Pasca Konsolidasi, Megawati akan Langsung Tunjuk Nama Calon Wali Kota Malang dari PDIP

Megawati Soekarnoputri saat memimpin rapat konsolidasi partai jelang Pilkada serentak Jawa Timur di ballroom Ijen Suites, siang ini (10/9/2017). (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Megawati Soekarnoputri saat memimpin rapat konsolidasi partai jelang Pilkada serentak Jawa Timur di ballroom Ijen Suites, siang ini (10/9/2017). (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri hadir dalam Rapat Konsolidasi Pilkada Jawa Timur di ballroom Ijen Suites, siang ini (10/9/2017).

Megawati datang untuk membahas pemenangan Pilkada Jawa Timur, baik pemilihan gubernur maupun bupati/wali kota yang digelar serentak 2018 mendatang. 

Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan, konsolidasi internal ini merupakan langkah strategis untuk menyambut Pilkada 2018.

"Konsolidasi ini sangat penting bagi partai untuk mengevaluasi terkait ideologi, organisasi, program, kader, dan juga sumber daya partai. Terutama mendorong penguatan wajah partai di tengah rakyat," ujar Hasto jelang pelaksanaan acara. 

Dimulai sejak pukul 15.30 WIB, pertemuan tersebut tertutup bagi awak media. Sejumlah tokoh penting tampak hadir. Di antaranya Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah dan Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Perempuan dan Anak, Sri Rahayu.

Hasto mengungkapkan, setelah konsolidasi dilakukan, partai berlambang banteng itu akan mengambil keputusan terkait calon yang bakal diusung dalam pilkada serentak.

"Ibu ketua umum (Megawati) akan memutuskan siapa yang menjadi calon gubernur dan calon wakil gubernur dari Provinsi Jawa Timur, termasuk Kota Malang, Kabupaten Magelang, dan lainnya," tegasnya. 

Saat ini, lanjut Hasto, nama-nama bakal calon sudah masuk dalam daftar partai. Artinya, tinggal keputusan akhir.

"Kami sudah persiapkan dengan baik. Dalam waktu dekat rekomendasi akan diberikan setelah konsolidasi ini," tuturnya.

Turunnya keputusan jauh sebelum pelaksanaan pilkada, bisa dibilang bukan kebiasaan PDIP. Pada gelaran pilkada sebelumnya, rekomendasi baru turun menjelang batas akhir pendaftaran calon.

"Karena Pilkada serentak maka kerja sama (dengan partai lain) harus dipertimbangkan," ujarnya.

Dia mencontohkan, untuk Pilkada di Papua  PDIP menjalin kerja sama dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

"Nah, di daerah lain juga. Partai menjallin komunikasi intens dengan PKB, Hanura, Golkar, termasuk juga dengan PPP," jelasnya.

Hasto menambahkan, PPP masuk dalam daftar pertimbangan koalisi karena PDIP melihat aspek historis, sosiologis dan kultural masyarakat Jawa Timur. "PDIP membuka ruang kerja sama yang sangat besar terhadap keluarga Nahdlatul Ulama," tegasnya. 

Soal nama Wakil Wali Kota Malang Sutiaji yanng disebut bakal menjadi calon yang diusung PDIP Kota Malang, Hasto belum memberi kepastian. "Nanti kita lihat," pungkasnya.

Untuk diketahui, Pilkada serentak 2018 di Jawa Timur terdiri dari Pemilihan Gubernur Jawa Timur serta 18 pilkada kabupaten dan kota yakni Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, Bojonegoro, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Bondowoso, Madiun, Nganjuk, Tulungagung, Jombang, Magetan, Lumajang dan Probolinggo. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu Anandhika
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top