Terima Segala Pesanan Tanpa Merek, Sepatu Produksi Warga Ngoran Sudah Laris

Aktifitas pembuatan sepatu milik Indah Suprihatin.(Foto : M.Prayogo/BlitarTIMES)
Aktifitas pembuatan sepatu milik Indah Suprihatin.(Foto : M.Prayogo/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Saat membeli sepatu pada umumnya dalam mencari model selalu mengikuti apa yang disediakan di toko. Berbeda dengan pengrajin sepatu asal Desa Ngoran Kecamatan Nglegok , Indah Suprihatin, bisa mengikuti model yang pembeli minta tanpa disertai merek.

Hanya cukup memberikan model maka sepatu siap dibuatkan. Tak pelak banyak konsumen puas hingga produk buatannya tersebut diketahui hingga luar pulau jawa.

Indah Suprihatin memang tidak selalu melakukan produksi sepatu untuk setiap harinya. Namun  dia hanya produksi hanya ketika ada pesanan saja. Model sepatu dan bahan sepatu yang dia buat mengikuti kemauan konsumen. Menuruti kemauan konsumen ini membuatnya disukai konsumen hingga dikenal di luar pulau.

“Ini membuat toko saya dikenal hingga luar pulau seperti kemarin dapat pesanan lampung dan sebulan lalu dari palembang juga pesan. Sebab saya mau mengikuti model saat ini,” ungkapnya kepada BLITARTIMES, Rabu (8/11/2017).

Menurut dia, selain mengikuti model produk buatanya mempunyai keunggulan lainnya yakni soal keawetan barang. Hal ini diakui oleh pelanggan tetapnya kalau sepatu buatannya tidak gampang rusak. Tak seperti buatan pabrik yang jahitannya mudah lepas dibanding buatannya yang hanya buatan rumahan.

“Rahasianya karena sepatu kita seumpama makanan selalu fresh. Jadi kita tidak menimbun bahan baku atau stok sepatu jadi. Sehingga bahan seperti bahan kulit selalu fresh atau tidak kadaluarsa. Kalau kulit lama karena disimpan digudang bisanya gampang terkelupas sendiri ciri-cirinya,” ujarnya.

Meski demikian harga yang dia patok tergolong murah dibanding produk pabrikan. Di samping konsumen bebas melakukan keinginan memilih bentuk dan ukuran yang mereka mau. Konsumen cukup mengirim pesan atau gambar melalui facebook miliknya maka sepatu bakal sesuai keinginan itu bakal dibuat.

“Saya patok murah memang agar mereka ikut membantu promosi kami. Karena hitungannya kami masih baru berdiri sekitar 3 tahun lalu,” katanya.

Dari bisnisnya ini kini dia bisa meraup omzet rata-rata Rp 5 juta perbulannya. Selain itu dia juga dipercaya oleh pemerintah daerah dalam mengajarkan warga sekitar membuat sepatu dalam rangka mengembangkan industri sepatu di Blitar.

“Kalau omzet sebenarnya tak menentu kadang kalau sepi hanya Rp 3 juta kadang kalau rame lebih dari 10 juta pernah. Kalau lebih dari itu saya kadang bingung cari pengrajinnya maka dari itu saat diajak pemerintah membagikan ilmu, saya dengan senang hati membantu. Sebab dalam rangka mengembangkan potensi Blitar dalam industri sepatu ini,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Mardiano Prayogo
Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top