Ambulan Desa Bingungkan Kades, Begini Jawaban Kadinkes

Kades Kasiyan Timur Harianto saat melihat ambulan desanya (foto : Moh. Ali Makrus/JemberTIMES)
Kades Kasiyan Timur Harianto saat melihat ambulan desanya (foto : Moh. Ali Makrus/JemberTIMES)

JATIMTIMES, JEMBER – style="text-align:start">Ambulan Desa yang sudah dilaunching oleh Menteri Hukum dan HAM bersama dengan Bupati di dr. Hj. Faida MMR alun-alun Jember pada Jumat (10/11/2017) lalu, sebagian di bingungkan kades mengenai operasioan dan juknisnya. 

Namun sebagian desa menyatakan senang mendapat bantuan 1 ambulan 1 desa dan siap memperdeskan jika dibutuhkan. Mengenai kebingungan beberapa kepala Desa di Jember, dr. Hj. Nurul Qomariyah Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jember Selasa (12/11/2017) angkat bicara.

“40 ambulan untuk medan datara sudah dilaunching dan diserahkan ke beberapa desa, sedangkan mengenai siapa yang bertanggung jawab dalam mengoperasionalkan ambulan tersebut, sesuai arahan dari Bupati, bahwa yang bertanggung jawab terhadap ambulan desa adalah petugas kesehatan yang ada di desa, seperti petugas Pustu (puskemas pembantu,red) maupun petugas polindes,” ujar Nurul Qomaiyah kepada sejumlah wartawan.

Nurul beralasan, mengapa yang mengoperasikan ambulan harus orang kesehatan?, sebab di dalam ambulan ada peralatan lengkap kesehatan mulai dari selang, jarum infus dan beberapa peralatan darurat lainnya.

“Di dalam mobil ambulan itu ada peralatan lengkap, dan yang paham untuk menggunakan serta mengoperasionalkan peralatan itu hanya petugas kesehatan, kalau dipegang oleh orang yang tidak bisa menggunakan peralatan itu, ya ambulannya akan percuma, belum lagi kalau peralatannya hilang, karena sejauh ini operasional untuk ambulan dibawah kendali Dinkes, makanya berita acara serah terima diberikan kepada petugas kesehatan desa yang faham peralatan di dalamnya,” ujar mantan sekretaris Dinas Kesehatan Kota Probolinggo.

Nurul juga menjelaskan bahwa 1 ambulan 1 desa harus dipahami juga pengertiannya, bukan berarti ambulan ini dipasrahkan ke desa sepenuhnya, tapi sinergi antara petugas kesehatan dengan pemerintah desa dalam melayani hak kesehatan masyarakatnya.

“Satu ambulan satu desa itu, tujuannya untuk pelayanan hal kesehatan masyarakat desa agar bisa terpenuhi, dan penggunaan ambulan ini gratis, sedangkan pemerintah desa, dalam hal ini kades ikut menjaga dengan menyediakan tempat parkir atau garasi di pustu, kalau belum ada pustunya bisa dengan petugas polindes, karena setiap desa pasti memiliki polindes atau bidan desa,” jlentreh Nurul.

Bahkan dalam Waktu Dekat, Dinkes akan melaunching JSC (Jember Sefty Center) untuk pengelolaan ambulan, sehingga warga tidak kesulitan untuk mengakses, karena dikendalikan oleh Dinkes.

 “Dalam waktu dekat kami akan melaunching Jember Sefty Center, yaitu program call center yang terpusat dengan 0331 425222 dan tercantum di semua ambulan yang sudah di serahkan ke pihak desa,” ujar Nurul.

Sementara Haryanto Kades Kasiyan Timur salah satu kepala desa penerima ambulan desa mengatakan, bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih kepada bupati yang telah mewujudkan 1 ambulan 1 desa, karena memang keberadaan ambulan ini sangat dibutuhkan oleh warganya, dan pihaknya siap menerbitkan perdes kalau memang keberadaan ambulan diperdeskan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bupati Faida yang telah menyediakan satu ambulan satu desa, cuma sejauh ini juklak juknis untuk operasional ambulan kami belum tau, kalau memang harus dititipkan ke PKM terdekat kami tidak masalah, kami tinggal koordinasi saja dengan PKM, kalau untuk operasional harus dibebankan ke desa juga tidak apa-apa, kami akan buatkan perdesnya,” ujar Hariyanto. (*)

Pewarta : Moh. Ali Makrus
Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu Anandhika
  • Polisi Bekuk Komplotan 'Ludah Api' Pelaku Pecah Kaca Mobil

    Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap komplotan pelaku kejahatan pecah kaca mobil. Ada empat orang pelaku yang diamankan belum lama ini. Komplotan penjahat pecah kaca ini, melakukan kejahatan dengan membobol mobil milik korban M Dillip (41), warga Kl

  • Heboh, Ada Kebakarandi Predator Fun Park

    Sejumlah 50 karyawan Predator Fun Park dibuat panik dengan nyala api yang cukup besar di area halaman parkir Predator Fun Park, Kamis (22/2/2018). Untungnya itu hanyalah sebuah kegiatan simulasi penanggulangan bencana kebakaran yang digelar Dinas Penanggu

  • Ketua FKUB : Lumajang Miliki Prestasi Kerukunan Ummat Sudah Ratusan Tahun

    Terkait berbagai isu perpecahan yang dihubungkan dengan sebuah insiden di Senduro Lumajang, Ketua Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Lumajang, Drs. H. M. Khoiri M.Pdi menyebut bahwa Lumajang memiliki sejarah dan prestasi kerukunan ummat beragama sejak

  • Surabaya Kembangkan Pertanian Terpadu dengan Peternakan dan Perikanan

    Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengembangkan ruang terbuka hijau (RTH) di daerah Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. Area seluas enam hektare itu rencananya akan digunakan sebagai lahan untuk pertanian terpadu.

  • Pembunuh Penjaga Rental PS Perankan 24 Adegan

    Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri, Jawa Timur, menggelar rekonstruksi pembunuhan sadis terhadap korban Achmad Wahyu Sobirin (26), seorang penjaga rental play station (PS) yang dilakukan Mohamad Ubaitul Anas (25), warga Desa Dukuh! Kecamat

  • Luapan Sungai Welang Putus Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo 8 Jam

    Curah hujan tinggi yang bersamaan dengan air laut pasang mengakibatkan sejumlah kawasan di Kota dan Kabupaten Pasuruan tergenang banjir. Bahkan, luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang, selain menggenangi kawasan pemukiman warga setinggi 50-100 sentimete

  • Siapa Yang Pantas Jadi Playmaker Arema FC?

    Berstatus pemain yang pernah menjadi pujaan Aremania pada kompetisi musim 2013-2014 tak membuat Gustavo Lopez akan mudah direkrut oleh Arema FC. Saat ini Singo Edan menetapkan playmaker asal Argentina tersebut sebagai pemain trial (magang) di Piala Gubern

  • Marak Kekerasan terhadap Ulama, Ini Sikap MUI Kabupaten Blitar

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar mengambil sikap terkait fenomena teror dan penganiayaan fisik terhadap ulama yang dilakukan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Kejadian tersebut akhir-akhir ini marak terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

  • Teatrikal Dewan Pemangsa Rakyat Warnai Aksi Penolakan Revisi UU MD3 di Kota Malang

    Pengesahan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD atau UU MD3 oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendapat penolakan dari berbagai pihak, termasuk di Kota Malang. Hari ini (22/2/2018) belasan aktivis dari Malang Corruption Watch (MCW) bersama pe

  • Anggota Komisi VI DPR Ajak Bangun Indonesia lewat Wirausaha

    Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKB Ir HM. Nasim Khan menggelar dialog interaktif pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat di aula Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Rabu (22/02).

  • Banyak Kasus Teror Dilakukan Orang Gila, Ini Kata Ahli Jiwa RSJ Menur

    Banyak kasus teror yang terjadi beberapa waktu terakhir di Jawa Timur diketahui dilakukan pelaku yang mengalami gangguan jiwa. Berikut penjelasan pakar kejiwaan terkait perilaku agresif dari pengidap kejiwaan. Psikiater RS Menur Surabaya dr Hendro Riyant

  • Bupati dan Wabup Gelar Syukuran HPN Bersama Wartawan

    Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH dan Wakil Bupati Situbondo Ir H Yoyok Mulyadi MSi serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Situbondo, sejumlah wartawan, serta tamu undangan menggelar tasyakuran HPN (Hari Pers Nasional) Ke-32 di

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top