Akhir Tahun Ini 50 Hektare Dikembangkan untuk Lahan Bawang Putih Lokal

Bawang putih di pasar sayur Kota Batu, Senin (6/11/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Bawang putih di pasar sayur Kota Batu, Senin (6/11/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

JATIMTIMES, BATUAkhir tahun ini Dinas Pertanian Kota Batu bersama Balai Penelitian Tanaman Sayur (Balitsa) dan Direktorat Jenderal Hortikultura akan mulai mengembangkan pertanian bawang putih. Rencananya pertanian yang akan ditanami bawang putih ini memiliki luas lahan 50 hektare.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kota Batu Yayat Suprianta menjelaskan, selama ini di Kota Batu memang ada beberapa petani yang sudah menanam bawang putih. Tapi hasilnya untuk dikonsumsi sendiri, bukan untuk dijual.

“Kalau total luas lahan yang ditanami bawang putih masih skala kecil. Karena itu, bersama Balitsa dan Ditjen Hortikultura akan mulai mengembangkannya tahun ini,” ungkap Yayat, Senin (6/11/2017).

Bawang putih yang akan dikembangkan adalah bawang khas dari Kota Batu. Bawang putih itu namanya lumbu hijau dan kuning. “Batu punya bawang putih khas sendiri. Kecil tapi mantap. Karena itu, kami akan mulai mengembangkan tanaman ini,” katanya kepada BatuTIMES.

Selain itu, harga jual bawang putih made in Batu itu juga cukup menggiurkan. Yakni sesuai dengan break event point (BEP) Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu per kilogram. Tingginya harga tersebut dipengaruhi sewa lahan yang mahal dan tenaga petani yang juga mahal.

“Jadi BEP bawang putih di Batu Rp 16 ribu sampai 17 ribu per kilogramnya. Jadi harga itu cukup menggiurkan bagi petani,” ucap Yayat.

Mengapa petani Batu tidak berani menjual bawang putih? Yayat menyebut petani masih trauma karena dulu ada impor sehingga harga anjlok hingga Rp 2 ribu per kilogram. “Kenapa petani sini tidak berani tanam? Karena masih ada rasa trauma. Tapi dengan ditetapkannya BEP saat ini, petani akan mulai lagi membangun pertanian bawang putih,” ujar bapak dua anak ini.

Rencananya pemberian bibit ini diperkirakan 30 ton per hektare. Ke depannya bantuan dari pusat terus akan digelontor kepada petani yang mengembangkan bawang putih di Kota Batu. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Batu TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top