Terima Penghargaan Lingkungan Hidup Tingkat ASEAN, Bupati Syahri Sempat Kunjungi TKI di Brunei

Syahri Mulyo sempat berdialog dengan TKI asal Tulungagung di Brunei Darussalam. / Foto : istimewa
Syahri Mulyo sempat berdialog dengan TKI asal Tulungagung di Brunei Darussalam. / Foto : istimewa

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Di sela-sela mendapatkan penghargaan yang diberikan di Brunei Darussalam, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo mengaku menyempatkan diri menemui paguyuban TKI asal Tulungagung, Areta Brunei. 

Di sana bupati disambut dengan hangat dan menerima aspirasi para TKI yang ingin memperkenalkan reog kendang. "Mereka ingin dikirimi peralatan reog kendang untuk berlatih dan tampil disana," kata Syahri. 

Bupati berjanji akan mengirim keinginan mereka secepatnya agar tradisi asli Tulungagung tersebut bisa dikenal di Negeri Para Sultan itu. 

Agenda Syahri di Brunei tak lain mendapatkan penghargaan bidang lingkungan hidup tingkat ASEAN. Mewakili Indonesia, Tulungagung mendapatkan penghargaan sebagai The Most Environmentally Sustainable City (ESC) ASEAN 2017.
 
Ajang penghargaan  ASEAN Environmentally Sustainable City Award  tahun ini adalah yang ke-4. Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Syahri Mulyo, Selasa (12/9) di  Royal Berkshire Ball Room, Jerudong Park Polo Club, Brunei Darusalam. “Sederhananya, Tulungagung dinilai sebagai kota yang mengembangkan lingkungan secara berkesinambungan,” ujar Syahri. 

Sebelumnya Tulungagung telah mendapatkan penghargaan Adipura Paripurna. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi se-Indonesia, untuk kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Setelah mendapat Adipura Paripurna, Tulungagung diusulkan salah satu kota/kabupaten  yang untuk wakili Indonesia di tingkat ASEAN. 

Penghargaan ini buah dari penilaian ASEAN Senior Officials on Environment (ASOEN) atau Badan Kerja Sama Lingkungan Hidup ASEAN.  ASOEN sebelumnya telah menggelar rapat pada  27 Juli di Filipina. Hasinya, Kabupaten Tulungagung dianggap yang terbaik dari Indonesia. 

“Tulungagung sempat diusulkan dan dipresentasikan di tingkat ASEAN. Selanjutnya ada penilaian yang dilakukan langsung dari ASEAN dan menyatakan Tulungagung sebagai yang terbaik dari Indonesia,” kata Syahri.

Penilaian meliputi semua aspek lingkungan. Mulai dari kesehatan udara, tanah dan air. Di dalamnya termasuk penilaian ruang terbuka hijau yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. 

Selain Tulungagung yang mewakili Indonesia, penghargaan serupa juga diterima Bandar Seri Begawan mewakili Brunei Darussalam, Kep City mewakili Kamboja, Luang Prabang mewakili Laos, Putrajaya mewakili Malaysia, Nay Pyi Taw mewakili Myanmar, San Carlos mewakili Filipina, North West District mewakili Singapura, Nan Municipality mewakili Thailand, dan Da Lat mewakili Vietnam.

“Bukan hanya taman-taman yang kami kembangkan. Pengolahan sampah di Tulungagung juga mendapat pujian. Sampah bukan lagi menjadi momok, tapi sudah bisa diolah menjadi gas metan. Bahkan dalam jumlah besar, kami bisa mengolah sampah menjadi energi listrik,” pungkas Syahri.

Penghargaan ini membuktikan pembangunan Tulungagung sejalan dengan pengembangan lingkungan hidup. Karena itu, pola pembangunan berwawasan lingkungan ini akan terus dipertahankan. (*)

Pewarta : Anang Basso
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top