Malang Flower Carnival 2017 (13)

Deputi Kemenpar: Malang Flower Carnival Harusnya Undang Peserta dari Seluruh Dunia

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Dra. Esti Rekoastuti (tengah) bersama General Manager MALANGTIMES Lazuardi Firdaus (kanan) (foto: dok/MalangTIMES)
Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Dra. Esti Rekoastuti (tengah) bersama General Manager MALANGTIMES Lazuardi Firdaus (kanan) (foto: dok/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Ajang Malang Flower Carnival (MFC) 2017 yang digelar pada Minggu (10/9/2017) mendapat perhatian dari Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Dra. Esti Rekoastuti. 

Ditemui secara khusus oleh MALANGTIMES, Esti menaruh harapan besar agar di tahun-tahun mendatang MFC mengundang peserta dari seluruh dunia. 

Ia menjelaskan salah satu daya tarik pariwisata yang mampu dipandang masyarakat dunia adalah adanya gelaran event seperti parade budaya.

Memasuki tahun ketujuh Malang Flower Carnival, Esti berharap agar pihak penyelenggara membuka koneksi lebih luas sehingga mampu menarik turis asing ke Malang. 

Langkah itu, kata Esti, harus segera dilakukan agar ke depan Malang Flower Carnival tidak hanya bisa singgah di puluhan negara. Tetapi, ajang tahunan kostum bunga di Malang itu dapat menyedot banyak turis asing untuk menjadi peserta parade kostum. 

"Malang ini punya potensi untuk bisa datangkan turis asing. Caranya mungkin satu fasilitasnya. Seperti bandar udara, kan sudah punya kan, atau bisa juga melalui Juanda, Surabaya. Setelah itu, sudah ada banyak hotel bagus disini, nah itu harus dimanfaatkan. Dan paling penting penyelenggara Malang Flower Carnival harus buka link agar bisa datangkan peserta dari luar negeri," kata Esti saat ditemui media online ini pada Minggu (10/9/2017).

Esti berkaca pada kesuksesan Jember Fashion Carnival (JFC). Even karnaval busana yang setiap tahun digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur itu digagas oleh Dynand Fariz yang juga pendiri JFC Center. 

Memasuki penyelenggaraan ke-16, JFC semakin mempesona. Presiden JFC Dynand Fariz mengungkap JFC saat ini berhasil menempatkan diri sebagai karnaval ketiga di dunia setelah NottingHill, Amerika Serikat dan Reunion, Prancis. 

"Memang JFC sendiri sudah penyelenggaran ke-16 dan Malang Flower Carnival ini kan baru tahun ketujuh ya. Tapi dengan potensi yang dimiliki Malang saya yakin bisa lebih cepat untuk go international. Jadi jangan hanya ada dua orang WNA yang diundang tapi benar-benar pesertanya itu dari seluruh dunia," imbuh wanita berhijab itu. 

Esti juga menyarankan agar pada penyelenggaraan mendatang, Malang Flower Carnival dapat berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). "Salah satu contoh membangun link agar bisa undang peserta dari luar negeri mungkin lewat Kemenlu ya," saran Esti.

Peserta dari berbagai negara itu kata Esti, bisa dibuatkan sebagai satu grup. "Jadi misanya ada grup negara mana gitu. Itu kan nanti akhirnya membuat Malang Flower Carnival ini go international," pungkasnya. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu Anandhika
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top