DMI Kritik Bupati-DPRD Mandul, Ansor Desak Tindak Penjual dan Produsen Miras

H Khamim Badruzzaman, ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Tulungagung. / Foto : Tulungagung TIMES
H Khamim Badruzzaman, ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Tulungagung. / Foto : Tulungagung TIMES

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Tulungagung Mochammad Chamim Badruzaman mengkritik Pemkab Tulungagung dan DPRD karena perda minuman beralkohol (minol) tidak berjalan efektif. Buktinya, korban meninggal akibat minuman keras (miras) oplosan berjatuhan.

“Ada yang bilang perdananya mandul. Tidak, perdanya tidak mandul. Yang mandul adalah eksekutif dan legislatif karena tidak punya niat menjalankan perda tersebut,” tandas Kamim. 

Kamim mengingatkan bupati dan DPRD untuk segera melaksanakan perda tanpa harus menunggu peraturan bupati. "Fungsi pengawasan itu melekat pada DPRD. Bahkan satpol PP secara teknis juga bisa melakukan pengawasan. Jadi, jangan mengatakan itu mandul. Perda itu dibuat dengan biaya mahal. Tahun 2011 saya terlibat membuat Perda tersebut," ucap Khamim. 

Dewan Masjid Indonesia Tulungagung bersama tokoh LSM akan segera menemui bupati Tulungagung dan DPRD Tulungagung untuk menyampaikan aspirasi terkait peredaran miras yang memprihatinkan. "Kami akan ke bupati dan DPRD untuk mencapaikan aspirasi dalam waktu dekat," ujar Khamim. 

Sementara itu, Barisan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Tulungagung melalui Sekretaris Ghufron Effendi menyampaikan sikapnya atas peredaran miras oplosan yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban. "Kami mendesak pemerintah dan stake holder terkait untuk segera menindak tegas penjual dan produsen miras oplosan. Selain itu, kami mendesak pemerintah segera menertibkan peredaran minol dengan mengesahkan perda miras," tegasnya. 

Baanar juga menyatakan siap bermitra dengan pemerintah dan stakeholder (BNN, kepolisian) untuk memberantas peredaran minol oplosan, penyalahgunaan narkoba,  dan peredaran obat-obat keras di luar izin.  "Baanar juga mengimbau kepada pemerintah bahwa oleh karena sudah sangat meresahkan, dikhawatirkan akan terjadi tindakan tindakan dari  masyarakat dalam menertibkan dan memberantas peredaran minol dan narkoba.  Dari hal itu, diperlukan tindakan tegas,  cepat,  dan tepat dari pemerintah dan aparat yang berwenang," pungkas Ghufron. (*) 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top