Rusak Pager Ayu, Pemuda Pagerwojo Ini Dihajar Wong Trenggalek

Agus (kondisi benjut), Suminah dan Ladi (Jaket Hitam) di Mapolsek Pagerwojo Tulungagung / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES
Agus (kondisi benjut), Suminah dan Ladi (Jaket Hitam) di Mapolsek Pagerwojo Tulungagung / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Dua sejoli yang bukan suami istri di bawa ke Mapolsek Pagerwojo Tulungagung. Mereka dikawal oleh petugas dari Mapolsek Bendungan Trenggalek ke Pagerwojo setelah Agus Setiono (36) diketahui babak belur dihajar Ladi (39) warga Banaran Desa Depok Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek karena ketahuan merusak "Pager Ayu" dan tertangkap basah berduaan. 

"Maksud dan tujuan kedatangan petugas dari Polsek Bendungan Trenggalek tersebut untuk berkordinasi dan musyawarah terkait adanya kasus perzinahan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 284 KUH Pidana yang berlanjut terjadi Penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam 352 KUH Pidana," ungkap Kapolsek Pagerwojo AKP Sutaji. 

Sutaji menjelaskan kronologi kejadian kasus perzinahan warga Pagerwojo dengan perempuan berjilbab asal Banaran Trenggalek. Bermula pada Pada hari Minggu (10/09) Ladi yang merupakan suami dari Suminah merasa curiga terhadap istrinya yang pamit akan pergi ke Tulungagung. 

"Suaminya ini sudah lama menaruh rasa curiga dengan istrinya, lalu setelah pamit Ladi membuntuti (kepergian istrinya), ternyata dugaannya itu benar dan terbukti istrinya dibonceng seorang laki-laki," papar Kapolsek. 

Begitu mengetahui istrinya dibonceng seorang laki laki lain, Ladi panas dan mengejar istrinya yang di bonceng lelaki lain. Pengajaran yang dilakukan dari Trenggalek itu akhirnya berhasil dan Ladi memberhentikan kendaraan mereka diwilayah Desa Samar kecamatan Pagerwojo

"Disini sempat terjadi cekcok,bahkan Ladi sempat melakukan pemukulan bersama dengan warga lain  terhadap Agus Setiono," tambah Kapolsek. 

Selanjutnya Agus Setiyono diajak kembali kerumahnya Ladi bersama Suminah (istrinya) ke Banaran, Desa Depok, Kecamatan Bendungan. Sesampai di rumah, kedua pasangan yang dipergoki berboncengan dan tertangkap dijalan kemudian ditanyai dan akhirnya keduanya mengakui bahwa keduanya pernah melakukan perselingkuhan (perzinahan).

Atas kejadian tersebut oleh petugas Polsek Bendungan Trenggalek permasalahan ini dibawa untuk dikoordinasikan ke Polsek Pagerwojo. 

"Hasilnya, kedua belah pihak bisa berdamai dan dianggap selesai serta keduanya tidak akan menuntut permasalahan ini," pungkas Sutaji. 

Selanjutnya kedua belah pihak menandatangani pernyataannya disaksikan Polsek, saksi kedua belah pihak dan kepala desa Segawe yang juga dihadirkan. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top