Lezatnya Onde-Onde Rasa Kreasi Arek Malang

Kreasi onde-onde aneka rasa wong Malang, Agrin Syifarose dipasarkan di toko miliknya kawasan Pasar Gadang Kota Malang dan lewat Instagram (foto via Instagram @warung.agrin)
Kreasi onde-onde aneka rasa wong Malang, Agrin Syifarose dipasarkan di toko miliknya kawasan Pasar Gadang Kota Malang dan lewat Instagram (foto via Instagram @warung.agrin)

JATIMTIMES, MALANG – Pernah menyantap onde-onde? Makanan tradisional ini bentuknya bulat. Pada bagian luar terasa kenyal dan di dalamnya ada campuran kacang hijau dan gula merah. Onde-onde ternyata sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit dan kerap menjadi menu kue di istana Majapahit.

Bagaimana bila jajanan onde-onde dikreasikan aneka rasa? Ide ini dicetuskan oleh wanita asal Malang bernama Agrin Syifarose. Ada 15 varian rasa onde-onde yang ditawarkan di toko miliknya kawasan Jalan Raya Satsui Tubun Ruko Gadang Square Kavlin 18, Kota Malang.   

Agrin tak langsung membuat onde-onde rasa. Mengawali usaha pada 2013 lalu, onde-onde yang ia jual masih rasa original. Lantaran sepi pembeli, usaha yang dibangun orangtua Agrin itu lesu. Ide berkreasi onde-onde aneka rasa akhirnya dipilih oleh Agrin.

"Buat menarik minat pasar akhirnya aku kreasikan aja onde-onde ini dengan berbagai rasa. Tokoku jauh dari pusat keramaian. Jadi gimana caranya laris ya aku harus buat inovasi produk," jelas wanita berkulit bening itu pada MALANGTIMES.

Inovasi rasa onde-onde itu ialah taro, ketan hitam, kelapa muda, coklat, susu, coklat kismis, keju, greentea, greenteachoco, nutella,cappuccino, durian, strawberry, dan karenmozza. Kreasi aneka rasa itu ia buat mulai tahun 2014 silam.

Ditanya soal peningkatan penjualan pasca inovasi rasa onde-onde, Agrin tidak menjawab detail. "Pastinya meningkat dibandingkan dulu. Tapi, aku enggak ngecek jumlah pastinya berapa. Karena aku enggak ngecek pembukuan. Pasti meningkat setiap tahunnya," imbuhnya.

Paling laris ialah varian onde-onde rasa coklat dan nutella. Bukan hanya pengunjung toko, rupanya Agrin juga kewalahan melayani permintaan delivery order. Ditawarkan lewat Instagram dengan akun @warung.agrin banyak penikmat onde-onde datang dari kalangan wanita.

"Anak muda banyak yang ke sini. Orang Surabaya kalau ke toko juga banyak. Paling banyak lagi area Malang itu malah delivery order," aku wanita berambut panjang itu.

Untuk pelayanan delivery order, ia mengaku bisa capai 200-300 alamat dalam satu bulan. Belum lagi pengunjung di toko onde-onde miliknya yang ada di kawasan Pasar Gadang Kota Malang. Ia tak menyebut berapa omset usaha onde-onde rasa. Meski demikian, dari usahanya ini kini ia dapat mengembangkan produk yakni membuat kue mochi.

"Karena penjualan meningkat, aku sekarang ngeluarin produk kue mochi. Onde-onde kan nunggu goreng, sedangkan kue mochi ini bisa selalu ready stock. Jadi misal pembeli lama nunggu onde-onde, bisa pesen mochi ini," kata dia.

Dibandrol dari harga Rp 2 ribu hingga 6 ribu rupiah, kelezatan onde-onde aneka rasa kreasi arek Malang ini patut menjadi pilihan jajanan Anda. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top