Yellow Catura, si Kuning Langka dari Flores yang Tumbuh di Lereng Arjuno

Hezza Sukmasita saat memperlihatkan Yellow Catura yang belum masak di kebuh milik Wahyu EP. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)
Hezza Sukmasita saat memperlihatkan Yellow Catura yang belum masak di kebuh milik Wahyu EP. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANGMendung bergelayut manja di atas lereng Gunung Arjuno sore itu. MalangTIMES berkesempatan mengunjungi kebun kopi milik Wahyu E.P., salah seorang petani kopi yang hasil kebunnya banyak diminati pegiat kopi di Kota Malang bahkan hingga ibu kota.

Jalanan berbatu menyambut kedatangan MalangTIMES di hutan di kawasan Bumiaji, Batu. Namun, nyanyian merdu burung-burung yang bertengger di atas pohon seketika membuat kami  lupa akan dahaga. Maklum masih dalam momen Ramadhan saat kami berkunjung.

Bukan tanpa maksud MalangTIMES mengunjungi kebun kopi milik Wahyu. Tak lain karena rasa penasaran dengan varietas kopi Yellow Catura yang konon hanya tumbuh di tanah Flores tapi ternyata juga mampu hidup di kebun kopi yang letaknya tidak jauh dari Universitas Brawijaya (UB) Forest ini. “Di Indonesia, orang tahu (Yellow Catura) hanya tumbuh di Flores,” ujar Wahyu.

Kopi Arabica jenis ini dikenal tumbuh di daerah Flores Bajawa dan Manggarai saja. Jumlahnya pun tidak banyak. Menurut data yang berhasil dihimpun MalangTIMES, di Indonesia hanya ada sekitar 700 hingga 900 batang pohon saja. Nah, di kebun millik Wahyu, sedikitnya ada 20 batang pohon Yellow Catura tumbuh di sini.

Berbeda dengan varietas kopi yang lain, Yellow Catura menjadi langka karena selain jumlah pohonnya yang sedikit di Indonesia, juga karena produktivitasnya tidak sebanyak kopi pada umumnya. Tidak heran jika kopi ini sulit dijumpai di kedai-kedai kopi.

Kopi langka Yellow Catura yang tumbuh di kebun kopi milik Wahyu EP di Kecamatan Bumiaji, Batu. (Foto: Wahyu EP for MalangTIMES)

Yellow Cartura menjadi istimewa tidak hanya karena hanya tumbuh di Flores dan tergolong varietas yang langka, namun juga warna kulitnya yang kuning saat masak. “Umumnya chery kopi masak berwarna merah, tapi Yellow Catura warna masaknya kuning. Maksimal oranye lah,” jelas Wahyu.

Daerah hutan pegunungan menjadi tempat tumbuh kopi pada umumnya. Hal itu menyebabkan rasa kopi cenderung seperti tanah atau earthy. Selain itu, memiliki tingkat keasaman yang rendah. Namun tidak begitu dengan Yellow Catura. Kopi jenis ini justru memiliki tingkat keasaman yang tinggi.

“Aroma dan rasanya cukup lembut. Perpaduan rasa caramel, apel hijau dan bunga-bungaan. Rasanya cenderung clean after taste,” terangnya.

Karena jumlahnya yang terbatas, Wahyu pun berusaha membudiyakan kopi jenis ini dengan teknik stek pada tanaman. Hasilnya belum terlihat karena Wahyu baru memulai mengembangbiakkannya sejak Mei lalu. Di pasaran, harga tiap kilogram Yellow Catura mencapai Rp 200 ribu. (*)

Pewarta : Hezza Sukmasita
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
  • Pemkot Anggarkan Rp 800 Ribu untuk Kematian Warga Tak Mampu

    Masalah pemakaman merupakan hal yang tak terelakkan di Kota Surabaya. Sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan biaya perlengkapan pemakaman bagi penduduk miskin Pemerintah Kota Surabaya menggelar sosialisasi. Melalui Bagian Hukum Sekretariat mel

  • Mobil Dinas Depag Diseruduk Truk Fuso

    Mobil Dinas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo P 32 IP yang dikemudikan Samsi dan membawa penumpang sebanyak 4 orang diseruduk truk Fuso DK 9527 PH, Kamis (22/2).

  • Polisi Bekuk Komplotan 'Ludah Api' Pelaku Pecah Kaca Mobil

    Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap komplotan pelaku kejahatan pecah kaca mobil. Ada empat orang pelaku yang diamankan belum lama ini. Komplotan penjahat pecah kaca ini, melakukan kejahatan dengan membobol mobil milik korban M Dillip (41), warga Kl

  • Heboh, Ada Kebakarandi Predator Fun Park

    Sejumlah 50 karyawan Predator Fun Park dibuat panik dengan nyala api yang cukup besar di area halaman parkir Predator Fun Park, Kamis (22/2/2018). Untungnya itu hanyalah sebuah kegiatan simulasi penanggulangan bencana kebakaran yang digelar Dinas Penanggu

  • Ketua FKUB : Lumajang Miliki Prestasi Kerukunan Ummat Sudah Ratusan Tahun

    Terkait berbagai isu perpecahan yang dihubungkan dengan sebuah insiden di Senduro Lumajang, Ketua Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Lumajang, Drs. H. M. Khoiri M.Pdi menyebut bahwa Lumajang memiliki sejarah dan prestasi kerukunan ummat beragama sejak

  • Surabaya Kembangkan Pertanian Terpadu dengan Peternakan dan Perikanan

    Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengembangkan ruang terbuka hijau (RTH) di daerah Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. Area seluas enam hektare itu rencananya akan digunakan sebagai lahan untuk pertanian terpadu.

  • Pembunuh Penjaga Rental PS Perankan 24 Adegan

    Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri, Jawa Timur, menggelar rekonstruksi pembunuhan sadis terhadap korban Achmad Wahyu Sobirin (26), seorang penjaga rental play station (PS) yang dilakukan Mohamad Ubaitul Anas (25), warga Desa Dukuh! Kecamat

  • Luapan Sungai Welang Putus Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo 8 Jam

    Curah hujan tinggi yang bersamaan dengan air laut pasang mengakibatkan sejumlah kawasan di Kota dan Kabupaten Pasuruan tergenang banjir. Bahkan, luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang, selain menggenangi kawasan pemukiman warga setinggi 50-100 sentimete

  • Siapa Yang Pantas Jadi Playmaker Arema FC?

    Berstatus pemain yang pernah menjadi pujaan Aremania pada kompetisi musim 2013-2014 tak membuat Gustavo Lopez akan mudah direkrut oleh Arema FC. Saat ini Singo Edan menetapkan playmaker asal Argentina tersebut sebagai pemain trial (magang) di Piala Gubern

  • Marak Kekerasan terhadap Ulama, Ini Sikap MUI Kabupaten Blitar

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar mengambil sikap terkait fenomena teror dan penganiayaan fisik terhadap ulama yang dilakukan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Kejadian tersebut akhir-akhir ini marak terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

  • Teatrikal Dewan Pemangsa Rakyat Warnai Aksi Penolakan Revisi UU MD3 di Kota Malang

    Pengesahan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD atau UU MD3 oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendapat penolakan dari berbagai pihak, termasuk di Kota Malang. Hari ini (22/2/2018) belasan aktivis dari Malang Corruption Watch (MCW) bersama pe

  • Anggota Komisi VI DPR Ajak Bangun Indonesia lewat Wirausaha

    Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKB Ir HM. Nasim Khan menggelar dialog interaktif pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat di aula Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Rabu (22/02).

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top