Curhat Anak Muda Malang: Punya Puluhan Ribu Followers Tak Selalu Menyenangkan

Ilustrasi penggunaan sosial media Instagram. (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Ilustrasi penggunaan sosial media Instagram. (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANGAsosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebut bahwa pengguna internet di Indonesia didominasi generasi muda. Sebanyak 80 persen kaum muda dalam rentang usia 20-24 tahun dan 25-29 tahun adalah pengguna internet aktif di Indonesia. Temuan lain mengungkapkan bahwa profesi mahasiswa paling banyak menggunakan internet daripada kelompok lain.

Anak muda kini tak bisa dipisahkan dari internet. Pun halnya media sosial. Kreativitas mahasiswa di Malang membuat akun jejaring sosial tak perlu diragukan. Beberapa dari mereka memiliki akun Instagram dengan jumlah followers mencapai puluhan ribu. 

Akun @acaramalang, misalnya. Akun yang dikelola mahasiswa magister Universitas Brawijaya Gede Pradiva itu punya 16 ribu-an pengikut. Tetapi, buat Gede, tak selalu menyenangkan memiliki banyak followers di Instagram. 

"Pasti ada suka dan dukalah bergelut di media sosial. Sukanya ya banyak temen dan banyak ilmu baru buat ngembangin portal sosial media ini. Ada dukanya lah karena kadang ada salah paham dengan postingan aku," curhatnya kepada MALANGTIMES. 

Gede memilih menyikapi kesalahpahaman di media sosial dengan bijak. Ia tak segan membalas positif meski komentar negatif mengarah pada sosial media yang ia kelola.

Sama halnya dengan Gede, pemilik akun @malanghalokes juga mengalami nasib yang sama. Pria yang biasa dipanggil Adi itu pernah disemprot lantaran mengunggah foto pelajar Malang coret-coret seragam sekolah. Meski harus menghadapi hujatan followers, Adi memilih santai menanggapi. 

"Kalau saya bilang ini dukanya mengelola akun Instagram anak SMA. Saya hanya ingin mengunggah aktivitas aja. Terrnyata ada netizen yang merespons. Katanya, ini admin nggak mendidik, kegiatan negatif kok diposting," cerita dia. 

Apa yang dilakukan Adi selaku admin @malanghalokes menanggapi respons netizen itu? Dengan bijak Adi berusaha membalas sangkaan netizen dengan baik. 

"Kami menanggapinya dengan tidak memandang sebelah pihak saja. Seperti kami memberikan pengertian kepada netizen yang mengkritik bahwa kami juga berusaha mengedukasi para siswa seperti harus sopan di jalan saat corat coret dan tetap taat peraturan lalu lintas," jelas Adi yang mengelola @malanghalokes dengan 16 ribu pengikut itu. 

Memiliki akun Instagram dengan ribuan pengikut juga dilakoni Syamsu Huda. Pria yang juga pernah menyandang status sebagai mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) itu mendirikan akun Instagram @mahasiswaum. Akun itu hingga kini gaet hingga 58 ribu followers. 

Menjadi otak di balik sebuah akun Instagram memang memberi warna tersendiri. Syam mengaku bukan hanya diuji kesabaran. Dia pun kerap mendapat komplain kalau salah menulis pada caption (keterangan) foto di Instagram. 

"Dukanya ya tiap hari harus update. Pihak kampus UM masih belum ada apresiasi atas adanya akun Instagram @mahasiswaum. Kadang juga dikomplain gara-gara salah nulis caption," ujar dia. 

Menanggapi komplain pengikut, pria yang akrab disapa Syam itu memilih minta maaf dan tetap bersyukur lantaran masih banyak keuntungan dan kebaikan yang ia rasakan dari mengelola akun media sosial dengan ribuan pengikut.

Nah guys, menggunakan sosial media haruslah bijak ya. Sebab, tak tertutup kemungkinan kalian akan mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. Keep calm and stay positive. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top