/EAFM). Hal tersebut telah memosisikan tuna tangkapan nelayan Sendang Biru sebagai bahan dasar makanan bercitra rasa internasional yang menghuni dapur restoran-restoran bergengsi di ibu kota.

Sebut saja Komunal 88 Restoran di Jakarta yang memperlakukan ikan tuna  hasil tangkapan nelayan Sendang Biru begitu tinggi. Melalui chef Nicola, daging tuna Sendang Biru yang telah memakai EAFM dalam kegiatan yang meliputi aspek teknik penangkapan ikan, ekonomi dan kelembagaan, serta tingkat keberlanjutan sumber daya ikan, habitat dan ekosistem perairan dan sosial, menjadi menu andalan yang disukai banyak kalangan, dalam dan luar negeri. "Karena kami mengolah daging tuna yang berasal dari lokasi yang telah menerapkan EAFM yang tentunya ramah lingkungan, sehat, enak sekaligus sebagai bentuk kepedulian lingkungan hidup," kata Nicola yang dilansir Kompas (18/05/2017).

Masyarakat semakin selektif dalam memenuhi kebutuhan perutnya. Bukan hanya sekadar enak, murah tetapi kini menuju ke kesadaran atas apa yang dikonsumsinya. Asal usul makanan, cara budibdaya atau penangkapan, keberpihakan dalam kelangsungan habitat, menjadi pelengkap yang wajib diketahui oleh para penyantap dewasa ini, terutama di ibu kota, daerah perkotaan besar serta  mancanegara.

"Tuna di Sendang Biru telah masuk ke dalam budaya konsumsi dewasa ini, yaitu kesadaran memakan produk yang sehat dan jelas sejarahnya," ujar Jaka Ritamtama, kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang.

Dia juga mengatakan tingkat keberlanjutan kegiatan perikanan tuna di  Sendang Biru tergolong baik dengan  nilai dari analisis komposit dari setiap domain dalam indikator EAFM sebesar 80,28. Artinya, tuna Sendang Biru menjadi menu andalan selain karena cita rasa dagingnya berbeda juga karena pengelolaannya yang ramah lingkungan dengan memperhatikan keamanan laut dan habitat di dalamnya.

Maka, jangan heran apabila Anda menyantap makanan berbahan utama ikan tuna di kota-kota besar maupun luar negeri, bisa jadi itulah hasil tangkapan para nelayan Sendang Biru, Kabupaten Malang. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top