Terkena Dampak Resapan Pasar Ikan, 15 Tahun Warga Bandung Tulungagung Tutup Sumur

Sukidi ketua RT 09 Contong Bandung Tulungagung (Foto : Anang Basso/TulungagungTIMES)
Sukidi ketua RT 09 Contong Bandung Tulungagung (Foto : Anang Basso/TulungagungTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Informasi yang disampaikan Kepala Desa Bandung, Amanu terkait dampak resapan limbah di Pasar Ikan Bandung Tulungagung ternyata bukan kabar lama yang begitu saja dilupakan warga.

Sebelumnya Amanu menceritakan buruknya kualitas air di desanya sudah cukup parah. Selain sampah di sungai perbatasan, pasar ikan juga sering dikeluhkan warganya karena meresap ke sumur di sekitar pasar. 

"Itu terjadi sejak saya sebelum menjadi Kades, sekarang sudah mulai ada pengaturan pembuangan," paparnya. 

Menurut ketua RT 9 RW 3 Dusun Contong Desa Bandung, Sukidi (66) bahwa sumur di sekitar 75 rumah di RT nya tinggal kenangan karena sudah 15 tahun ditutup. 

"Kami pernah mau demo, tapi di janji ini itu hingga kini malah sangat buruk kualitas air tanah di seluruh rumah di RT yang saya pimpin," ungkapnya. 

Istri Sukidi, Katemi (56) mengaku air harus di bor dengan pipa minimal 60 meter. Bahkan sedalam itu, air terkadang masih berwarna kuning. 

"Jangankan untuk masak atau cuci pakaian, untuk cuci piring saja tak bisa bersih dan bau amis," keluh Katemi. 

Untuk kebutuhan sehari-hari awalnya warga harus mengambil air dengan jurigen ke sumur bor peninggalan Jepang di depan pasar. Namun, sejak sepuluh tahun belakang warga memanfaatkan pelayanan PDAM untuk segala keperluan. 

"Semua keperluan dari PDAM, kami berharap pemerintah bisa memberikan air gratis mengingat kami kena dampak resapan air dari pasar ikan," pungkasnya. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top