Jatuh Bangun, Kini Pria Asal Malang Ini Punya Tiga Outlet Ayam Geprak Sambal Bawang

Sensasi spesial Ayam Geprak Sambal Bawang besutan pria asal Malang, Ahmad Miftakhul Khoiri (foto: Istimewa)
Sensasi spesial Ayam Geprak Sambal Bawang besutan pria asal Malang, Ahmad Miftakhul Khoiri (foto: Istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – MALANGTIMES - Melintas di jalanan Kota Malang, setidaknya Anda pernah menjumpai kuliner spesial yang menyajikan menu ayam geprak sambal bawang.

Sesuai namanya,  kuliner ayam geprak memadukan rasa ayam dipadu dengan sambal bawang. Sensasi rasanya gurih dan pedas. 

Di balik kuliner ayam geprak hingga buka beberapa outlet di Kota Malang, ternyata menyimpan perjuangan. Sang pemilik adalah Ahmad Miftakhul Khoiri. 

Pria yang akrab disapa Miftah itu memulai debut usaha kuliner ayam geprak enam tahun silam. Bagaimana kisah sukses ia meramu ayam geprak dan sambal spesial? 

Miftah bersyukur usaha yang ia rintis sejak masa kuliah itu kini bisa sukses hingga memiliki tiga outlet sekaligus. Perjuangan berbisnis diawali pada tahun 2011. Saat itu, ia mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). 

"Awalnya ikut lomba Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) dengan konsep nasi lemon ayam geprak. Saya sewa rumah di Jalan Joyotambaksari. Setahun jualan enggak laku meski sudah mengupayakan berbagai cara. Jadi Modal enggak bisa kembali," cerita pria yang pernah menempuh studi di Universitas Brawijaya (UB) itu. 

Miftah tak lantas menyerah. Kegagalan bisnis kala itu memicu semangatnya. Ia pun terus berusaha agar usaha kuliner yang ia tawarkan laku di pasaran.

Tahun 2012 ia mencoba menyewa stand. Karena belum juga beruntung, ia sempat berpikir menutup saja usaha kulinernya itu. 

"Awal 2013 saya coba cari modal lewat program Mahasiswa Wirausaha. Alhamdulillah dapat tujuh juta. Dan itulah awal saya memulai bisnis lagi hingga seperti sekarang," imbuh pria berusia 26 tahun itu. 

Miftah memutuskan menyewa sebuah teras rumah di Jalan Kertorahayu Nomor 42 Kota Malang. Ia merubah konsep usaha menjadi "Ayam Geprak Sambal Bawang". Dari teras rumah itulah kesuksesan kuliner ini bermulai. Ia akhirnya bisa menyewa rumah tersebut. 

Bukan hanya itu, tahun 2014 ia mendapatkan tambahan modal lagi. "Saya ikut lomba di Kemenpora yakni Wirausaha Muda Pemula Berprestasi. Alhamdulillah dapat juara tiga dan uang hadiah buat tambahan modal," cerita bapak satu anak itu. 

Kemudahan demi kemudahan diberikan Tuhan. Miftah dapat membuka beberapa cabang meski ada yang terpaksa tutup. 

Tahun 2015 ia membuka cabang Ayam Geprak Sambal Bawang di Jalan Tata Surya meski akhirnya tutup. Ia lantas menyewa sebuah ruko di Jalan MT. Haryono Nomor 59. Tahun ini ia buka cabang lagi di Jalan Surabaya Nomor 1A Kota Malang. 

Miftah mengaku jatuh bangun bisnis kuliner yang ia alami membuat ia banyak belajar. Soal rasa misalnya, meski muncul kuliner serupa ia bersyukur lantaran rasa sambal bawang yang ia tawarkan mampu memikat pelanggan. "Kalau ditanya costumers bilang rasa ayam dan sambal bawangnya beda," tuturnya. 

Keramahan menjadi pelayanan utama yang ditekankan oleh Miftah. Ia pun melakukan strategi promosi yakni testimonial melalui sosial media Twitter, @ayam_geprak. 

"Kita juga minta masukan. Selanjutnya kita pake lomba testimoni, kita sangat terbantu dengan kebaikan customer kita yang mau mengajak temennya buat nyobain ayam geprak," kata dia. 

Sajian Ayam Geprak Sambal Bawang milik Miftah dibandrol di kisaran harga mulai Rp 9 ribu. Ada beberapa pilihan rasa yang ditawarkan mulai Ayam Geprak Istimewa sampai menu Ayam Geprak Sayap Sayap Patah. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top