Wawancara Eksklusif dengan Anah Syakila yang Tertipu Akun Facebook Kids Zaman Now dari Pagerwojo Tulungagung

Ngaku Jebolan UI, Tinggalkan si Cewek di Pinggir Waduk Wonorejo

Foto eksklusif Syakila yang datang ke Tulungagung karena tertipu akun FB Rian alias Sugeng. / Foto : Tulungagung TIMES
Foto eksklusif Syakila yang datang ke Tulungagung karena tertipu akun FB Rian alias Sugeng. / Foto : Tulungagung TIMES

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Foto-foto ganteng Rian alias Sugeng di Facebook sungguh terlihat keren. Bersih, parlente, dan di fotonya menunjukkan dia bekerja di kantoran meski masih usia muda. 

Siapa sangka Rian ternyata nama palsu. Foto profil yang dipasang juga bukan foto dia sendiri. Namun Anah Syakila, warga kampung Lebuh RT 7 RW 001 Sangiangjaya Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, keburu tertipu. Dia rela datang ke Tulungagung karena Rian mengabarkan jika dirinya sedang sakit. 

Seperti apa kisah perkenalan mereka? Tulungagung TIMES berhasil melakukan wawanancara ekskluusif dengan korban Syakila melalui pesan WhatsApp saat dirinya pulang naik kereta api menuju Jakarta, tempat dia bekerja. 

"Awalnya saat di-invite Facebook, aku melihat fotonya seperti mengenal dia," kata Syakila yang bekerja di salah satu restoran di kawasan Tanah Abang Jakarta itu. 

Karena pernah merasa mengenal, Syakila menanyakan lebih jauh tentang kuliahnya. Kemudian saat ditanya apakah pernah kuliah di Universitas Indonesia (UI) di Depok, Rian juga mengiyakan. "Dan saya tanya dia apa pernah kuliah di UI, dia bilang iya tapi sekarang dia bilang di Surabaya, bekerja di kantor deposit," tambahnya

Merasa orang yang dia kenal itu benar, hubungan berlanjut di media sosial. Tiba pada waktunya, Rian mengungkapkan cintanya kepada Syakila. "Kami berteman biasa, tapi lama-kelamaan dia bilang kalau dia suka dan cinta sama saya," ungkap Syakila

Hubungan itu tampak mulai serius karena janji Rian alias Sugeng mau melamarnya. Untuk memastikan siapa Rian, Syakila berusaha menelepon menggunakan layanan vdeo call.  "Memang saya yang salah. Saya terlalu percaya. Saat saya video call, dia tidak pernah mau menampakkan wajahnya," kata Syakila memelas. 

Dengan modal kepercayaan dan keyakinannya, Syakila berangkat ke Tulungagung dengan naik kereta api dari Jakarta. Dia rela ke Tulungagung karena Rian mengabari dirinya sakit. Sesampai di Tulungagung, Syakila diminta naik ojek ke Cuiri, daerah Kauman. 
" Di sana saya dijemput oleh orang yang mengaku adiknya. Dia memakai sepeda motor Mio merah. Saya dibawa pergi jauh dari penjemputan dan dibawa ke pinggir waduk (Wonorejo)," ucapnya.

Di pinggir waduk itulah, Syakila shock saat orang yang menjemput yang mengaku adiknya Rian itu mengatakan bahwa dirinya adalah Rian yang dia kenal di Facebook dan telah berhubungan selama satu tahun. "Dia bilang sama saya, sorry ya sebenarnya akun itu akun palsu karena dia bilang  yang namanya Rian itu sudah menipu teman-teman dia," ungkap Syakila. 

Dalam keadaan shock, Syakila mengaku kebingungan hendak ke mana dirinya. Lalu saat ada orang lewat, dia memutuskan memberhentikannya untuk diantar ke pos satpam waduk. 

"Saya memang shock pas dia bilang begitu (mengaku bukan Rian). Lalu tanya sama dia mau dibawa ke mana sekarang. Dia cuma bilang terserah kamu. Saat saya minta diantar ke stasiun, malah dia ninggalin saya di pinggir waduk," kisahnya. 

Syakila mengaku merasa dipermainkan. Namun dia bisa mulai terhibur karena sikap pihak kepolisian baik sehingga dia diantar ke stasiun dan ditempatkan di penginapan yang layak sambil nunggu keberangkatan kembali ke Jakarta. 
"Jujur saya kecewa dengan kejadian ini. Saya punya niat baik tapi niat baik saya dibalas dengan cara seperti ini. Tapi saya mendapatkan banyak hikmah dari kejadian ini. Banyak orang yang bantu saya di polsek. Terima kasih semuanya," ucap dia. 

Sebelumnya, petugas jaga Polsek Pagerwojo Bripka Dani Aristanto, nama Rian bukan nama sebenarnya dan foto yang digunakan dalam Facebook juga foto orang lain. "Kami lakukan penelusuran. Ternyata Rian itu bukan nama orangnya. Nama aslinya Sugeng. Di Facebook memakai foto lain dan setelah kami telusuri lewat kontak Facebook dan WA, akhirnya ketemu," kata Dani 

Sugeng sendiri adalah warga Segawe Jajar, Kecamatan Pagerwojo. "Kami akhirnya melakukan langkah kekeluargaan. Kami panggil Sugeng dan dia mau mengganti tiket untuk pulang ke rumahnya di Lebak," tambah Dani 

Polisi belum menjerat Sugeng dengan UU ITE. Namun, jika dirinya mengulangi perbuatannya, polisi bisa menggunakan undang undang itu. Polisi akhirnya mengantar Anah Syakila ke Stasiun Tulungagung. (*) 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Angga .
Sumber : Tulungagung TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top