Bule Jerman dan Rusia Jajal Membuat Tempe Malang

Sebastian Lins, WNA asal Jerman saat tengah mencoba buat tempe Malang (foto: istimewa)
Sebastian Lins, WNA asal Jerman saat tengah mencoba buat tempe Malang (foto: istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Kuliner Malang yang sudah tidak asing lagi salah satunya ialah tempe. Kelezatan tempe khas Malang buat kuliner ini tidak saja dikenal masyarakat seantero Indonesia.

Dua orang Warga Negara Asing (WNA) menjajal langsung panganan khas Malang itu. 

Bukan hanya menikmati sajian tempe, Sebastian dan Farzona asyik meramu kedelai hingga menjadi tempe.

Keduanya berkesempatan merasakan pengalaman membuat tempe di Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.

Ditemui MALANGTIMES usai membuat tempe, Sebastian mengaku ia awalnya merasa kesulitan. 

Pria asal Jerman itu mengaku ada tahapan yang ia rasa susah kala harus mengolah kedelai menjadi tempe.

Dengan bahasa Inggris fasih ia berujar meski susah ia mengaku senang bisa mencoba langsung pembuatan tempe Malang. 

Ia pun mengaku tempe yang sudah jadi rasanya tidak kalah nikmat dibandingkan menu masakan Eropa.

Dalam bahasa Jerman ia berujar bahwa tempe Malang juga enak. "Ja, lecker," katanya dalam bahasa Jerman. 

Bukan hanya Sebastian, seorang Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Rusia Farzona mengaku meski susah ia menikmati proses pembuatan tempe secara langsung.

Dalam bahasa Inggris wanita yang akrab disapa Farah itu berujar proses pembuatan tempe Malang tergolong cepat. 

"Ya, meski awalnya susah tetapi saya merasa prosesnya cepat sekali. Lalu, waktu saya makan tempe menurut saya rasanya enak," kata Fara dalam bahasa Inggris fasih. 

Sementara itu, Sebastian dan Farazona berada di Malang selama enam minggu. Mereka tengah mengikuti program pengajaran bagi anak-anak kurang beruntung di wilayah itu. Program tersebut diadakan oleh AIESEC Universitas Brawijaya (UB). 

Aji Nugroho, perwakilan AIESEC UB menjelaskan ada delapan orang Warga Negara Asing (WNA) yang terlibat dalam misi sosial di bidang pendidikan.

Di sela-sela praktek mengajar bahasa Inggris itulah, dua orang asing tersebut merasakan pengalaman membuat tempe Malang.

"Misinya kita mengajar anak-anak kurang beruntung di panti asuhan dan sekolah-sekolah. Nama programnya Enlighten The Future dan ini akan berjalan selama kurang lebih enam minggu," jelas mahasiswa semester 5 itu. 

Kedelapan bule dari berbagai negara itu akan mengajar Bahasa Inggris di beberapa lokasi di Kota Malang.

Di Kecamatan Kedungkandang, usai menjajal pembuatan tempe mereka kemudian mengajar Bahasa Inggris di SMP Negeri 22 Malang. (*)

 
Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top