Setelah 1 Tewas Akibat Oplosan Maut, Korban Lain Menyusul Masuk IGD

Petugas IGD Dr Iskak Tulungagung melakukan penanganan pasien keracunan oplosan di Red Zone (Foto: TulungagungTIMES)
Petugas IGD Dr Iskak Tulungagung melakukan penanganan pasien keracunan oplosan di Red Zone (Foto: TulungagungTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Kembali pasien keracunan miras oplosan masuk IGD Dr Iskak Tulungagung. Pasien yang dirujuk dari rumah sakit di Trenggalek itu kini dalam kondisi koma di Red Zone sedangkan satu lain dinyatakan tewas dan empat sisanya masih dalam perjalanan menuju IGD. 

Korban yang mengalami koma tersebut atas nama Didik Rusdianto (25) warga Tasikmadu Watulimo Trenggalek. Sedangkan korban tewas bernama Eko Wahyudi (25) Tasikmadu, dan empat yang lain merupakan korban miras setelah mendapatkan bayaran dari hasil kerja sebagai nelayan di pantai Prigi. 
"Ceritanya mereka berteman, mereka setelah bayaran menuju caffe (saat malam Minggu, red.) dan mereka masih tampak sehat-sehat saja. Baru malam Senin yang namanya Eko itu tiba-tiba dikabarkan meninggal, adik saya ini (Didik) tadi pagi dagunya terasa kaku dan akhirnya lemes dan kejang, dia sempat merangkak menuju kamar, lalu keluar lagi dan saat kita hendak bawa ke sini (RSUD dr Iskak) dia pingsan dan koma," kata Sutini kakak sepupu Didik. 

Sutini tidak tau di caffe mana mereka pesta oplosan, karena di daerahnya ada sekitar tiga (3) kafe yang menyediakan miras dan karaoke. 
"Pokoknya di salah satu dari 3 kafe yang ada di Tasikmadu Prigi, nanti jika sadar biar dimintai keterangan," tambahnya. 

Kepala Humas RSUD dr Iskak Tulungagung M. Rifai mengatakan ada enam pasien baru kasus oplosan yang terkonfirmasi dan sedang menuju ke IGD Dr Iskak Tulungagung. Dari enam pasien itu satu diantaranya telah meninggal sedang 1 pasien sudah dirawat di Red Zone dengan kondisi koma.

"Yang meninggal bernama Eko Wahyudi, yang ini, Didik Rusdianto kondisinya masih koma, sedang empat pasien lain tadi sudah mau berangkat ke sini dari RS Nur Medika atas nama pasien, Eko dan  Yanto," kata Rifai. 

Dua pasien lain belum teridentifkasi nama dan alamat, namun sempat pihaknya mendapat konfirmasi dalam perjalanan menuju IGD Dr Iskak Tulungagung. 
"Sama seperti kasus sebelumnya, pasien mengalami intoksikasi setelah sebelumnya minum bahan yang mengandung metanol yang diduga berasal dari minuman oplosan. Efek metanol ini biasanya dirasakan dua hari setelah masuk dalam tubuh," kata Rifai. 

Reaksi metanol yang masuk dalam tubuh menurut Rifai selain dapat menyebabkan kematian juga cenderung mengakibatkan kebutaan pada mata. 
"Setelah dua hari minum metanol, pasien biasanya merasakan mata menjadi kabur dan disusul dengan gejala lain yang akhirnya tidak sadar dan koma. Hal yang paling fatal adalah kematian," pungkas Rifai. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top