Ketika Minimarket Kepung Kota Malang (14)

Minimarket Makin Menjamur, Perizinan Pemkot Malang Justru Bantah Keluarkan Izin

foto dokumentasi MalangTIMES
foto dokumentasi MalangTIMES

JATIMTIMES, MALANG – Keberadaan toko-toko modern bukan hanya menyebabkan para pedagang kecil dan toko kelontong kelimpungan. Dengan semena-mena mereka juga menganggap remeh keberadaan pemerintah. Bahkan, minimarket-minimarket tersebut terus bermunculan meski tidak mengantongi izin. 

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Malang Jarot Edy Sulistyono menegaskan bahwa keberadaan toko-toko modern tersebut ilegal. "DPM-PTSP juga belum mengeluarkan izin," ucap Jarot.

Selama masa jabatannya, Jarot tidak memberikan izin usaha toko modern (IUTM) yang menjadi kewajiban pemilik usaha. Untuk diketahui, Jarot mulai menjabat kepala DPM-PTSP sejak akhir Desember 2016 lalu.

IUTM sendiri merupakan syarat mutlak yang harus dikantongi pemilik usaha toko modern. Hal tersebut berdasarkan Perda No 8 Tahun 2010 tentang penyelenggaraan usaha perindustrian dan perdagangan. 

Secara rinci, izin tersebut dijabarkan pada Peraturan Wali Kota Malang (Perwali) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Nonperizinan pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT). Namun, perwal tersebut berpijak pada Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Pusat Perbelanjaan, Toko Modern, dan Pemberdayaan Pasar Tradisional yang cacat hukum.

Pemerintah Kota Malang membenarkan jika dari 257 toko modern yang beroperasi, 131 di antaranya tidak mengantongi surat izin usaha perdagangan (SIUP). Hal tersebut tertuang dalam surat jawaban wali kota Malang kepada Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur pada April 2016. Namun yang disampaikan tersebut berbeda dengan data yang diperoleh MalangTIMES pada akhir 2016 lalu. 

Berdasarkan data yang dihimpun MalangTIMES dari Satpol PP Kota Malang, hingga akhir 2016 terdapat 257 toko modern yang belum memiliki SIUP. Rinciannya, 85 toko modern di Kecamatan Lowokwaru; 37 toko di Klojen; 49 toko di Blimbing; 52 toko di Sukun, serta 34 toko di Kedungkandang. 
Tiga brand toko modern yang bertebaran di Kota Malang itu yakni Indomaret, Alfamart, dan Alfamidi. Gerai terbanyak dimiliki Indomaret yang mencapai 132 toko. Disusul Alfamart sejumlah 107 toko, dan untuk Alfamidi ada 18 toko. Padahal, SIUP merupakan salah satu syarat lain bagi pemilik usaha toko modern untuk memperoleh IUTM.

Aliansi Anti Toko Modern Ilegal Kota Malang mencatat setidaknya ada delapan toko modern baru dari jejaring yang sama muncul. Mereka mengaku tengah mengumpulkan data jumlah terbaru toko modern yang ada di Kota Malang. "Ada banyak. Setidaknya delapan berdiri baru, misalnya dua di daerah Soekarno-Hatta," ujar Djoko Wiyono, salah satu anggota aliansi. (*)

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top