Mengobati Rindu pada Festival Malang Tempo Doeloe (5)

Gaet Turis Manca, Kementerian Pariwisata Masukkan MTD ke Event Budaya dan Pariwisata Nasional

Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata RI Ni Wayan Giri Adnyani.(foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata RI Ni Wayan Giri Adnyani.(foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Festival Malang Tempo Doeloe (MTD) yang kembali digelar usai vakum lima tahun mendapat apresiasi positif dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia. Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani mengungkapkan kekagumannya terhadap ajang budaya yang digelar di kawasan Jalan Simpang Balapan Kota Malang itu. 

MTD, kata dia, merupakan sebuah upaya pelestarian kebudayaan Malang di masa lalu. "Kami mewakili pemerintah salut dengan adanya Festival Malang Tempo Doeloe ini. Selain mampu menumbuhkan ekonomi, atraksi wisata Malang Tempo Doeloe adalah upaya memahami dan melestarikan kebudayaan Malang khususnya," ujar Adnyani di arena MTD, Minggu (12/11/2017).

Wanita bergelar magister of science ini melanjutkan, Malang punya banyak kekayaan wisata yang potensial untuk diangkat ke pentas dunia. "Beberapa tahun belakangan, Malang menampilkan atraksi wisata yang cukup bagus. Termasuk di tahun ini saya dengar setelah hampir lima tahun vakum, Malang Tempo Doeloe akhirnya kembali digelar," imbuhnya.

Lebih lanjut, Adnyani menjelaskan, guna menggaet wisatawan, penyelenggaraan MTD akan dimasukkan ke dalam kalender event kebudayaan dan pariwisata. Oleh sebab itu, persiapan matang penyelenggaraan harus dilakukan jauh-jauh hari. Untuk dapat memikat wisatawan Eropa, misalnya, sebuah event wisata harus disiapkan minimal enam bulan sebelumnya. 

Menurut Adnyani, untuk dapat dimasukkan ke dalam kalender event kebudayaan dan pariwisata, pemerintah daerah setempat harus berkomitmen. Kegiatan tersebut setidaknya sudah berjalan selama beberapa tahun. Selain itu, upaya persiapan penyelenggaraan kegiatan harus dilakukan berbulan-bulan sebelumnya. "Sebuah kegiatan untuk bisa menjadi bagian dari kalender kebudayaan dan pariwisata, harus ada komitmen stakeholder dan dalam hal ini pemerintah daerah untuk mendukung dan melakukan berbagai langkah agar penyelenggaraan ini dipersiapkan berbulan-bulan sebelumnya," ungkap dia. 

Adnyani berharap Malang Tempo Doeloe ke depan bisa menggaet wisatawan asing dengan catatan penyelenggaraan dipersiapkan dengan lebih matang lagi. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
  • Mobil Dinas Depag Diseruduk Truk Fuso

    Mobil Dinas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo P 32 IP yang dikemudikan Samsi dan membawa penumpang sebanyak 4 orang diseruduk truk Fuso DK 9527 PH, Kamis (22/2).

  • Polisi Bekuk Komplotan 'Ludah Api' Pelaku Pecah Kaca Mobil

    Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap komplotan pelaku kejahatan pecah kaca mobil. Ada empat orang pelaku yang diamankan belum lama ini. Komplotan penjahat pecah kaca ini, melakukan kejahatan dengan membobol mobil milik korban M Dillip (41), warga Kl

  • Heboh, Ada Kebakarandi Predator Fun Park

    Sejumlah 50 karyawan Predator Fun Park dibuat panik dengan nyala api yang cukup besar di area halaman parkir Predator Fun Park, Kamis (22/2/2018). Untungnya itu hanyalah sebuah kegiatan simulasi penanggulangan bencana kebakaran yang digelar Dinas Penanggu

  • Ketua FKUB : Lumajang Miliki Prestasi Kerukunan Ummat Sudah Ratusan Tahun

    Terkait berbagai isu perpecahan yang dihubungkan dengan sebuah insiden di Senduro Lumajang, Ketua Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Lumajang, Drs. H. M. Khoiri M.Pdi menyebut bahwa Lumajang memiliki sejarah dan prestasi kerukunan ummat beragama sejak

  • Surabaya Kembangkan Pertanian Terpadu dengan Peternakan dan Perikanan

    Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengembangkan ruang terbuka hijau (RTH) di daerah Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. Area seluas enam hektare itu rencananya akan digunakan sebagai lahan untuk pertanian terpadu.

  • Pembunuh Penjaga Rental PS Perankan 24 Adegan

    Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri, Jawa Timur, menggelar rekonstruksi pembunuhan sadis terhadap korban Achmad Wahyu Sobirin (26), seorang penjaga rental play station (PS) yang dilakukan Mohamad Ubaitul Anas (25), warga Desa Dukuh! Kecamat

  • Luapan Sungai Welang Putus Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo 8 Jam

    Curah hujan tinggi yang bersamaan dengan air laut pasang mengakibatkan sejumlah kawasan di Kota dan Kabupaten Pasuruan tergenang banjir. Bahkan, luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang, selain menggenangi kawasan pemukiman warga setinggi 50-100 sentimete

  • Siapa Yang Pantas Jadi Playmaker Arema FC?

    Berstatus pemain yang pernah menjadi pujaan Aremania pada kompetisi musim 2013-2014 tak membuat Gustavo Lopez akan mudah direkrut oleh Arema FC. Saat ini Singo Edan menetapkan playmaker asal Argentina tersebut sebagai pemain trial (magang) di Piala Gubern

  • Marak Kekerasan terhadap Ulama, Ini Sikap MUI Kabupaten Blitar

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar mengambil sikap terkait fenomena teror dan penganiayaan fisik terhadap ulama yang dilakukan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Kejadian tersebut akhir-akhir ini marak terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

  • Teatrikal Dewan Pemangsa Rakyat Warnai Aksi Penolakan Revisi UU MD3 di Kota Malang

    Pengesahan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD atau UU MD3 oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendapat penolakan dari berbagai pihak, termasuk di Kota Malang. Hari ini (22/2/2018) belasan aktivis dari Malang Corruption Watch (MCW) bersama pe

  • Anggota Komisi VI DPR Ajak Bangun Indonesia lewat Wirausaha

    Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKB Ir HM. Nasim Khan menggelar dialog interaktif pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat di aula Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Rabu (22/02).

  • Banyak Kasus Teror Dilakukan Orang Gila, Ini Kata Ahli Jiwa RSJ Menur

    Banyak kasus teror yang terjadi beberapa waktu terakhir di Jawa Timur diketahui dilakukan pelaku yang mengalami gangguan jiwa. Berikut penjelasan pakar kejiwaan terkait perilaku agresif dari pengidap kejiwaan. Psikiater RS Menur Surabaya dr Hendro Riyant

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top