Mengenal Lebih Dekat 5 Desa Wisata Prioritas Kabupaten Malang (7)

Dulu Disebut Singgahan, Konon Andeman Sanankerto Dibuka oleh Adipati Mataram Islam

Makam Mbah Singorejo yang diyakini sebagai orang pertama yang babat alas Sanankerto dan konon bernama Kanjeng Tumenggung Haryo Sumodjoyo
Makam Mbah Singorejo yang diyakini sebagai orang pertama yang babat alas Sanankerto dan konon bernama Kanjeng Tumenggung Haryo Sumodjoyo

JATIMTIMES, MALANG – Nusantara selalu memiliki kekayaan cerita dari mulut ke mulut (folklor) atas berbagai kejadian dan peristiwa. Pun, dengan sejarah lisan mengenai keberadaan Desa Sanankerto, Kecamatan Turen serta terbukanya areal hutan angker yang kini beralih menjadi daerah wisata yaitu Andeman.

Folklor tentang sejarah Sanankerto, cukup menarik terutama masih kuatnya keyakinan masyarakat yang sampai saat ini terjaga. Sebut saja Nuri atau Subur, Kepala Desa Sanankerto.

Menurut penuturan Nuri desa yang ditempatinya sebelum secara administratif disebut sebagai Sanankerto, dulu dikenal dengan  nama Desa Singgahan.

Secara harafiah, kata Singgahan menurut Kamus Bahasa Indonesia (KBBI) berarti tempat berhenti. Hal ini sesuai dengan letak Desa Sanankerto yang memiliki dan dikelilingi empat sungai yang mengaliri desa tersebut. Sungai Gajah Longong yang mengaliri daerah persawahan Dukuh Betek dan Dukuh Krajan, Sungai Andeman mengaliri daerah sawah Singgahan yang berada di timur Sungai Lesti Dukuh Krajan, Sungai Lesti yang membentang dari utara keselatan dan Sungai Sumber Bulu pertemuanya (tempurannya) dengan Sungai Lesti.

"Jadi zaman dulu pendatang harus menyeberangi sungai dan singgah sebentar di desa ini sebelum melanjutkan perjalanan ke desa selanjutnya," kata Nuri yang memiliki homestay di wilayah Andeman Sanankerto, Rabu (21/06).

Maka jangan heran kalau kita bertanya kepada warga asli, nama Singgahan lebih kerap lahir dari mulut mereka dibanding dengan nama Sanankerto.

Selain asal usul nama desa tersebut, Nuri pun menyampaikan sejarah lahirnya nama Andeman dengan mengacu pada lembar kertas berjudul, "Babad Tanah Andeman”.

Jembatan bambu yang menghubungkan ke pulau kecil bernama pulau Puteri Sekar Sari

Babad Tanah Andeman yang disampaikan Nuri ini menuliskan tentang sebuah cerita rakyat yang mengisahkan perjalanan seorang adipati masa Mataram Islam pada abad ke-18 bernama Kanjeng Tumenggung Haryo Sumodjoyo.

Konon, Adipati Sumodjoyo melakukan pengembaraan ke arah timur guna mengasah ilmu tentang kehidupan dan mengajarkan masyarakat mengenai kearifan bermasyarakat. 

Hingga akhirnya, beliau tiba di sebuah hutan tak bertuan yang masih sangat belukar. Pada saat Sumodjoyo akan melanjutkan perjalanannya, tiba-tiba seekor harimau putih menghadang jalan dan ingin memangsanya.

Akhirnya terjadilah perkelahian antara Sumodjoyo dengan harimau tersebut dengan hasil kalahnya si harimau. Harimau putih tersebut mengakui kekalahannya dan kesaktian sang Adipati serta bersedia menjadi abdinya. 

"Dari perkelahian itulah, kelak Adipati Sumodjoyo dikenal dan dijuluki warga sebagai Mbah Singorejo," ujar Nuri.

Kemenangan Sumodjoyo tersebut, ternyata terdengar juga oleh seekor ular raksasa dan bulus putih. Hingga dalam perjalanan mereka ke arah selatan terjadilah pertemuan antara Sumodjoyo dengan mereka. 

Dua hewan ini ingin mengabdi kepada Sumodjoyo tetapi sebelumnya mereka mengajukan satu syarat, yakni meminta agar sang Adipati membuat sumber mata air di hutan tersebut.

Sang Adipati sakti ini memenuhi syarat tersebut dan membuat sumber mata air yang kini masih melimpah dan tak pernah kering di Sanankerto. Sebagai bentuk pengabdiannya, bulus putih dipendam di bawah sumber mata air tersebut, sehingga mata air itu dinamai “Andeman”. 

Sedangkan ular raksasa ditempatkan melintang dengan posisi kepala di sumber air “Sumber Bantal” dan ekornya berakhir di sumber mata air “Andeman”. 

"Nah, lokasi hewan gaib dipendam itulah yang kelak disebut Hutan Andeman," ujar Nuri.

Folklor asal usul tokoh pembuka alas ini ternyata diperkuat dengan adanya makam yang terletak di dekat pintu masuk kompleks Hutan Andeman. Masyarakat mempercayainya bahwa itu adalah makam Mbah Singorejo.

"Warga meyakini memang disinilah makam Mbah Singorejo. Warga maupun pengunjung masih menziarahi makam beliau," kata Subur. 

Terlepas dari shahih tidaknya cerita tersebut, hutan Andeman sudah menjadi berkah bagi perkembangan Desa Ekowisata Boonpring di Sanankerto sejak hutan mulai diperkenalkan sebagai salah satu obyek wisata di Desa Sanankerto tahun 2013.

"Makanya disebut Boon Pring yang artinya Boon berarti anugerah dan pring itu bambu. Baik dari segi pengairan yang tidak pernah kering maupun dari sudut pendapatan ekonomi bagi masyarakat atas adanya Boon Pring ini," pungkas Subur.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
  • Pemkot Anggarkan Rp 800 Ribu untuk Kematian Warga Tak Mampu

    Masalah pemakaman merupakan hal yang tak terelakkan di Kota Surabaya. Sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan biaya perlengkapan pemakaman bagi penduduk miskin Pemerintah Kota Surabaya menggelar sosialisasi. Melalui Bagian Hukum Sekretariat mel

  • Mobil Dinas Depag Diseruduk Truk Fuso

    Mobil Dinas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo P 32 IP yang dikemudikan Samsi dan membawa penumpang sebanyak 4 orang diseruduk truk Fuso DK 9527 PH, Kamis (22/2).

  • Polisi Bekuk Komplotan 'Ludah Api' Pelaku Pecah Kaca Mobil

    Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap komplotan pelaku kejahatan pecah kaca mobil. Ada empat orang pelaku yang diamankan belum lama ini. Komplotan penjahat pecah kaca ini, melakukan kejahatan dengan membobol mobil milik korban M Dillip (41), warga Kl

  • Heboh, Ada Kebakarandi Predator Fun Park

    Sejumlah 50 karyawan Predator Fun Park dibuat panik dengan nyala api yang cukup besar di area halaman parkir Predator Fun Park, Kamis (22/2/2018). Untungnya itu hanyalah sebuah kegiatan simulasi penanggulangan bencana kebakaran yang digelar Dinas Penanggu

  • Ketua FKUB : Lumajang Miliki Prestasi Kerukunan Ummat Sudah Ratusan Tahun

    Terkait berbagai isu perpecahan yang dihubungkan dengan sebuah insiden di Senduro Lumajang, Ketua Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Lumajang, Drs. H. M. Khoiri M.Pdi menyebut bahwa Lumajang memiliki sejarah dan prestasi kerukunan ummat beragama sejak

  • Surabaya Kembangkan Pertanian Terpadu dengan Peternakan dan Perikanan

    Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengembangkan ruang terbuka hijau (RTH) di daerah Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. Area seluas enam hektare itu rencananya akan digunakan sebagai lahan untuk pertanian terpadu.

  • Pembunuh Penjaga Rental PS Perankan 24 Adegan

    Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri, Jawa Timur, menggelar rekonstruksi pembunuhan sadis terhadap korban Achmad Wahyu Sobirin (26), seorang penjaga rental play station (PS) yang dilakukan Mohamad Ubaitul Anas (25), warga Desa Dukuh! Kecamat

  • Luapan Sungai Welang Putus Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo 8 Jam

    Curah hujan tinggi yang bersamaan dengan air laut pasang mengakibatkan sejumlah kawasan di Kota dan Kabupaten Pasuruan tergenang banjir. Bahkan, luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang, selain menggenangi kawasan pemukiman warga setinggi 50-100 sentimete

  • Siapa Yang Pantas Jadi Playmaker Arema FC?

    Berstatus pemain yang pernah menjadi pujaan Aremania pada kompetisi musim 2013-2014 tak membuat Gustavo Lopez akan mudah direkrut oleh Arema FC. Saat ini Singo Edan menetapkan playmaker asal Argentina tersebut sebagai pemain trial (magang) di Piala Gubern

  • Marak Kekerasan terhadap Ulama, Ini Sikap MUI Kabupaten Blitar

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar mengambil sikap terkait fenomena teror dan penganiayaan fisik terhadap ulama yang dilakukan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Kejadian tersebut akhir-akhir ini marak terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

  • Teatrikal Dewan Pemangsa Rakyat Warnai Aksi Penolakan Revisi UU MD3 di Kota Malang

    Pengesahan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD atau UU MD3 oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendapat penolakan dari berbagai pihak, termasuk di Kota Malang. Hari ini (22/2/2018) belasan aktivis dari Malang Corruption Watch (MCW) bersama pe

  • Anggota Komisi VI DPR Ajak Bangun Indonesia lewat Wirausaha

    Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKB Ir HM. Nasim Khan menggelar dialog interaktif pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat di aula Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Rabu (22/02).

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top