Mengawal Malang Jadi Kota Mode

Pembeli Terbanyak Justru dari Malang, Ini Yang Dilakukan Label Fashion Asal Jogjakarta

Label asal Jogjakarta My Rubylicious manjakan anak muda di Malang dengan membuka butik di Jalan Terusan Dieng 75 Kav 2 Kota Malang. (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Label asal Jogjakarta My Rubylicious manjakan anak muda di Malang dengan membuka butik di Jalan Terusan Dieng 75 Kav 2 Kota Malang. (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Kota Malang menjadi salah satu lahan subur industri mode tanah air. Hal itu terlihat dari beberapa brand fashion artis ibu kota yang sudah menginjakkan kaki di Bumi Arema ini. Sebut saja Zaskia Adya Mecca dengan label 'Meccanism' dan Ivan Gunawan yang mengusung fashion hijab berlabel 'Mandja'.

Label fashion My Rubylicious tak mau ketinggalan. Bulan September silam, label asal Jogjakarta itu membuka butik di Jalan Terusan Dieng 75 Kavling 2 Kota Malang. Co-founder My Rubylicious Christina Mira mengungkapkan, dari data penjualan, ternyata banyak konsumen ialah anak muda asal Malang. 

Label yang digawangi dua wanita muda asal Jogjakarta ini awalnya dipasarkan secara online lewat media sosial Instagram dengan akun @myrubylicious dan website dengan nama yang sama. Melihat antusiasme konsumen, keduanya pun memutuskan membuka butik offline di beberapa kota di Indonesia. Salah satunya Malang. 

"Kalau di Instagram jumlah followers kita ada sekitar 500 ribu lebih. Pengikut kita yang dari Malang ini nomor dua setelah Jakarta. Konsumen dari Malang juga banyak. Terutama pelajar dan mahasiswi. Jadi, itulah alasan kenapa kami buka butik di Malang ini," ungkap wanita yang akrab disapa Mira ini kepada MalangTIMES, Selasa (14/11/2017).

Dari segi konsep, produk fashion yang mereka usung sejak 2013 silam itu mengedepankan busana up-to-date dengan harga terjangkau. Mira mengatakan, komitmen My Rubylicious ialah memproduksi busana trendi dengan kisaran harga di bawah Rp 200.000.

"Awalnya teman saya, Helen, bikin aksesori malah. Setelah itu, waktu kerja ama dengan saya, kami berdua coba buat produk busana yang waktu itu modal cuma beberapa juta aja," kisah wanita yang menetap di Jogjakarta ini.

Tahun 2013 silam, dengan modal awal tak sampai Rp 5.000.000, Mira dan sahabatnya, Helena Ruby, membuka label dengan nama My Rubylicious. Inspirasi nama label ini sendiri, jelas Mira, diambil dari nama sang sahabat. 

"Waktu itu saya masih kuliah di Australia. Pemasaran pertama lewat online aja waktu itu. Baru tahun lalu, kiami mulai punya butik offline di lima kota dan sudah ada desainer dan fashion stylish sendiri. Jadi, busana yang kami produksi benar-benar ngikutin pasar tapi harga amat terjangkau," imbuh lulusan University of Technology Sydney itu. 

Beragam produk fashion ditawarkan di My Rubylicious. Di butik yang ada di Malang, Mira menjelaskan secara umum barang yang ditawarkan sama dengan empat butik lain. Mulai kaus, kemeja, tunik, jaket, celana hingga rok, semua ada di My Rubylicious.

Selain busana, rupanya label fashion ini pun memproduksi tas. "Selain itu, ada sepatu dan aksesori berupa kacamata dan kalung. Nggak hanya produk kami dengan label My Rubylicious aja. Tapi beberapa kami ambil dari produk Bandung dan ada juga yang impor. Tapi semua kami patok harga di bawah 200 ribu," tukas Mira. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Angga .
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top