Penelepon Gelap Perusahaan Pengolah Limbah Catut Ketua DPRD Kota Probolinggo

Ketua DPRD Kota Probolinggo Agus Rudiyanto Ghofur dalam sebuah kesempatan memimpin rapat DPRD.
Ketua DPRD Kota Probolinggo Agus Rudiyanto Ghofur dalam sebuah kesempatan memimpin rapat DPRD.

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Ketua DPRD Kota Probolinggo Agus Rudiyanto Ghofur resah dan gundah. Sebab, namanya dicatut seseorang untuk mendapatkan sesuatu dari PT Berdiri Jaya Bersama (BJB), perusahaan pengolahan oli bekas menjadi bahan bakar solar, yang dikunjungi Selasa (12/9) kemarin siang.

Beruntung, manajer perusahaan yang berlokasi di Jalan Lumajang, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, tersebut, yakni Minkiet, segera menghubungi ketua DPRD. Sehingga, seseorang  yang ingin mengambil keuntungan dari kunjungan legislatif dan ekskutif kemarin itu tidak menghubungi pihak PT BJB lagi. Bahkan saat dihubungi, selulernya sudah tidak aktif.

Bagaimana kronologinya sehingga ketua DPRD dicatut namanya? Menurut Agus Rudiyanto Ghofur, Rabu (13/9) siang, dirinya dihubungi manajer PT BJB Minkiet bahwa ada seseorang menelepon kantor PT BJB. Orang itu mengaku suruhan ketua DPRD. “Seseorang menelepon PT BJB, katanya disuruh saya,” ujarnya.

Merasa tidak menyuruh seseorang, pria yang biasa dipanggil Rudi terkejut dan meminta nomor seluler yang menelepon kantor PT BJB. Setelah dihubungi beberapa kali, akhirnya pemegang handphone bernomor 08521774xxxx menerima panggilan. Kepada orang yang tidak dikenalnya itu, Rudi mengaku bernama Agus. “Saya tidak ngaku kalau saya ketua DPRD,” tambahnya.

Rudi menanyakan identitas orang yang diteleponnya, namun tidak dijawab. Malahan, orang itu balik bertanya. Saat dijelaskan, orang tersebut mematikan selulernya. Karena putus, Rudi kembali menghubungi nomor tersebut. “Saat saya hubungi, nomor itu sudah tidak aktif,” tandasnya.

Rudi mengatakan tidak tahu apa yang diminta seseorang itu ke PT BJB. Manajer perusahaan pengolah limbah mengaku menghubungi dirinya karena disuruh seseorang yang menelepon kantor BJB dan mengaku suruhan ketua DPRD. “Mungkin si penelpon meninggalkan nomornya. Karena manajer PT BJB jeli, dia tidak menelepon nomor pemberian orang tersebut. Minkiet langsung nelepon saya. Kan sudah punya nomor saya,” ucapnya.

Rudi berharap, dengan kejadian ini, siapa pun jangan mudah percaya kalau mendapat telepon dari seseorang yang tidak dikenal dan mengaku suruhannya atau mencatut namanya. Dia juga minta jangan percaya dengan mereka yang berusaha mengambil keuntungan yang mengatasnamakan ketua DPRD atau jajarannya. “Kami tidak pernah menelepon seseorang untuk mendapatkan sesuatu. Kalau ada yang seperti itu, jangan dipercaya,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Agus Salam
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top