Mengawal Malang Jadi Kota Mode

Bentuk Komunitas, IFC Chapter Malang Ajak Berbagai Kalangan Majukan Industri Fashion Malang

Berbagai kalangan pecinta mode di Malang Raya bergabung dalam komunitas IFC Community. (foto Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Berbagai kalangan pecinta mode di Malang Raya bergabung dalam komunitas IFC Community. (foto Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANGSukses menggelar fashion show di beberapa kota, bahkan di luar negeri, asosiasi desainer Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang membuat gebrakan baru. Demi mendukung Malang menjadi kiblat mode, IFC Chapter Malang membentuk komunitas pecinta fashion dengan nama IFC Community.

Ketua IFC Chapter Malang Agus Sunandar mengatakan, IFC Community berusaha merangkul berbagai kalangan untuk bersama-sama memajukan industri fashion di Malang Raya. "IFC Community ini bukan semata-mata komunitas. tetapi lebih kepada bentuk sinergi antara orang-orang yang mendukung industri fashion. Kita gandeng bersama-sama untuk memajukan mode di Malang ini," ungkapnya saat ditemui di acara Gathering IFC Community di Komika Cafe, Sabtu (15/7/2017).

IFC Chapter Malang menggaet berbagai kalangan yang bergerak di bidang fashion. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa tata busana, dosen tata busana, make-up artist, desainer pemula, fotografer, fashion reporter, pengrajin aksesori, hingga pengusaha konveksi. 

"Yang menjadi anggota IFC Community ini tentu mereka-mereka yang kami rekomendasikan. Mereka punya kemampuan yang mendukung bersama dengan para desainer Malang untuk memajukan industri fashion di Malang," ujar Agus. 

IFC Community bertujuan mendukung kegiatan mode yang dilakukan para desainer Malang. "Kalau ada kegiatan seperti fashion show , kami libatkan anggota IFC Community ini. Kami kan juga butuh fotografer, jurnalis, dan pengrajin craft untuk kegiatan fashion show kami," tutur Agus. 

Selain itu, IFC Community akan mengikuti kegiatan lain seperti seminar dan workshop tentang dunia mode. Para anggota IFC Community juga berkesempatan mendapatkan pendidikan dan pelatihan di bidang mode, yakni pelatihan ekspor, manajemen dan pelatihan lokal, peramalan tren, marketingbranding, dan digital media training.

"Jadi, nggak hanya kegiatan komunitas itu-itu saja, tapi kami juga mau bantu teman-teman di sini untuk mengenal lebih jauh industri fashion itu seperti apa termasuk ada marketingretail dan branding itu seperti apa," jelas pria yang juga berprofesi sebagai dosen itu. 

Meski ditujukan bagi pelaku industri fashion di Malang Raya, nyatanya antusiasme penikmat mode juga berasal dari luar Malang, yaitu Blitar, Tulungagung, Surabaya dan Bondowoso. Dari Surabaya, ada seorang dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang datang untuk bergabung. Panggilan akrabnya Rara. 

Wanita berhijab itu menjelaskan keinginannya bergabung di IFC Community karena ingin mengembangkan bisnis mode yang ia tekuni. "Selama ini saya membuat desain busana. Nah saya ingin di sini lebih bisa lagi mengembangkan bisnis saya karena kebetulan saya mengajar marketing juga," tandas Rara. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top