Banyak Korban Oplosan, Dokter Ini Ungkap Bahaya dan Berharap Produksi Dihentikan

Dokter Bobi Prabowo, Spesialis Emergency Medis IGD RSUD dr Iskak Tulungagung (Foto: TulungagungTIMES)
Dokter Bobi Prabowo, Spesialis Emergency Medis IGD RSUD dr Iskak Tulungagung (Foto: TulungagungTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Publik di Tulungagung selama sebulan di gemparkan oleh kasus keracunan miras oplosan. Puluhan pasien masuk IGD Dr Iskak Tulungagung, sekitar 9 orang tewas, beberapa mengalami kebutaan dan selebihnya mengalami kehilangan kesadaran atau koma. 

Setelah Kejadian di Caffe Bengawan Bulusari, Pesta Miras di Tamanan, Karangsari Rejotangan, Nyawangan Sendang, kini enam orang dinyatakan mengalami kejadian serupa. Satu korban dinyatakan tewas, 1 koma dan 4 lainnya menuju IGD Dr Iskak Tulungagung. 

Dr Bobi Prabowo spesialis Emergency Medis IGD Dr Iskak Tulungagung mengungkapkan bahaya oplosan yang mengandung metanol bagi tubuh manusia. Meski dari segi penampakan fisik, etanol dan metanol sulit dibedakan karena sama-sama berbentuk cairan jernih tidak berwarna yang mudah bercampur dengan air, berbau alkohol, dan mudah terbakar.
"Minum oplosan mengandung metanol itu sebenarnya tidak bahaya, namun metanol itu setelah diproses dalam liver maka berubah menjadi formadehid lalu menjadi asam format atau racun yang bersifat asam. Jika asam ini melimpah maka gejala pertama terjadi pada mata yang kabur dan perut menjadi mual seperti maag lalu kejang dan koma hingga menyebabkan kematian," ungkap Dokter Muda yang selalu tampil gaul ini. 

Metanol memiliki bau dan rasa mirip etanol sehingga sering disalahgunakan sebagai pengganti etanol dalam miras oplosan karena disamping harganya relatif lebih murah juga akibat ketidakpahaman akan bahaya yang ditimbulkannya. 

"Banyak yang beranggapan bahwa sifat dan fungsi metanol sama dengan etanol, sehingga orang yang sudah kecanduan minuman keras dengan keterbatasan ekonomi cenderung membuat atau membeli minuman keras oplosan yang dicampur dengan metanol. Dilihat dari bahaya terhadap efek kesehatan, metanol jauh lebih berbahaya daripada etanol dan sangat berisiko terhadap kesehatan," tambahnya. 

Reaksi metanol baik formaldehid maupun asam format, keduanya merupakan senyawa beracun bagi tubuh, terutama format yang selain dapat menyebabkan asidosis metabolik juga dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Pada umumnya, gejala keracunan metanol 3 hari setelah mengkonsumsi alkohol yang dioplos metanol. Gejala keracunan yang mula-mula timbul dapat berupa mual, muntah, gangguan penglihatan, kebutaan, kejang, koma, gagal ginjal akut yang bahkan bisa menyebabkan kematian.
"Jangan diminumi baik air putih atau air kelapa bagi yang mengalami keracunan metanol, karena air bisa menumpuk di paru dan akan membuat makin parah. Satu-satunya jalan segera lakukan tindakan medis," kata Bobi.

Bobi berharap kepolisian bisa melakukan penelusuran terhadap produksi minuman yang mengandung metanol ini. 
" Ini jenis minumannya (yang diminum pasien) Alimi, itu bisa di telusuri minum di warung mana, warungnya beli darimana nanti pasti ketemu siapa yang memproduksi, namun itu tugas kepolisian. Kita siap bekerjasama menganalisa kandungan miras oplosan penyebab keracunan pada pasien. Untuk menghentikan korban berikutnya ya harus menghentikan produksinya," pungkas Bobi. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top