Pengusaha Kontraktor se Kabupaten Malang Sepakat Minimalisir Makelar Proyek Infrastruktur

Pelantikan dan Deklarasi Gapeknas Kabupaten Malang diproyeksikan untuk meminimalisir makelar proyek dan saling sikut antar asosiasi konstruksi dalam mendapatkan proyek, Senin (17/7/2017) (Nana/MalangTIMES)
Pelantikan dan Deklarasi Gapeknas Kabupaten Malang diproyeksikan untuk meminimalisir makelar proyek dan saling sikut antar asosiasi konstruksi dalam mendapatkan proyek, Senin (17/7/2017) (Nana/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Deklarasi Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional (Gapeknas) Kabupaten Malang diproyeksikan dalam upaya menampilkan wajah para pengusaha konstruksi yang tertib regulasi dan mampu memberi kemanfaatan panjang bagi masyarakat.

Selama ini, menjadi rahasia umum dalam masyarakat bahwa berbagai pembangunan infrastruktur selalu dipertanyakan kualitasnya. Jangka waktu, semisal jalan yang tidak sesuai teknis mengakibatkan masa pakainya begitu singkat karena rusak.

Menurut Mochamad 'Geng' Wahyudi, Pembina Gapeknas Kabupaten Malang, permasalahan tersebut memang kerap terjadi dikarenakan adanya makelar-makelar proyek yang mengambil keuntungan dari dana pembangunan tersebut.

"Kita tidak menafikan bahwa hal tersebut terjadi di sini. Karena itu dengan adanya deklarasi Gapeknas ini diharapkan bisa meminimalisir persoalan itu," katanya dalam akhir acara, Senin (17/7/2017).

Keberadaan makelar proyek, masih menurut 'pak Geng' telah membuat wajah pengusaha kontruksi di Kabupaten Malang menjadi ternoda, baik di mata masyarakat maupun pemerintah. 

Dia berharap dengan deklarasi yang akan diikuti secepatnya dengan berbagai kegiatan di Gapeknas Kabupaten Malang akan mampu meminimalisir keberadaan makelar serta mampu menguatkan sinergitas dengan Pemerintahan Kabupaten Malang.

Kegiatan pasca deklarasi yang akan dirumuskan secepatnya selain melakukan koordinasi dan konsolidasi seluruh asosiasi pengusaha konstruksi di Kabupaten Malang, juga secara bertahap akan dilaksanakan penguatan kompetensi bagi anggota yang ada dalam organisasi pengusaha tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Priyo Sudibyo, Ketua Gapeknas Kabupaten Malang, yang juga menyampaikan  bahwa restorasi Gapeknas akan menjadi program kerjanya setelah dilantik.

"Perlu dikembalikan ke semangat awal adanya organisasi pengusaha konstruksi ini yaitu bersama pemerintah sebagai mitra kerja melakukan pembangunan yang sesuai asas hukum dan kemanfaatan bagi masyarakat,"ujar Priyo yang juga Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Malang ini.

Dia menyoroti bahwa selama ini peran Gapeknas belum terlihat maksimal, bahkan menjadi perbincangan negatif dalam masyarakat karena hasilnya tidak memuaskan.

Hal ini diperparah dengan adanya saling sikut dalam mendapatkan proyek infrastruktur pemerintahan yang akhirnya menumbuh-suburkan keberadaan makelar.

"Jadi kita coba kumpulkan dulu seluruh pengusaha yang ada untuk menyamakan visi dan misi. Selain juga menanamkan kebersamaan seperti yang diharapkan Bupati Malang tadi,"imbuh Priyo.

Di kesempatan yang sama Muhammad Alyas, Sekertaris Umum DPD Gapeknas Jawa Timur (Jatim) juga berharap bahwa para pengusaha konstruksi di Jatim yang didominasi pengusaha kecil dan menengah, yaitu sekitar 92 persen dari total sekitar 13 ribu kontraktor, mampu meningkatkan kompetensinya.

"Lewat Gapeknas Kabupaten Malang diharapkan anggota ter-upgrade kompetensinya di era keterbukaan dalam permasalahan konstruksi ini," harap Alyas yang juga mengatakan dengan adanya regulasi kontruksi baru, pengawasan semakin ketat bagi para kontraktor.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
  • Polisi Bekuk Komplotan 'Ludah Api' Pelaku Pecah Kaca Mobil

    Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap komplotan pelaku kejahatan pecah kaca mobil. Ada empat orang pelaku yang diamankan belum lama ini. Komplotan penjahat pecah kaca ini, melakukan kejahatan dengan membobol mobil milik korban M Dillip (41), warga Kl

  • Heboh, Ada Kebakarandi Predator Fun Park

    Sejumlah 50 karyawan Predator Fun Park dibuat panik dengan nyala api yang cukup besar di area halaman parkir Predator Fun Park, Kamis (22/2/2018). Untungnya itu hanyalah sebuah kegiatan simulasi penanggulangan bencana kebakaran yang digelar Dinas Penanggu

  • Ketua FKUB : Lumajang Miliki Prestasi Kerukunan Ummat Sudah Ratusan Tahun

    Terkait berbagai isu perpecahan yang dihubungkan dengan sebuah insiden di Senduro Lumajang, Ketua Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Lumajang, Drs. H. M. Khoiri M.Pdi menyebut bahwa Lumajang memiliki sejarah dan prestasi kerukunan ummat beragama sejak

  • Surabaya Kembangkan Pertanian Terpadu dengan Peternakan dan Perikanan

    Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengembangkan ruang terbuka hijau (RTH) di daerah Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. Area seluas enam hektare itu rencananya akan digunakan sebagai lahan untuk pertanian terpadu.

  • Pembunuh Penjaga Rental PS Perankan 24 Adegan

    Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri, Jawa Timur, menggelar rekonstruksi pembunuhan sadis terhadap korban Achmad Wahyu Sobirin (26), seorang penjaga rental play station (PS) yang dilakukan Mohamad Ubaitul Anas (25), warga Desa Dukuh! Kecamat

  • Luapan Sungai Welang Putus Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo 8 Jam

    Curah hujan tinggi yang bersamaan dengan air laut pasang mengakibatkan sejumlah kawasan di Kota dan Kabupaten Pasuruan tergenang banjir. Bahkan, luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang, selain menggenangi kawasan pemukiman warga setinggi 50-100 sentimete

  • Siapa Yang Pantas Jadi Playmaker Arema FC?

    Berstatus pemain yang pernah menjadi pujaan Aremania pada kompetisi musim 2013-2014 tak membuat Gustavo Lopez akan mudah direkrut oleh Arema FC. Saat ini Singo Edan menetapkan playmaker asal Argentina tersebut sebagai pemain trial (magang) di Piala Gubern

  • Marak Kekerasan terhadap Ulama, Ini Sikap MUI Kabupaten Blitar

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar mengambil sikap terkait fenomena teror dan penganiayaan fisik terhadap ulama yang dilakukan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Kejadian tersebut akhir-akhir ini marak terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

  • Teatrikal Dewan Pemangsa Rakyat Warnai Aksi Penolakan Revisi UU MD3 di Kota Malang

    Pengesahan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD atau UU MD3 oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendapat penolakan dari berbagai pihak, termasuk di Kota Malang. Hari ini (22/2/2018) belasan aktivis dari Malang Corruption Watch (MCW) bersama pe

  • Anggota Komisi VI DPR Ajak Bangun Indonesia lewat Wirausaha

    Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKB Ir HM. Nasim Khan menggelar dialog interaktif pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat di aula Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Rabu (22/02).

  • Banyak Kasus Teror Dilakukan Orang Gila, Ini Kata Ahli Jiwa RSJ Menur

    Banyak kasus teror yang terjadi beberapa waktu terakhir di Jawa Timur diketahui dilakukan pelaku yang mengalami gangguan jiwa. Berikut penjelasan pakar kejiwaan terkait perilaku agresif dari pengidap kejiwaan. Psikiater RS Menur Surabaya dr Hendro Riyant

  • Bupati dan Wabup Gelar Syukuran HPN Bersama Wartawan

    Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH dan Wakil Bupati Situbondo Ir H Yoyok Mulyadi MSi serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Situbondo, sejumlah wartawan, serta tamu undangan menggelar tasyakuran HPN (Hari Pers Nasional) Ke-32 di

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top